Bahasa Indonesia: Bahasa Ilmu Pengetahuan dan Bahasa Internasional - teraju.id
Home > Berita > Bahasa Indonesia: Bahasa Ilmu Pengetahuan dan Bahasa Internasional
IMG_20171116_111257_442

Bahasa Indonesia: Bahasa Ilmu Pengetahuan dan Bahasa Internasional

teraju.id, Hotel Harris— Bahasa Indonesia yang baik dan benar perlu dimasyarakatkan karena dia merupakan bahasa persatuan sekaligus pengantar pendidikan dan pengajaran. Bahasa yang dikukuhkan sejak Soempah Pemoeda pada 28 Oktober 1928 ini juga potensial menjadi bahasa internasional.

“Kami memasyarakatkan isi Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI secara daring atau online, maupun laring atau offline karena hendak membawa Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan dan bahasa internasional,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Dr Dora Amelia saat membuka kegiatan Diseminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia bertempat di Hotel Harris, Kamis, 16/11/17.

Sebaran pengguna Bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu sebagai lingua-franca tidak hanya dari Sumatera hingga Papua, tetapi juga Malaysia, Filipina hingga Madagaskar. Oleh karena itu Bahasa Indonesia punya potensi tinggi menjadi bahasa internasional.

Kepala Balai Bahasa Kalbar, Aminulatif, SE, M.Pd tampil di sesi kedua di Hotel Harris, Kamis, 16/11/17
Kepala Balai Bahasa Kalbar, Aminulatif, SE, M.Pd tampil di sesi kedua di Hotel Harris, Kamis, 16/11/17

Tampil di hadapan 100 lebih peserta, Dora menekankan bahwa pembinaan dan pengayaan Bahasa Indonesia perlu aktif melakukan diseminasi. “Pertemuan pada hari ini juga hendak meningkatkan partisipasi setiap provinsi untuk mendaftarkan kosakata di daerahnya dalam rangka memperkaya Kamus Besar Bahasa Indonesia,” imbuhnya.

Kegiatan diseminasi yang dimulai dengan pembukaan formal dilanjutkan dengan penyajian materi serta tanya jawab. Seperti pada sesi pertama, tampil peneliti KBBI, H Sulastri yang merupakan peneliti senior KBBI. Ia menguraikan tentang prosedur bagaimana suatu kata bisa ditetapkan masuk ke dalam KBBI.

Baca Juga:  Cagub Kalbar 2018: Rekam Jejak, Prestasi Kerja dan Merit System

Pada sesi kedua tampil Kepala Balai Bahasa Kalbar, Aminulatif, SE, M.Pd. Ia menuturkan perihal sumbangsih kosakata daerah ke dalam KBBI. “Kita dari Balai Bahasa Kalbar sudah mengusulkan 490 kosakata daerah. Namun belum tahu berapa banyak yang akan ditetapkan masuk ke dalam KBBI,” urainya.

Diseminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia ditutup dengan pelatihan penggunaan KBBI Daring.

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Check Also

WhatsApp Image 2018-12-14 at 13.55.58

Rakor Pengamanan Natal dan Tahun Baru

terajut.id, Pontianak – Persiapan demi persiapan pelaksanaan pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mendatang, …