Pelaku Ekonomi Kreatif Pontianak Ikuti Business Matching; Film Pengabdi Setan "Box Office" di Malaysia, Hongkong dan Mexico - teraju.id
Home > Berita > Pelaku Ekonomi Kreatif Pontianak Ikuti Business Matching; Film Pengabdi Setan “Box Office” di Malaysia, Hongkong dan Mexico
IMG_20180417_102254_545

Pelaku Ekonomi Kreatif Pontianak Ikuti Business Matching; Film Pengabdi Setan “Box Office” di Malaysia, Hongkong dan Mexico

teraju.id, Aston – Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan “Business Matching” bersama 200 pelaku ekonomi kreatif, Selasa, 17/4/18 bertempat di Hotel Aston, Pontianak. Business Matching ini melibatkan Bank Kalbar, BRI, BNI, Danamon, Permata dan Maybank serta Bank Commonwealth.

“Ekonomi kreatif Indonesia yang paling menonjol adalah kuliner,” ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

Makanan khas Indonesia, soto saja menurut Fadjar ada 75 jenis. “Bekraf sedang berjuang menjadikan soto sebagai ikon Indonesia di mancanegara,” tambahnya seraya mengatakan selain rasa, soto juga punya kearifan lokal.

Selain soto, kopi sangat terkenal dari Indonesia. Sebaran kopi dimulai dari Aceh sampai Papua. “Di Kota Pontianak pun kopi sangat terkenal. Dibutuhkan banyak SDM soal kopi. Sebut salah satunya adalah barista,” sambung Fadjar.

Bekraf meliputi bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi, vidio, fotografi, kriya, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, senirupa, telivisi dan radio. “Indonesia mempunyai ragam fashion dan kerajinan atau kraf yang luar biasa,” timpal Fadjar seraya menyebutkan film Indonesia sedang menemukan momentum.

“Pada tahun 2014 sudah naik jadi 14 juta penonton Indonesia. Di 2017 sudah 15 judul film menembus 1 juta penonton. Film Warkop mencapai 11 juta penonton. Produsernya meraih pendapatan 20 miliar.” Demikian Fadjar memotivasi.

Film Dilan disebutnya telah menembus 7 juta penonton. Sementara film horor Indonesia Pengabdi Setan “box office” di Malaysia, Hongkong sampai Mexico.

Baca Juga:  KH Ma'ruf Amin Ingatkan NU Kalbar Jaga Harmoni

“Film horor Indonesia sangat khas. Pocong hanya ada di Indonesia,” kata Fadjar memantik senyum ratusan pelaku ekonomi kreatif Pontianak.

Fadjar juga menyebut film Laskar Pelangi di mana dampak novel yang diterbitkan Bentang Pustaka berpengaruh luar biasa bagi pariwisata Belitung. Hal yang sama dengan film 5 Cm, Habibie-Ainun hingga Ayat-ayat Cinta.

Bekraf memacu bertumbuhnya pelaku ekonomi kreatif di Kota Pontianak pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Bekraf adalah lembaga nonkementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif Indonesia.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 ini juga diisi dengan motivasi bisnis ala Kebab Turki milik Nilam Sari. Adapun pelaku ekonomi kreatif ditantang mengajukan permodalan, dan bank-bank tersebut di atas, siap merespon dan mengucurkan dana. Prasyarat permodalan yang diterima dibimbing oleh Bekraf. Anda berminat menjadi pelaku ekonomi kreatif? (Nuris)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Check Also

WhatsApp Image 2018-08-19 at 14.34.05

Rapat ISNU Kalbar

teraju.id, Pontianak – Rapat pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Barat diselenggarakan di sekretariat …