in

Sahabat Masjid dari Masjid Nurul Falah, Depok Jabar Kunjungi Masjid Kapal Munzalan

Oleh: Beni Sulastyo

Alhamdulillah Masjid Kapal Munzalan mendapat kunjungan dari Pengurus Masjid Nurul Falah, Depok Jawa Barat. Anggota rombongan berjumlah 10 orang yang dipimpin oleh Ustaz Syahroni.

Ahlan wasahlan wamarhaban.
Selamat datang di Masjid Kapal Munzalan.

Para sahabat Masjid Kapal Munzalan ini adalah peserta Pelatihan Nasional Masjid Billionaire Angkatan I yang diselenggarakan bulan September-Oktober yang lalu. Masyaallah tabarakallah.

**

Pelatihan Masjid Billionaire menawarkan perspektif baru bagi para pengurus masjid, bahwa terbangunnya Masjid itu bukanlah tujuan akhir. Tapi awal dari kerja untuk membangun peradaban.

Karena masjid adalah awal, starting point, titik nol sebuah kerja, maka masjid harus bertumbuh. Maka, masjid harus terus bergerak dan menggerakan. Maka, masjid jangan berhenti pada fase “sebagai tempat ibadah shalat” belaka.

Masjid harus bisa melanjutkan kerja selanjutnya. Salah satunya adalah sebagai pemantik/ pemicu kemajuan masyarakat. Kemajuan dalam segala bidang. Baik dalam ilmu pengetahuan, dalam bidang sosial, maupun dalam bidang ekonomi.

“Masjid harus bisa MAKMUR DAN MEMAKMURKAN!”, hatur Gurunda Syahid Fisabilillah, Presiden Masjid Kurir Langit, Barru Sulsel.

Kemajuan itu akan terjadi secara natural dengan membangun 3 fondasi dasar, yaitu baitullah, baitulmaal dan baitulmuamalah.

Pengembangan baitullah dilakukan dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, pusat pendidikan, pusat praktik ajaran Dienulislam berbasikan Quran dan Sunnah. Pengembangan fondasi baitullah diupayakan pula dengan mengajak ormas (orang masjid) untuk melakukan amal sholeh secara berjamaah.

Agar kita dapat membangun baitullah, maka masjid harus dapat menjadi “Sahabat Manusia”. Masjid harus ramah dengan siapa saja.

“Masjid harus ROMMANTIS, ramah dengan Orang Muda, ramah dengan Musafir, ramah dengan Anak-anak, ramah dengan Tetangga Sekitar”, demikian hatur Gurunda Ustaz Luqmanulhakim salah satu coach Pelatihan Nasional Masjid Billionaire.

Dalam membangun kehidupan berjamaah, pengurus juga harus memahami pentingnya kepemimpinan. Gurunda Rendy Saputra, salah satu coach di Pelatihan Nasional Masjid Billionaire pernah menyampaikan kepada peserta pelatihan bahwa kita harus bisa membedakan antara gerombolan dan jamaah. Perbedaannya adalah pada tegaknya kepemimpinan.

Menurut Gurunda Rendy Saputra, Orang banyak tanpa pemimpin yang ditaati adalah gerombolan. Allah dan Rasulullah memerintahkan kita untuk hidup berjamaah, bukan hidup bergerombol. Gerombolan itu orangnya jamak tapi mikir dan bergerak sendiri-sendiri. Bergerombol itu banyak orang tapi tak ada pemimpin yang disepakati dan ditaati.

“Berbeda dengan berjamaah. Berjamaah itu orangnya jamak (banyak), dan harus ada pemimpin yang disepakati dan ditaati. Persis seperti shalat berjamaah di Masjid”, Demikian hatur Gurunda Rendy Saputra.

*

Pelatihan Nasional Masjid Billionaire Angkatan I telah diikuti oleh 250 peserta yang berasal pengurus masjid dari Aceh sampai Papua. Pelatihan Angkatan I ini bahkan diikuti pula peserta yang berasal dari Masjid di Qatar dan Australia.

Pelatihan Nasional Angkatan II insyaallah akan digelar pada pertengahan desember. Pelatihan Angkatan II ini selain akan dibersamai oleh Gurunda Ustaz Luqmanulhakim, Gurunda Ustaz Rendy Saputra, Gurunda H.M. Nur Hasan, Gurunda Adi Pratama, dan Gurunda Syahid Fisabilillah, insyaallah akan dibersamai pula oleh Tuan Guru Ustaz Abdul Somad.

Pelatihan Nasional ini akan ditindaklanjuti dengan program pendampingan manajemen baitullah, pendirian Baitulmaal dan pendirian Amal Tijarah Masjid (unit usaha masjid).

Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Kakakmimin di nomor 083140526648.

“Mari bangun Masjid, mari bangun peradaban, mari bangun bangsa dan negara tercinta”

*

Pontianak, 18.11.2020
Beni Sulastiyo
Temanbelajar WAG Masjidbillionaire

Berbagi itu indah:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Mereka Berwakaf dengan Hasil Mencengangkan

Wakaf Produktif Unggas-Sapi dan Tani