in

Kamar Kapsul

Oleh: Aspari Ismail

Hidup ini indah, jika kita berkenan memungut hikmah dari setiap peristiwa. Selalu saja ada pengalaman berharga, bila kita meluaskan hati dan pikiran atas masalah yang terjadi.

Kamis, 19/11/2020 ini saya punya pengalaman tak terlupakan. Pertama kalinya saya menginap di kamar hotel berbentuk kapsul di Bandara Soekarno Hatta. Ini terjadi karena saya terlambat cek in pesawat tadi siang. Keterlambatan hanya 5 menit. Tapi karena system sudah close, nego tingkat tinggi pun tidak membuahkan hasil. Kejadian ini semakin membuat saya sadar, betapa pentingnya menit demi menit waktu yang kita miliki.

Di masa pandemi Covid 19 ini penerbangan dari Jakarta-Pontianak tidak ada yang sore atau malam. Mau tak mau, saya mesti menginap lagi menunggu penerbangan esok pagi. Awalnya saya berencana mau menginap di musholla atau di emperan bandara beralaskan koran, seperti yang saya lakukan beberapa tahun lalu ketika mengalami hal yang sama, terlambat cek in pesawat. Waktu itu saya dari Bandung menuju bandara Soeta. Di perjalanan, ada mobil yang terguling di tengah jalan, menyebabkan macet parah. Namun, kanda saya Suhaimi M Yusuf yang baik hati, menentang keras niat saya itu. Beliau menyarankan untuk menginap di hotel. Saya hargai dan ikuti nasihat beliau.

Saya cari info penginapan di dalam bandara ini, ternyata ada kamar hotel berbentuk kapsul. Tentu saja saya tertarik untuk menginap di Hotel Digital Airport Hotel ini. Lokasinya sangat dekat musholla, tak jauh dari terminal keberangkatan 2D Gate 1. Bentuknya yang unik dan harganya terjangkau hanya Rp.200.000 hanya untuk satu orang. Untuk kapasitas 2 orang harganya Rp. 300.000 permalam. Sedangkan untuk family, kamar berbentuk box, muat tiga orang dengan harga Rp. 400.000.

Sensasi menginap di kamar ini seperti hidup di planet lain. Konsep yang di bangun seperti astronot luar angkasa. Barang-barang kita bisa disimpan di locker khusus. Di dalam kamarnya ada ac dan tv. (Penulis adalah pegiat literasi, bekerja di IAIN Pontianak)

Berbagi itu indah:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

My Mom

Paret ilang kotepun tenggelam, paret ilang peradabanpon ikot ilang…