Opini Archives - Page 4 of 25 - teraju.id
Home > Opini (page 4)

Opini

Pasinaon: Rukun

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pola pergaulan orang Jawa terdapat dua ‘aturan’ yang tidak boleh dilanggar, yaitu: harus rukun dan harus hormat. Kedua aturan ini digunakan untuk memelihara keselarasan, kedamaian, ketenangan, ketentraman di masyarakat. Dalam sajian ini akan dibahas aturan pertama, “rukun”. Istilah ‘untuk memelihara keselarasan’ menjadi kunci karena, orang Jawa …

Read More »

(Jelang) Seabad Pers Kalimantan Barat

Ranie Suleiman (Bung JAS Affandie) ditengah berkacamata.  Foto para jurnalis Kalbar di Pontianak angkatan pertama (1919–1920-an). Tampak antara lain DaEng Tatar, Ya’ Idris Daham
Noor, Mr Eddy Tala, Gusti Mohamad Haidlir, Ranie Suleiman (Bung JAS Affandie, penulis puisi modern pertama Kalbar di Majalah Pandji Pustaka Jakarta), DaEng Alie, dan lainnya (foto koleksi Din Osman)

* Catatan Dokumenter Syafaruddin Usman MHD Pada masa rezim kolonial Belanda di Borneo (Kalimantan) Barat mulai berkembang media pers seperti majalah dan koran yang umumnya terbit tiap seminggu sekali. Mengenai penerbitannya yang hanya mampu terbit tujuh hari sekali ini disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana pada masa itu seperti ketersediaan …

Read More »

Pasinaon: Tindakan yang Tepat

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pandangan dunia Jawa, keberhasilan seseorang adalah keadaan ‘slamêt’. Dalam keadaan ‘slamêt’, yang bersangkutan merasa tenteram dan tenang. Slamêt berarti batin tenang tenteram. Orang akan mendapatkan ketenangan batin jika yang bersangkutan memiliki kemampuan menggotrol napsu-napsu duniawi sedemikian rupa sehingga ia akan ‘terbebas’ dari hal-hal yang bbersifat duniawi. …

Read More »

Pasinaon: ‘durung Jawa’

leo

Oleh: Leo Sutrisno Dalam pandangan orang Jawa, tindakan yang tepat itu hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki sikap batin yang tepat serta mengetahui tempatnya terhadap sekitarnya dan terhadap dunia dengan tepat. sebaliknya, seseorang yang masih mengikuti pengaruh napsu-napsu dan pamrihnya akan melalaikan kewajibannya (dan tidak peduli) terhadap kerukunan …

Read More »

Pasinaon: Ramé ing gawé

leo

Oleh: Leo Sutrisno Sikap dasar yang dianggap luhur (oleh orang Jawa) adalah ‘jauh dari pamrih’ (sêpi ing pamrih). Seseorang yang ‘sepi ing pamrih’ tidak lagi gelisah dan prihatin terhadap diri sendiri. Pada titik ini, yang bersangkutan dianggap telah mencapai kematangan moral (Jawa). Beberapa sikap khas yang menandai kematangan moral seseorang …

Read More »

Pasinaon: sabar, nrima, iklas dan jujur

leo (1)

Olehy: Leo Sutrisno Ciri khas sikap ‘sepi ing pamrih’ yang dikembangkan orang Jawa merupakan kombinasi antara kematangan hati yang tenang, kebebasan dari kekawatiran tentang diri sendiri dan kerelaan untuk membatasi diri pada peran dalam dunia yang telah ditetapkan. Pada titik ini, yang bersangkutan dianggap telah mencapai kematangan moral (Jawa). Beberapa …

Read More »

Pasinaon: Napsu dan pamrih

leo

Olreh: Leo Sutrisno Dua hal yang mengancam cara hidup (orang Jawa) yang tepat, yaitu: napsu dan pamrih. Napsu-napsu (nêpsu) yang paling terkenal di kalangan masyarakat Jawa adalah ‘mâlimâ’- madat, madon, mangan, main dan minum. Napsu adalah perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri dan membelenggu seseorang pada dunia lahir. Bagi orang …

Read More »

Leila’Toelmala Jurnalis Perempuan Kalbar Pertama

WhatsApp Image 2019-02-13 at 14.28.32

* Catatan Syafaruddin Usman MHD Tjaja Timoer adalah surat kabar bulanan bergambar yang terbit pertama kali pada 15 Januari 1928 di Pontianak. Tjaja Timoer menyatakan bukan organ dari suatu organisasi atau perkumpulan sehingga bertujuan untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan kelompok. Tjaja Timoer dicetak oleh Drukkerij Annashar&co. Adapun kantor direksi, …

Read More »

Menentukan Pilihan, “Nyaman-nyaman Sakit”

IMG_20190210_072149_105

Oleh: Yusriadi Saya sering ditanya orang, “Siapa calon yang ‘kita’ pilih dalam Pemilu dan Pilpres 2019 ini?” Sering juga saya “ditembak”, “Kamu sih… sudah pasti pilih calon nomor….” Termasuk Sabtu (9/2) kemarin. Saat konyen –kunjungan lebaran Imlek ke rumah keluarga, saya juga mendapat pertanyaan yang kurang lebih sama. Saya dipancing …

Read More »

In Memoriam H. Ishaq Saleh

953892_07372508022019_20130206ishaq-saleh-dpd-ri

* Kenangan Syafaruddin Usman Innalillahi wa inna Ilaihi rajiun. Kalbar kembali kehilangan seorang tokoh panutannya. Setelah menjalani perawatan cukup lama, politisi gaek H Ishaq Saleh, Jumat 8 Februari pukul 17.10 menghembuskan napas terakhirnya di RS Sudarso Pontianak. Politisi lintas zaman ini selain dikenal sebagai sosok seorang ayah, juga figur yang …

Read More »