Ban Cangkul - teraju.id
Home > Berita > Ban Cangkul
IMG_20180112_213911_534

Ban Cangkul

Oleh: Ambaryani

Tak pernah terbersit dalam pikiran saya ban motor akan beralih pada ban cangkul. Iya, karena di kota, jalan mulus beraspal. Ban cangkul, bukan pilihan.
Lain halnya sekarang, tidak hanya saya saja yang kemudian beralih ke ban bergerigi besar ini. Teman-teman lain yang penempatan di kampung dan medan yang berat, becek, mengganti ban motor belakang dengan ban cangkul.

Terlebih beberapa kawan yang juga pakai ban cangkul sudah punya pengalaman jatuh dari motor pas jalan licin. Kata teman saya yang di Sungai Asam, saket…jalan e kalau dah ujan, sambil dia menunjukkan bekam biru bekas jatuh di perjalanan menuju tempat dinas.

Memang benar, kalau ban kota, ban biasa dipakai di medan tanah licin, susah. Semakin di gas, ban semakin meleset-leset. Bukan malah maju. Motor jadi melintang.

“Tak kuase aku ban melancar kalo dah becek, ganti aku ban cangkol. Nyaman”, kata Kak Rina yang rutin turun dan pulang Kubu sama-sama.

Kalau musim hujan, perjalanan menjadi lebih ringan sekarang. Dulu, sebelum ganti ban, jika jadwal pulang Pontianak pas kondisi hujan rasanya maju mundur.
Sekarang jangan ditanya. Awan sudah bergantung tebal dan gelap, tak peduli.

Bismillah, tancap gas pulang ke Pontianak. Semakin cepat pulang semakin banyak waktu berkumpul dengan keluarga. Waktu berkumpul dengan keluarga menjadi barang mahal sekarang. (*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

Baca Juga:  Motor dan Jalan ke Kubu

About Ambaryani

Ambaryani, Pranata Humas, staf Kemasyarakatan (Kemasy) Kecamatan Kubu. Menyukai dunia kepenulisan, dan telah menulis beberapa buku fiksi dan true story, sebagai penulis bersama. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa dan Club Menulis STAIN Pontianak, serta pernah magang di Harian Borneo Tribune Pontianak.

Check Also

WhatsApp Image 2018-09-18 at 15.22.34

FKPT Kalbar Audiensi ke Kanwil Kemenag

teraju.id, Kobar – Menjelang kegiatan yang melibatkan penyuluh agama maupun pengajar ilmu agama pada awal …