Ainun, Bocah 4 Tahun Tewas Dianiaya - teraju.id
Home > Berita > Ainun, Bocah 4 Tahun Tewas Dianiaya
IMG_20180807_081718_953

Ainun, Bocah 4 Tahun Tewas Dianiaya

teraju.id, Pontianak – Ainun Maya (4), bayi perempuan ini sungguh malang. Dia dibunuh oleh ayah angkatnya bernama Ibrahim Taufik alias Taufik Abdul Jaul. Lelaki kelahiran Batu Ampar 1988, membunuh bayi tak berdosa ini gara-gara hal sepele.

Diketahui, korban tinggal bersama ayah angkat dan ibu kandungnya di Jalan Sungai Durian Laut, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ainun Maya meregang nyawa akibat penganiayaan berat ayah angkatnya. Menghembuskan napas terakhir pada Mingggu, 5 Agustus 2018.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengutuk keras aksi bejat seorang ayah angkat bunuh bayi berusia 4 tahun. “Orang seperti ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diproses hukum dengan sanksi hukuman yang seberat-beratnya. Psikologinya, rencananya nanti kita test seperti apa,” kata Drs Didi Haryono SH MH.

IMG_20180807_081957_422

Berdasarkan kronologi, korban mengalami penganiayaan berat oleh ayah angkatnya pada Kamis (2/8/2018) pukul 10.10 WIB. Pada saat itu, pelaku bangun dari tidur. Lalu kemudian langsung keluar rumah memasukkan burung peliharaan.

Pelaku melihat anak angkatnya itu matanya kelap kelip. Dan kemudian, menyuruh anak angkatnya bangun. Lalu korban duduklah di tempat tidurnya. Sedangkan pelaku bertanya kepada korban, “Kenapa membohongkan ayah?” Akan tetapi, korban hanya diam. Hal itulah membuat ayah angkatnya kalap mata alias emosi. Pelaku spontan marah langsung mengambil bantal guling yang ada di dekat korban dan memukulkannya ke arah wajah sebelah kanan.

Akibat dari pukulan bantal guling tersebut, kepala Ainun membentur ke lantai, tetapi bayi itu bangun dan duduk lagi dan kembali ayah angkatnya itu memukul ke arah kiri wajah anak angkatnya . Akibat pukulan kedua kali, kepala Ainun membentur ke lantai, tetapi lagi-lagi Ainun bangun kembali dan duduk Iagi di lantai. Pelaku memukulkan bantal guling ke arah kepala belakang korban. Akibatnya korban terjatuh tersungkur dan kepala bagian depannya mengenai lantai. Korban kembali bangun dan duduk Iagi dan kemudian pelaku kembali memukulkan bantal guling ke arah wajah depan Ainun sehingga jatuh terlentang.

Pelaku mendekati Ainun dan mengangkatnya kemudian membantingnya ke lantai dan kemudian Ainun diinjak bagian perut, dada serta mencekik lehernya seraya mengangkat ke atas dan kembali di banting ke lantai. Dan kembali pelaku membanting korban ke lantai dan kepala membentur kayu. Tak lama kemudian istri pelaku bernama Agus Kartina datang, langsung membawa korban yang pingsan ke RS AURI.

Dari RS AURI, korban dirujuk ke RSU St Antonius dan dirawat di kamar ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Akhirnya korban menghembuskan napas terakhir pada Minggu (5/8/2018) pukul 10.00 WIB.
Pada Sabtu (4/8/2018) ayah kandung Ainun Maya membuat laporan polisi ke Polresta Pontianak. Pelaku diamankan anggota unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Polresta Pontianak menjerat ayah angkat almarhumah Ainun Maya (4) Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Motif penganiayaan berat yang diperbuat pelaku kepada anak angkat yakni karena emosi. Laporan polisi sudah ada dari ‎ayah kandung almarhumah Ainun Maya, yakni Yanto yang membuat LP dengan nomor : LP/ 1514 / VIII / RES.1.6 / 2018 / Kalbar / Resta Ptk Kota, tanggal 04 Agustus 2018. (Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi/Lipprodok Humas Polda Kalimantan Barat, AKP Cucu Safiyudin S.Sos SH MH)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

Plt Walikota Pontianak, Ir H Edi Rusdi Kamtono, MT, MM didampingi Plt Sekda Ir Uray Indra mendapatkan penjelasan tentang kreasi pelaku ekonomi kreatif bidang literasi tadi malam, Jumat, 19/10/18.

Semarak Pameran Kuliner Harijadi Kota Pontianak

teraju.id, Ayani Mega Mall – Pusat keramaian Ayani Mega Mall berkali lipat padat akibat adanya …