Kembangkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah dari Desa - teraju.id
Home > Berita > Kembangkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah dari Desa
IMG_20181219_151852-800x450-600x338

Kembangkan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah dari Desa

teraju.id, Pontianak – Ekonomi Islam merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi yang di ilhami oleh nilai-nilai Islam. Prinsip dasar ekonomi Islam adalah tauhid, keadilan, nubuwah, khilafah, dan ma’ad atau hasil dari proses perekonomian itu sendiri.

Realisasi dari sistem ekonomi Islam dapat diawali dengan membangunnya melalui lingkup kecil. Sehingga kemudian dapat berlanjut menuju perkembangan yang lebih besar. Proses ini meski dipahami bersama sebagai bagian dari tugas para pegiat ekonomi Islam agar prospek ekonomi Islam ke depan semakin pesat perkembangannya.

Oleh karenanya, Kelompok Studi Ekonomi Islam Center for Islamic Economics Studies (KSEI CIES) Bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Ahwal Syakhshiyyah (HMJ AS) IAIN Pontianak atas bimbingan Dr. Dahlia Haliah Ma’u, S. Ag., M.H.I. menyelenggarakan kegiatan turun desa guna membangun peradaban ekonomi Islam di desa terutama daerah-daerah yang jauh dari pusat kota dan jangkauan pemerintah. Pasak Piang, Ambawang, Kubu Raya. Menjadi daerah pertama yang dikunjungi kedua organisasi Syariah ini.

Pukul 07.30 pagi (19/12/18) para mahasiswa yang tergabung dalam keanggotaan KSEI CIES dan HMJ AS berkumpul di lapangan gedung Syariah kampus IAIN Pontianak yang diarahkan langsung oleh ketua umum KSEI CIES. Tidak berapa lama kemudian perjalanan berlangsung. Lebih kurang memakan waktu 3,5 jam perjalanan dengan medan yang kurang bersahabat. Namun, kendala medan tidak sama sekali memutus rantai semangat mereka. Jalan setapak berlobang, jembatan gantung, jalan becek, sinyal tidak memadai, dan persoalan lainnya sepertinya sudah mafhum dipahami seluruh panitia.

Goes to Village atau turun desa ini ialah bentuk kepedulian terhadap keadaan perekonomian masyarakat desa Pasak Piang. Selain itu, penanaman 100 pohon juga diharapkan berpotensi membantu masyarakat untuk di kemudian hari menjadi lading pahala kepada seluruh panitia.

Cuaca di pagi harinya cukup mendukung, tetapi sesampainya di Pasak Piang terutama menjelang kajian cuaca menunjukkan ketidaksahabatannya. MIS Raudhatul Ulum IX yayasan Nurul Hidayah yang menjadi lokasi kajian diguyur hujan lebat pukul 13.00 WIB.

Fenomena alam ini rupanya tidak menyurutkan ibu-ibu desa Pasak Piang buyar. Mereka berbondong-bondong mendatangi kajian walau dengan paying. Demikian pula anak-anak yang Nampak riang mengikuti kajian kesempatan kali ini.

Dalam penyampaianya, Dahlia Haliah Ma’u menerangkan perekonomian keluarga berbasis syariah kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau mengawalinya dengan menjelaskan kebutuhan pokok dilihat dari kacamata Islam.
“Ibu-ibu sekalian yang dirahmatai Allah, kebutuhan manusia kalau dalam Islam itu ada 3, yaitu dharuriyat, hajjiyat, dan tahsiniyat. Dengan kata lain kebutuhan pokok, kebutuhan primer, dan kebutuhan sekunder. Ibu-ibu sebagai seorang istri adalah ratu dalam keluarga yang mengatur keuangan, sedang suami adalah raja yang memimpin dan mencari nafkah serta mendidik. Apabila antara suami dan istri saling memahami nilai-nilai Islam dalam ekonomi keluarga, maka disitulah terbentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.” Jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Yasin, kepala Yayasan Nurul Hidayah mengungkapkan kebahagiaannya atas kedatangan mahasiswa beserta dosen IAIN Pontianak ini. Ia pun mengharapkan ini tidak hanya yang pertama dan terakhir, tetapi merupakan agenda berkelanjutan agar kemudian menambah pengetahuan masyarakat terhadap ekonomi Syariah.

“kami sangat senang didatangi mahasiswa dan dosen dari IAIN, ini merupakan hal yang berejarah bagi saya pribadi apalagi kedatangan seorang doktor. Mudah-mudahan ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, semoga nanti bisa datang lagi supaya kami bisa kembali menuntut ilmu. Saya berdoa agar ibu Dahlia selaku dosen dan penceramah diberi kesehatan dan dipanjangkan umur serta rezekinya.” Ungkapnya.

Selain ketua Yayasan, Muhammad Yasin juga merupakan kepala dusun. Ia menyampaikan permohonan maaf kepala desa yang tidak bisa berpartisipasi dikarenakan ada urusan di luar sehingga tidak bisa menghadiri. Akan tetapi menurutnya, pemerintah desa Pasak Piang sangat mendukung penuh dan menyambut hangat kedatangan KSEI CIES dan HMJ AS Bersama Dr, Dahlia Haliah Ma’u, S. Ag., M.H.I ini.

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Juharis

Juharis, Mahasiswa Ekonomi Islam 2016 IAIN PONTIANAK Hobi Membaca dan Menulis Domisili Sambas, Kalbar Menggantungi cita-cita seorang Dosen dan Motivator

Check Also

gedung-mahkamah-konstitusi

Komisi III Tetapkan Aswanto dan Wahiduddin Adam Hakim MK

teraju.id, Jakarta – Wahiduddin Adams dan Aswanto telah resmi ditetapkan sebagai Hakim MK oleh Komisi …