Kinerja Polda Kalbar 2018: Saber Pungli Naik 1000 Persen - teraju.id
Home > Berita > Kinerja Polda Kalbar 2018: Saber Pungli Naik 1000 Persen
IMG_20190102_065445_307

Kinerja Polda Kalbar 2018: Saber Pungli Naik 1000 Persen

teraju.id, Pontianak – Tahun 2018 berlalu. Sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terhadap publik terkait penanganan kasus hingga pengelolaan anggaran, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 di Balai Kemitraan Polda Kalimantan Barat, Senin, 31 Desember 2018 pukul 20.00 WIB.

Didi menuturkan, kinerja Polda Kalbar dari Januari hingga Desember 2018 mulai dari aspek tugas pokok dan fungsi, bidang pembinaan dan logistik, bidang anggaran, bidang oprasional, operasi kepolisian dan pencapaian-pencapaian Polda Kalbar yang positif.

Polda Kalbar melakukan tugas-tugas secara proaktif guna meningkatkan rasa aman serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Alhamdulillah dalam satu tahun ini berjalan dengan lancar, tentunya bersama-sama dengan stakeholder dan seluruh komponen masyarakat.

Bidang Pembinaan

Daftar susunan Personel Polda Kalbar tahun 2017 baru terpenuhi sebanyak 10.451 personel. Di tahun 2018 personel Polda Kalbar mengalami penurunan sebanyak 9 personel jadi 10.442 personel.

Adapun sebaran personil tadi 10.451 ditahun 2017 dan 10.442 ditahun 2018, ini tersebar di polsek-polsek dan di 13 polres serta Bhabinkamtibmas.
Di bidang pembinaan ini juga, kuota penerimaan anggota polri dari tahun 2017 lalu dengan tahun 2018 mengalami peningkatan dari 317 di tahun 2017 menjadi 323 di tahun 2018.

Untuk tahun 2017 animo masuk polisi 4.575 peserta dan yang masuk sebanyak 317, ditahun 2018 karena sudah banyak memenuhi kegiatan-kegiatan operasional, animonya menurun jadi 3.817 tapi penerimaan meningkat jadi 323.

Sementara itu, di bidang pengawasan yang dimotori oleh Irwasda Polda Kalbar, Kombes Pol Andi Musa pengaduan masyarakat meningkat dari tahun 2017 yang hanya 51 pengaduan menjadi 78 pengaduan di tahun 2018.
Tahun 2017 laporan ada 51, sedangkan tahun 2018 ada 78, meningkat. Jadi pengaduan masyarakat meningkat sebanyak 27. Ini tentunya kepercayaan publik terhadap kinerja Polri tentunya semakin baik yakin bahwa laporan-laporannya akan ditanggapi.
Begitu juga dengan Saber Pungli yang mengalami kenaikan hingga 1.000%, dari 56 kegiatan di tahun 2017 menjadi 19.034 kegiatan di tahun 2018.

Di sini kenapa naik 1.000% diaspek pencegahan di 2018 ada 18.981 kegiatan. Penindakan memang minim karena memang aspek pencegahannya tinggi sehingga sangat paham tahun 2017 ada 11 kasus saber pungli yang kita proses, sedangkan ditahun 2018 tinggal 6 kasus.

Bidang Logistik

Di bidang logistik Polda Kalbar mendapatkan sarana prasarana terkait dengan dukungan tugas-tugas operasional kurang lebih 14 miliyar jadi total di tahun 2017, ada sekitar 321 miliyar sementara ditahun 2018 ditingkatkan oleh Mabes Polri.

Ini meningkat kurang lebih 14 miliyar seratus tujuh puluh dua juta sekian. Jadi tahun 2017 ada 321 miliyar sekian, 2018 ditingkatkan oleh Mabes Polri untuk mendukung sarana prasarana kami.

Untuk bidang kalau dinilaikan dengan rupiah ada 335 miliyar lima ratus enam puluh juta sekian, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Adapun alat-alat tersebut adalah kendaraan bermotor roda dua, kendaraan roda empat, kendaraan roda 6, kendaraan air, kemudian alat khusus. Kemudian senjata beserta dengan amunisinya,.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH berujar, Sedangkan untuk pembangunan dari APBN Mabes Polri meningkat, di tahun 2017 kalau dinilai dengan rupiah murni ada kurang lebih 49 miliyar sekian. Tahun 2018 meningkat menjadi 82 miliyar sekian,.

Jadi ada peningkatan kurang lebih 32 miliyar enam ratus sekian. Untuk APBN dari Mabes Polri pembangunan Polda Kalbar di tahun 2018 ada 29 unit. Jika dibandingkan dengan 2017 jauh sekali peningkatannya yaitu sampai kurang lebih 32 miliyar sekian.

Untuk hibah tanah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH menuturkan banyak mendapatkan hibah dari pemda-pemda dan perseorangan kepada Polda Kalbar terutama untuk pembangunan SPN, Mako Polsek dan Polres yang jumlahnya kurang lebih ada 19.

Adapun hibah tanah, kalau kita bandingkan dari tahun 2017 dan 2018, tahun 2017 empat miliyar sekian, 2018 14 miliyar sekian. Jadi ada 28 dari APBN kemudian 19 dari APBD jadi keseluruhannya ada 45 pembangunan selama 2018, ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH. Angka ini sangat signifikan kenapa, karena kita kerja. Kerja kita juga sama-sama didukung oleh warga masyarakat beserta seluruh stakeholder yang ada di Kalimantan Barat,.

Bangunan di tahun 2017 jika dinilai dengan angka rupiah murni kurang lebih tiga miliyar enam ratus sembilan puluh sembilan juta, sementara di tahun 2018, dinilai kurang lebih 26 miliyar seratus tujuh puluh tiga juta, untuk pembangunan.

Ini hibah dari seluruh warga masyarakat disini, yang memberikan apresiasi yang memberikan bantuan kepada kita. Selisihnya ada 607% dibandingkan dengan 2017, tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Di samping hibah tanah dan bangunan, ada juga hibah kendaraan bermotor dan satwa. Polda Kalbar juga dihibahkan mobil dari instansi-instansi tertentu kemudian digunakan untuk di polres-polres dan Brimob.

Bidang Anggaran

Tahun 2018 ada satu koma satu tujuh puluh empat triliun yang harus kami pertanggungjawabkan, 64% nya untuk belanja pegawai selebihnya untuk belanja barang dan belanja modal, tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Bidang Oprasional

Ada empat golongan kejahatan di Polri, yang pertama adalah kejahatan konfensional, kemudian ada kejahatan trans nasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, dan yang keempat adalah kejahatan berkotijensi.

Dari Januari hingga Desember tahun 2018 Polda Kalbar mencatat ada 5.903 kasus kejahatan yang dilaporkan, sedangkan di tahun 2017 ada 5.984 kasus.

Secara angka memang turun, tapi secara kejahatan konfensional juga turun dari 5.011, di 2018 turun menjadi 4.623. Namun untuk transnasional crime ada 724 kasus yang kita proses, kalau dibandingkan dengan 2017 ada 592, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kenapa ini meningkat, ini berarti yang melaporkan adalah petugas, entah itu dari Polrinya, entah itu dari TNI-nya, ntah itu dari Satpol PP-nya, pokoknya semua laporan yang ditangkap oleh masyarakat pasti meningkat contohnya itu Narkoba yang harus ditemukan, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kasus kejahatan konfensional adalah laporan dari masyarakat sementara kejahatan transnasional crime pelapornya adalah petugas. Begitu juga terhadap kejahatan kekayaan negara yang memerlukan keaktifan Polri untuk menyelidiki dan melaporkan.

Di tahun 2018 ada 556 kasus dan di tahun 2017 380 kasus, ini meningkat sebanyak 89,9%. Sehingga empat jenis kejahatan tersebut secara umum turun di 2018. Karena keaktifan kita melakukan penangkapan, melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya merugikan kekayaan negara, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Crime Index adalah kejahatan-kejahatan yang menjadikan atensi. Jadi penentuan Crime Index itu adalah tingkat keseringan kejahatan itu terjadi di satu tempat tertentu. Jadi disini di Kalimantan Barat yang paling sering terjadi adalah Penganiayaan dengan Pemberatan, pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, curanmor, dan yang terakhir adalah laka lantas, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Dari Crime Index tersebut tercatat pada tahun 2018 ada 3.630 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 dengan 3.695 kasus, kejahatan mengalami penurunan.

Turun sedikit, turun sedikit untuk kejahatan-kejahatan yang masuk Crime Index. Yaitu turun kurang lebih 65 kite presentasekan ada 40% turunnya, ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Untuk kasus narkoba, di tahun 2018 Polda Kalbar berhasil mengungkap sebanyak 771 kasus. Kapolda mengatakan hal ini karena keaktifan dari petugas sehinga pengungkapan kasus meningkat dari 2017 lalu yang berhasil mengungkap 530 kasus.

Jenis-jenis narkobanya adalah, ganja, ekstasi, dan sabu tambah happy five. Paling banyak adalah sabu. Ini selalu aja setiap hari ini para Kapolres selalu melaporkan kalo ngak narkoba, curanmor, yang setiap hari hampir mendominasi kejahatan di Kalimantan Barat.

Untuk narkoba kami sudah sepakat, pengedar, pemodal, bandar, tembak. Tembak tapi tidak mematikan. Ini tentunya menjadi suatu daya tangkal terhadap hal hal yang terkait dengan pencegahan kejahatan, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Dalam kesempatan tersebut Irjen Pol Didi juga menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan profiling terhadap pelaku narkoba.

Kalau dari gendernya memang lebih banyak pria. Jumlah totalnya ada 1.006 pelaku narkoba selama tahun 2018. Jadi kalau kita bagi 365 satu hari rata-rata dua sampai tiga orang pelaku narkoba yang kita tangkap, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kriminal Khusus

Selanjutnya penangannan kasus oleh Dit Reskrimsus, untuk tahun 2017 ada 52 kasus korupsi yang ditangani sementara 2018 menurun 44 kasus. Kasus yang terkait dengan perbatasan seperti ilegal logging, human traficking, dan seterusnya ada 123 kasus.

Terkait dengan ilegal logging sendiri ada 81 kasus kemudian ilegal maining ada 146 kasus sementara itu kasus ITE tahun 2018 ada 37 ini paling banyak pada saat pilkada kemaren kalau dibandingkan dengan 2017 lalu yang memang belum ada pilkada itu hanya 19 kasus, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Sementara itu, kasus Karhuta ada 29 dibandingkan 2017 hanya 3 kasus.

Kemaren kita dengan bapak Pangdam dibantu dengan semua komponen yang terkait ada juga pak Nyarong bersama-sama dengan Manggala Agni, semua. Kita proses semuanya dan tersangkanya ada 34 orang, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH berharap di tahun 2019 nanti penanganan kasus karhutla bisa lebih sedikit, mengingat Karhutla tahun 2018 banyak memakan korban bahkan ada yang meninggal dunia.

Untuk penanganan kasus Satgas Pangan jumlahnya ada 62 kasus yang diproses dengan tersangkanya sebanyak 62 orang dan hampir seluruhnya sampai proses sidik di Kejaksaan.

Satgas pangan kita kemarin mendapat apresiasi dari Mabes Polri, karena paling aktif dan paling banyak menangani kasus se Indonesia sebanyak 189 kasus. Ini berkat berkolaborasi dengan satgas pangan provinsi, bersama-sama melakukan upaya-upaya penindakan sehingga stabilitas harga dan ketersediaan sembako benar-benar dapat terjaga, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kriminal Umum

Penanganan kasus judi dari Direktorat Kriminal Umum diahun 2017, ada 212 kasus. Sementara Curanmor juga meningkat dari 541 kasus di tahun 2017 menjadi 523 kasus di tahun 2018. Hal ini terjadi karena tindakan tegas dari petugas.

IMG_20190102_065509_962

Kemudian street crime, yaitu kejahatan jalanan di tahun 2017 ada 2306 kasus, tahun 2018 menurun menjadi 2107. Alhamdulillah ini karena keaktifan personel, baik dengan teman-teman di unsur lain yang melakukan upaya-upaya bersama sampai dengan pola-pola penindakan, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Sementara itu, penanganan kasus premanisme terkait dengan pemalakan, parkir liar, mabuk-mabukkan dan sebagainya, ditahun 2017 ada 508 kasus dengan langkah penindakan dengan jumlah tersangka 152.

Begitu juga dengan Tibtor (penertiban Kendaraan Bermotor) KKYD ini adalah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan.

Tibtor ini saya dulu mengambil kebijakan karena tingginya tingkat pencurian kendaraan bermotor. Sasarannya kenalpot yang menimbulkan suara bising, tidak ada plat nomor dan perlengkapan kendaraannya tidak lengkap, tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Penanganan kasus tibtor ini tercatat sebanyak 95 kasus dengan jumlah tersangka 126 orang. Terakhir peananganan kasus tindak pidana perdagangan orang yaitu sebanyak 11 dari 29 laporan polisi ditambah dengan TKI ilegal jumlahnya adalah 87.

Ilegal Fishing

Ini kemaren menangkap kepiting yang mau diseludupkan ke Malaysia melalui Jagoi Babang sebanyak 3081 ekor yang mana satu ekor kepiting itu telurnya setidaknya ada dua juta telur. Sehingga jika dikalkulasi dengan rupiah ada 7.602.000.000 rupiah bisa kita selamatkan. Akhirnya kita serahkan ke karantina untuk dibudidayakan, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Lalu Lintas

Terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas dari 1281 kasus di tahun 2017 menjadi 1149 di tahun 2018.

Faktor kecelakaan lalu lintas ada empat, manusia, kendaraan, sarana prasarana jalan, dan alam. Dari empat faktor ini faktor manusialah penyebab utama. Sebab 80% faktor kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh ulah manusia.

Sebelum memberikan tanda driving license kita memberikan pelatihan-pelatihan, mulai dari safety riding sampai dengan safety driving. Ini sudah kita lakukan selama 2018 ini sehingga konsumen atau calon pembeli kendaraan sudah ada bekal, kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Jumlah Tahanan

Terlepas dari penyelesaian kasus kejahatan, Kapolda Kalbar juga menyampaikan bahwa jumlah tahanan ikut mengalami kenaikan dari 9.757 orang tahanan di tahun 2017, naik menjadi 10.711 orang tersangka di tahun 2018.

Perlu saya sampaikan bapak ibu, tahanan kita di tahun 2017 itu totalnya ada 9.757 orang, sedangkan 2018 naik menjadi 10.711 orang. Di tahun 2017 tahanan perempuan ada 1.161 orang, kemudian untuk 2018 perempuan ada 1.634 orang, naik, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Begitu juga laki-lakinya, tahun 2017, 4.208 orang, sedangkan di tahun 2018, meningkat jadi 9.347 orang. Irjen Pol Didi mengatakan, tahanan-tahanan yang jumlahnya selalu membengkak ini kebanyakan tersandung kasus Narkoba.

Mudah-mudahan di tahun 2019 nanti bisa memberikan efek deteren. Sehingga mereka-mereka yang pernah ditahan tentunya akan menyampaikan kepada masyarakat tidak enaknya ditahan itu. Jangankan ditahan baru diproses aja udah ndk enak apalagi ditahan, ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Untuk informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Pangdam XII Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Suyatmo, yang mewakili Danlanud, yang mewakili Danlantamal, Kejati Kalbar, Baginda Polin Lumban Gaol, Forkopimda Kalbar, para tokoh masyarakat dan awak media. (r/cucu)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

WhatsApp Image 2019-01-12 at 20.29.15

Kapolres Bangun Desa Mandiri

teraju.id, Polda – Pagi itu ratusan orang berkumpul di suatu tempat. Ada tua, ada muda. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *