"Extra Ordinary Crimes" Meningkat di Kalbar - teraju.id
Home > Berita > “Extra Ordinary Crimes” Meningkat di Kalbar
IMG_20181012_151653_446

“Extra Ordinary Crimes” Meningkat di Kalbar

teraju.id, Polda – Kompleksitas karakteristik kerawanan daerah menjadikan dinamika Kamtibmas Kalimantan Barat lebih mengarah kepada extra ordinary crimes atau kejahatan-kejahatan yang bersifat luar biasa.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya kejahatan transnational crimes, borderless crimes, illegal treading dan narkoba. Kapolda, Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH, menjelaskan pengaruh dinamisasi politik dalam pasca Pilkada 2018 serta Pilpres/Pileg 2019 yang sudah memasuki tahapan kampanye juga menjadikan nuansa kejahatan lainnya, yaitu penyalahgunaan medsos, ujaran kebencian dan hate speech yang pada umumnya dilakukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Bertempat di Graha Khatulistiwa Mapolda Kalbar dan dihadapan para Kapolsek sejajaran Polda Kalbar, ia mengemukakan sejumlah agenda Kamtibmas yang telah terlaksana di Kalimantan Barat, Pilkada Serentak 2018, Pesparawi Nasional, dukungan Asian Games, Torch Relay Asian Para Games dan agenda agenda daerah yang terlaksana semua berjalan dengan lancar dan kondusif.

Ini menjadi tolak ukur dalam menyiapkan diri untuk menghadapi ancaman dan kerawanan kamtibmas yang sedang dan akan berkembang, kata Didi Haryono.

Pelaksanaan Program 100 hari kerja Kapolda Kalbar dengan branding Polda Kalbar Berkibar (Berkinerja Dengan Benar) mengedepankan pola pro aktif Policing dengan dominasi law enforcement (zero illegal) serta pembangunan sumber daya manusia yang profesional (zero tollerance). Itu menjadi komitmen kita semua bahwa kegiatan kegiatan yang pro aktif (KKYD) menjadi keberhasilan guna menjaga stabilitas yang kondusif bagi Kalimantan Barat, tuturnya.

Baca Juga:  BNPT-FKPT Kalbar Kupas Ayat-ayat Damai

Berkembangnya globalisasi tersebut, saat ini sudah bisa dirasakan sampai pelosok pedesaan, media sosial, internet dan media online menjadi tren yang cepat menyebar di masyarakat, beberapa perubahan paradigma sosial terjadi di wilayah Kecamatan dan Pedesaan, bahkan isu premordial dan radikalisme membangun perspektif dan pola pikir masyarakat awan yang baru mengenal teknologi. Pertumbuhan ekonomi yang baik ini bergerak paralel dan stimultan dengan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas guna mensukseskan agenda Kamtibmas di Kalimantan Barat, peran Polsek sangat penting. Menyikapi kondisi strategis dan agenda kamtibmas yang akan dilaksanakan di Kalimantan Barat maka perlu diwujudkan satu persepsi dan komitmen bersama, mulai dari Polsek sampai ke tingkat Polda.

Polsek sebagai delegasi Polri terdepan di tingkat Kecamatan memilki peran sentral sebagai pelaksana teknis yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, wujud dan peran tersebut dapat dilihat dan dirasakan langsung mulai dari pelosok pedalaman sampai pelayanan Polsek di wilayah Perkotaan, esensi kehadiran Polsek merupakan implementasi dari Program program Polri dan Polda, katanya.

Grand Strategy Polri (2015-2025) Strive For Excelent, membangun kemampuan kepercayaan publik dan dipercaya masyarakat untuk menuju tahap unggul. Promoter Kapolri (Profesional, Modern Terpercaya). Begitu juga Program 100 Hari Kerja Kapolda Kalbar, Polda Kalbar Berkibar (Berkinerja Dengan Benar) dengan moto Zero Illegal dan Zero Tolerance sudah selesai tahap ke-III.

Baca Juga:  BNPT: Bijaklah Bermedsos, 350 Ditangkap karena Terkoneksi Jaringan Teroris

Tahap I, Konsen pada law enforcement pengungkapan kasus kasus Illegal (Illegal logging, Illegal maining, Transnational Crimes, Penyeludupan dan Narkoba)

Tahap II, fokus konsen kepada Law enforcement, yaitu pembentukan satgas zero illegal dan zero tolerance dimasing-masing satker yang memilki fungsi penegakan hukum dan seluruh satwil dengan focus prioritas dibidang lingkungan hidup dan transnational crimes serta kejahatan terhadap kekayaan Negara dan narkoba.

Social maintenance, yaitu pemberian target penanganan zero illegal kepada satker dan satwil dengan memperhatikan dinamika sumber daya yang dimiliki. Public trust, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan dan kultur Kepolisian guna semakin menambah kepercayaan public secara berkelanjutan.

Partnership, yaitu meningkatkan kerjasama dengan stake holder sebagai mitra guna membangun keberhasilan program 100 hari jilid II. Dengan hasil yang significant, Polda Kalbar berhasil mengungkap sebanyak 596 kasus dan 793 tersangka serta penindakan Ops Pekat dalam rangka Ramadhan dengan hasil, 1.011 kasus dan 1.144 tersangka diseluruh wilayah Kalimantan Barat.

Tahap III, fokus konsen kepada transnational crimes dan enviromental crimes, prioritas penanganan kejahatan lintas batas, narkoba dan kejahatan lingkungan hidup sebagai extra ordinary crimes; Maintenance Partnership, memelihara serta meningkatkan hubungan dengan masyarakat dan stakeholder di wilayah hukum Kalimantan barat; Public Service, akselarasi pelayanan publik melalui penilaian masyarakat terhadap program Polda Kalbar Berkibar.

Program 100 hari Kapolda Kalbar secara umum digambarkan sebagai bentuk percepatan akselerasi Kepolisian dalam pelaksanaan tugas-tugasnya dan outcome yang diharapkan adalah, terjaminnya situasi kamtibmas yang kondusif sebagai faktor pelaksanaan agenda nasional serta terdukungnya pembangunan di Kalimantan Barat, katanya.

Baca Juga:  BNPT: Bijaklah Bermedsos, 350 Ditangkap karena Terkoneksi Jaringan Teroris

Dalam kajian organisasi Polri, telah ditetapkan metode operasional yang implementatif yaitu, Mabes Kecil, Polda Cukup, Polres Besar dan Polsek Kuat. Pada tataran Polsek kuat penerapan sumber daya personil di Polda Kalbar sangat memperhatikan kearifan lokal dimana penempatan personil mempertimbangkan local boy for the local job, hal ini tentunya diharapkan bahwa Polsek sebagai satuan terdepat dapat menjadi sebuah Problem Solving bagi permasalahan permasalahan sosial di Masyarakat.

Tinginya apresiasi masyarakat terhadap Polri dengan dirasakan hadirnya uniform police yang membawa rasa aman dan nyaman ditengah tengah kehidupan masyarakat. Walaupun situasi kepercayaan ini sifatnya fluktuatif maka diperlukan sebuah intervensi secara stimulan terhadap profesionalitas pelayanan ditingkat Polsek. Terkadang kondisi faktual berupa keterbatasan personil, anggaran jangan sampai menurunkan integritas kinerja, Kapolsek sebagai Manager harus bisa melakukan langkah langkah inovatif dengan melibatkan sumber daya dan masyarakatnya, terangnya. (r/cucu)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

WhatsApp Image 2018-12-14 at 13.55.58

Rakor Pengamanan Natal dan Tahun Baru

terajut.id, Pontianak – Persiapan demi persiapan pelaksanaan pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mendatang, …