Empat Sebab Orang Terpapar Terorisme - teraju.id
Home > Berita > Empat Sebab Orang Terpapar Terorisme
IMG_20181008_101750_675

Empat Sebab Orang Terpapar Terorisme

teraju. id, Gardenia – Empat sebab mengapa banyak sosok berpendidikan memadai alias well educated terpapar terorisme. Keempatnya adalah kedangkalan pemahaman agama, masalah ekonomi, ketidakpuasan secara lokal, nasional, internasional, serta sikap balas dendam.

“Pendekatan teroris termudah memang masuk lewat jalur agama. Diawali kedangkalan pemahaman terhadap agama maka mereka masuk lewat terminologi thoghut, takfiri hingga khilafah,” ungkap Kol Sholahudin Nasution yang juga alumni IAIN.
Menurut pria berbatik dan pernah bertugas di TNI AU Lanud Soepadio Pontianak Kubu Raya ini, para tokoh agama sangat strategis untuk membina umatnya agar punya pemahaman yang pas tentang jihad, thoghut, kafir hingga khilafah. Dengan demikian setiap pemeluk agama tidak mudah terprovokasi maupun terindroktrinasi.

“Ada calon rektor terpapar terorisme. Ada oknum polisi. Ada oknum petugas lapas. Tak sedikit mahasiswa dari kampus papan atas Indonesia. Mengapa? Karena empat sebab tersebut di atas.

Kol Pnb Sholahudin Nasution Kasubdit Bina Masyarakat BNPT RI
Kol Pnb Sholahudin Nasution Kasubdit Bina Masyarakat BNPT RI

“Berdiri di hadapan 135 tokoh agama, juru dakwah maupun guru guru agama, Sholahudin meminta agar melebarkan sayap pembinaan umat agar kebal terhadap provokasi maupun indoktrinasi para teroris.

Di tempat yang sama dalam laporan kegiatan, Koordinator Bidang Agama FKPT Kalbar Dr H Wajidi Sayadi, M. Ag mengatakan bahwa masih banyak pihak yang tidak percaya bahwa terorisme itu ada di Indonesia. Ada pihak yang curiga bahwa teroris itu ulah intelijen. “Lihat bom keluarga di Surabaya sampai baku tembak di Mako Brimob, itu semua akibat aksi dari teroris. Mereka punya jaringan, sehingga tidak menutup kemungkinan masuk ke Kalbar. Apalagi Kalbar berbatasan darat langsung dengan Malaysia.”

Baca Juga:  BNPT Koordinasikan 35 Departemen, FKPT Kerjasama Dinas Terkait

Wajidi membagi lima golongan radikalisme. Yakni radikal gagasan atau ide. Premanisme. Milisi. Separatisme. Dan terakhir adalah radikalisme atas nama agama. “Kelompok mereka ada yang kategori inti, militan, pendukung, simpatisan dan masyarakat umum.”

Wajidi yang juga pengajar pasca sarjana IAIN Pontianak ini berharap penguatan kapasitas penyuluh agama dalam menghadapi radikalisme seperti yang digelar FKPT bersama BNPT, 8/10/18 dapat diikuti 135 peserta dengan baik. Selanjutnya secara bersama sama memperkuat keamanan dan ketentraman di Kalbar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. (kan)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

WhatsApp Image 2018-12-14 at 13.55.58

Rakor Pengamanan Natal dan Tahun Baru

terajut.id, Pontianak – Persiapan demi persiapan pelaksanaan pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mendatang, …