Opini Archives - Page 2 of 23 - teraju.id
Home > Opini (page 2)

Opini

Basaria Panjaitan: Jangan Pilih Caleg Mantan Napi Koruptor

WhatsApp Image 2019-03-01 at 23.56.30

Oleh: A. Nendro Saputro Wakil Ketua KPK Republik Indonesia Basaria Panjaitan menjawab pilihan yang sebaiknya para mahasiswa STARKI pilih ketika ditanya tentang Calon Legislatif Mantan Napi Koruptor oleh seorang mahasiswa. Ia menganjurkan, agar mahasiswa menuruti suara hati untuk tidak memilih para Caleg Mantan Napi Koruptor pada Pemilu April 2019 nanti. …

Read More »

Pasinaon: Kejujuran

leo

Oleh : Leo Sutrisno Kejujuran merupakan salah satu keutamaan moral jika kita ingin memiliki kepribadian yang kuat. Seseorang yang mempunyai kepribadian yang kuat akan bertindak sesuai dengan apa yang diyakininya sebagai benar. Bersikap jujur kepada orang lain berarti ‘terbuka’ dan ‘fair’. Terbuka bukan berarti kita harus menjawab dengan lengkap setiap …

Read More »

Pasinaon: Berkepribadian yang Kuat

leo

Oleh: Leo Sutrisno Kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi yang berlangsung dalam tiga dasa warsa terakhir ini menghasilkan peristiwa ‘big bang’ dalam dunia digital. Hampir semua orang kini dengan penuh kegembiraan (kalau bukan ‘kemaruk’) menjelajahi dunia maya dimana pun dan kapan pun. Sore tadi, 26-2-2019, di suatu tempat di Yogya, …

Read More »

Pasinaon: Media Sosial (yang) Merusak Keselarasan Sosial

leo

Oleh: Leo Sutrisno Kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi yang berlangsung dalam tiga dasa warsa terakhir ini menghasilkan peristiwa ‘big bang’ dalam dunia digital. Dewasa ini, hampir semua orang tidak lepas dari dunia ini. Dunia dalam genggaman tangannya selama 24 jam tiada henti. Hampir semua orang kini dengan penuh kegembiraan …

Read More »

Pasinaon: Hormat

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pola pergaulan orang Jawa terdapat dua aturan yang tidak boleh dilanggar, yaitu: harus rukun dan harus hormat. Kedua aturan ini digunakan untuk memelihara keselarasan, kedamaian, ketenangan, ketentraman di masyarakat. Dalam sajian ini akan dibahas aturan kedua, hormat. Aturan ini mengatakan bahwa setiap orang dalam cara berbicara …

Read More »

Pasinaon: Rukun

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pola pergaulan orang Jawa terdapat dua ‘aturan’ yang tidak boleh dilanggar, yaitu: harus rukun dan harus hormat. Kedua aturan ini digunakan untuk memelihara keselarasan, kedamaian, ketenangan, ketentraman di masyarakat. Dalam sajian ini akan dibahas aturan pertama, “rukun”. Istilah ‘untuk memelihara keselarasan’ menjadi kunci karena, orang Jawa …

Read More »

(Jelang) Seabad Pers Kalimantan Barat

Ranie Suleiman (Bung JAS Affandie) ditengah berkacamata.  Foto para jurnalis Kalbar di Pontianak angkatan pertama (1919–1920-an). Tampak antara lain DaEng Tatar, Ya’ Idris Daham
Noor, Mr Eddy Tala, Gusti Mohamad Haidlir, Ranie Suleiman (Bung JAS Affandie, penulis puisi modern pertama Kalbar di Majalah Pandji Pustaka Jakarta), DaEng Alie, dan lainnya (foto koleksi Din Osman)

* Catatan Dokumenter Syafaruddin Usman MHD Pada masa rezim kolonial Belanda di Borneo (Kalimantan) Barat mulai berkembang media pers seperti majalah dan koran yang umumnya terbit tiap seminggu sekali. Mengenai penerbitannya yang hanya mampu terbit tujuh hari sekali ini disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana pada masa itu seperti ketersediaan …

Read More »

Pasinaon: Tindakan yang Tepat

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pandangan dunia Jawa, keberhasilan seseorang adalah keadaan ‘slamêt’. Dalam keadaan ‘slamêt’, yang bersangkutan merasa tenteram dan tenang. Slamêt berarti batin tenang tenteram. Orang akan mendapatkan ketenangan batin jika yang bersangkutan memiliki kemampuan menggotrol napsu-napsu duniawi sedemikian rupa sehingga ia akan ‘terbebas’ dari hal-hal yang bbersifat duniawi. …

Read More »

Pasinaon: ‘durung Jawa’

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pandangan orang Jawa, tindakan yang tepat itu hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki sikap batin yang tepat serta mengetahui tempatnya terhadap sekitarnya dan terhadap dunia dengan tepat. sebaliknya, seseorang yang masih mengikuti pengaruh napsu-napsu dan pamrihnya akan melalaikan kewajibannya (dan tidak peduli) terhadap kerukunan …

Read More »

Pasinaon: Ramé ing gawé

leo

Oleh: Leo Sutrisno Sikap dasar yang dianggap luhur (oleh orang Jawa) adalah ‘jauh dari pamrih’ (sêpi ing pamrih). Seseorang yang ‘sepi ing pamrih’ tidak lagi gelisah dan prihatin terhadap diri sendiri. Pada titik ini, yang bersangkutan dianggap telah mencapai kematangan moral (Jawa). Beberapa sikap khas yang menandai kematangan moral seseorang …

Read More »