Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam - teraju.id
Home > Berita > Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam
Capture

Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam

Oleh: Juharis

Kali kedua, Kelompok Studi Ekonomi Islam Center for Islamic Economics Studies IAIN Pontianak melaksanakan kajian Ekonomi Islam. Kajian yang dilaksanakan pada Rabu, 07 November 2018 bertempat di gedung Syariah ruang 303 ini bertemakan “Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam.” Peserta yang hadir rata-rata mahasiswa ekonomi Islam semester 1-3. Jumlah peserta lebih kurang 20 orang, meski demikian antusias mereka cukup tinggi mengingat kajian ini sesuai dengan disiplin ilmu mereka.

Narasumber yang dihadirkan adalah dosen IAIN Pontianak sendiri, Eko Bahtiar. Dalam kesempatannya ia menyampaikan materi mengenai perbedaan ekonomi konvensional dan ekonomi Islam. Beliau menerangkan bahwa di dalam ekonomi konvensional terdapat system ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis yang berasal dari manusia sendiri. Sedangkan ekonomi Islam adalah ekonomi yang bersumber dari wahyu Allah yang disampaikan kepada nabi Muhammad.

Umumnya ekonomi kapitalis dapat dipahami sebagai ekonomi yang memberikan kebebasan kepada individu untuk melakukan kegiatan ekonomi, dengan kebebasan yang sebebas-bebasnya ini kemudian mengakibatkan peran dari pemerintah minim. Akibatnya banyak sekali permasalahan yang kemudian menjadi persoalan. Begitu pula dengan ekonomi sosialis yang menitikberatkan perekonomian pada pemerintah. Sedikit sekali peran individu di dalam sistem perekonomian ini sehingga kebebasan individu tidak begitu diperhatikan.

Adapun ekonomi Islam adalah ekonomi yang memberikan peran kepada pemerintah dan kebebasan individu. Kebebasan dalam arti sesuai dengan koridor yang telah diberlakukan dalam Alquran dan Hadis sebagai pijakan utama. Oleh karena itu menurut Eko Bahtiar, tidak ada system ekonomi yang lebih menyejahterakan kecuali ekonomi Islam. Selain sumbernya yang berasal dari Allah, ekonomi Islam juga berorientasi pada pemerataan seluruh elemen masyarakat tanpa adanya penggolongan yang dapat memecah belah persatuan.

Baiti Jannati mahasiswa semester 1 jurusan ekonomi Islam, salah satu peserta dalam kesempatannya bertanya kepada narasumber, “apa yang dilakukan ekonomi Islam jika ekonomu konvensional runtuh?” Eko Bahtiar lalu menjawab bahwa jika itu adalah ekonomi kapitalis dan ekonomi Sosialis maka wajar-wajar saja karena mereka tidak memperhatikan bagaimana pemerataan kesejahteraan sebagaimana ekonomi Islam.

Karena itu tutur Eko Bahtiar, saatnya kita sebagai orang Islam pindah ke ekonomi Islam dengan ikut andil dalam produk-produk yang islami seperti perbankan dan produk-produk berbasis Syariah lainnya. Untuk itu kita mesti belajar dan aktif di kegatan-kegiatan seperti kajian ini agar pengetahuan mengenai ekonomi Islam kian terasah sehingga kita memahami betul keberadaan ekonomi Islam. Selain itu, sebagai mahasiswa ekonomi Islam kewajibannya adalah belajar tentang ekonomi Islam sedang materi hukum, Ham dan diluar ekonomi sunnah bagi mahasiswa ekonomi. Nasihat Eko Bahtiar kepada peserta kajian.

Jika orang-orang sudah berpindah kepada ekonomi Islam menurut Eko Bahtiar, tidak akan adalagi masyarakat yang makan merebus batu dan tinggal di bawah kolong jembatan. Tidak aka nada lagi orang menjual agamanya dengan harga yang murah hanya karena desakan ekonomi. Tidak mungkin, karena ekonomi Islam memperhatikan betul kesejahteraan ummatnya. Tegasnya.

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About juharis

Juharis, Mahasiswa Ekonomi Islam 2016 IAIN PONTIANAK Hobi Membaca dan Menulis Domisili Sambas, Kalbar Menggantungi cita-cita seorang Dosen dan Motivator

Check Also

WhatsApp Image 2018-12-14 at 13.55.58

Rakor Pengamanan Natal dan Tahun Baru

terajut.id, Pontianak – Persiapan demi persiapan pelaksanaan pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mendatang, …