Buah Pinang - teraju.id
Home > Berita > Buah Pinang
IMG_20171213_200520_458

Buah Pinang

Oleh: Ambaryani

Matahari mulai tinggi dan suasana pagi menjadi lebih hangat. Sepertinya cuaca akan cerah hari ini. Semoga saja.

Belum pukul 8 pagi, Bu Saidah sudah lengkap dengan caping, tas belanja yang berisi karung serta arit dan 2 galah panjang. 2 galah bambu sebesar lengan anak-anak, beliau ikat jadi satu.

Perlu 2 galah, karena kadang-kadang pohon pinang ada yang sudah menjulang tinggi. Tak sampai jika hanya 1 galah. Nantinya 2 galah itu akan disambung, diikat erat menggunakan tali.

Ujung salah satu bambunya sudah diberi lubang untuk menyelitkan arit. Iya, harus ada aritnya untuk memutuskan tangkai pinang atau orang sebut juga janjang pinang.

Aritnya harus tajam. Biar sekali tarik, janjang pinang langsung putus. Kalau tumpul, hanya akan meleset-leset. Susah. Dan akan lebih menguras tenaga. Meletihkan.

Beliau jalan kaki dari Teluk Nangka TR 32 menuju TR 9. Mau ambil pinang yang masih di pohon katanya. Beliau jolok sendiri.

Sekilo seribu rupiah beliau beli dari petani. Kemudian beliau kupas dan jemur sendiri. Setelah kering beliau jual tengkulak Rp. 11 ribu per kilonya.

“Untuk sambil-sambil Ndok…dikupas sikit-sikit sambil nonton TV, dari pada diam-diam ndak ada kerjaan”, kata Mbah Saidah.

Sekilo pinang basah, hanya jadi sekitar 3 ons kalau pinang sudah dikupas dan dalam kondisi kering. Susut banyak.

Tak ada alat bantu khusus yang Mbah Saidah pakai untuk mengupas pinang.
Hanya ada tetakan yang terbuat dari kayu bulat, tebalnya kurang lebih sekilan. Pisau dapur yang sudah diasah tajam. Kalau tidak tajam, tangan bisa melepuh jika banyak pinang yang harus dikupas.

Begitu sampai rumah, beliau hamparkan pinang di teras rumah. Kalau waktu senggang, mulai beliau kupas. Pinang yang sudah dijemur tapi belum kering, beliau biarkan masih terbungkus terpal di teras juga. Kalau matahari terik, bungkusan tinggal diangkat, lalu dijemur di halaman rumah. Yang sudah kering, langsung beliau masukkan dalam karung dan siap dijual. (*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Ambaryani

Ambaryani, Pranata Humas, staf Kemasyarakatan (Kemasy) Kecamatan Kubu. Menyukai dunia kepenulisan, dan telah menulis beberapa buku fiksi dan true story, sebagai penulis bersama. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa dan Club Menulis STAIN Pontianak, serta pernah magang di Harian Borneo Tribune Pontianak.

Check Also

WhatsApp Image 2018-10-22 at 10.19.46

Semarak Celoteh Anak di Pontianak Expo, Menjelaskan Dampak Buruk Asap Rokok Laksana Dokter!

teraju.id, PCC –  37 anak tampil dalam lomba berceloteh di panggung Pontianak Expo, Pontianak Convention …