Pemanfaatan Lahan Tidur - teraju.id
Home > Berita > Ekonomi > Pemanfaatan Lahan Tidur
IMG_20180116_190705_946

Pemanfaatan Lahan Tidur

Oleh: Ambaryani

Setiap melintasi ujung jalan Jangkang -Teluk Nangka, ada yang menarik di sana. Tanaman di pinggir jalan mulai banyak. Sedikit demi sedikit semak di kanan kiri jalan mulai lapang.

Pakis yang tebal dibabat habis hingga akar. Kemudian gambut di permukaannya dicangkul. Dikumpulkan menjadi gunungan mirip susunan api unggun, yang kemudian dibakar.

Sambil menunggu api melahap habis gunungan pakis, lalang serta permukaan gambut, warga mencangkul tanahnya. Setelah semua dicangkul, kemudian ditanami ubi kayu, cabe, pinang, juga serai.

Bahu jalan tidak semua disemen. Masih ada beberapa meter di kanan dan kirinya sebelum menyentuh parit. Lahan sisa itulah yang dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam.

Saya jadi teringat kampung Parit Wak Gatak ujung Jalan Perdamaian Kota Baru. Warga Wak Gatak banyak memanfaatkan sisa tanah jalan untuk bertanam serai, serta jeruk sambal. Banyak, bahkan hasilnya sampai bisa dijual.

Orang tua saya pernah bilang. Hidup di kampung sebenarnya lebih nyaman. Yang penting rajin. Kalau rajin, yakin. Hidup akan mudah. Ya, tak punya pun tanah, bisa menggarap tanah orang lain. Bagi hasil. Ada lahan sedikit, ditanami sayuran. Paling tidak, hasilnya bisa dinikmati sendiri. Bisa menghemat uang belanja. Malah hasilnya jika banyak bisa dijual. (*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Ambaryani

Ambaryani, Pranata Humas, staf Kemasyarakatan (Kemasy) Kecamatan Kubu. Menyukai dunia kepenulisan, dan telah menulis beberapa buku fiksi dan true story, sebagai penulis bersama. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa dan Club Menulis STAIN Pontianak, serta pernah magang di Harian Borneo Tribune Pontianak.

Check Also

Capture

Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam

Oleh: Juharis Kali kedua, Kelompok Studi Ekonomi Islam Center for Islamic Economics Studies IAIN Pontianak …