Senja di Ujung Sungai Kubu - teraju.id
Home > Community > Senja di Ujung Sungai Kubu
IMG_20171224_111624_842

Senja di Ujung Sungai Kubu

Oleh: Ambaryani

Angin semilir sore ini.# Sungai Kubu nampak tenang. Ibu-ibu duduk santai sambil berbincang. Anak-anak sudah berpakaian rapi. Sementara para Bapak ada yang masih di atas perahu, ada juga yang masih memperbaiki perahunya.
Matahari sudah mulai terbenam.

Menyisakansemburat merah yang cantik. Baru kali ini saya melewatkan senja di tepian sungai Kubu. Biasanya, sepulang kerja langsung pulang ke Teluk Nangka.

Suara tarhim mulai berkumandang. Dari berbagai penjuru bersahutan. Semakin malam, udara semakin sejuk.

Tenda-tenda yang didirikan sejak perayaan robo’-robo’, mulai terang dengan lampu neon putih. Para penjual siap menjemput rezki. Walaupun malam ini tak ada hiburan apapun di panggung yang juga didirikan sejak robo’-robo’ dulu. Panggung dan pasar dadakan ini akan terus ada hingga perayaan pergantian tahun nanti.

Di malam tertentu, ada pertunjukkan musik di panggung itu. Jika sudah begitu, pasar dadakan akan lebih ramai dari hari ini. Kadang, suara musik dari panggung ini, terdengar hingga rumah Teluk Nangka.

Belum pernah sekalipun saya menyaksikan pertunjukkan malam hari. Maklum, jalan Teluk Nangka dulu parah. Jadi berpikir 1000 kali untuk keluar malam hari. Siang hari saja, susah bukan kepalang lewat jalan becek itu, apa lagi malam.

Tapi hari ini, saat jembatan Teluk Nangka sudah jadi dan waktu saya serta teman sinkron, tak ada keramaian apapun. Langkah kiri. Ibu Tlaha yang rumahnya pas di ujung pasar dadakan, sampai menggoda kami hari itu.

Baca Juga:  Setelah 33 Hari Berlalu

“Tak boleh keluar malam ke ape? Mainlah rumah Ibu sinek! Kalau malam ramai”, kata beliau sambil ketawa di ujung telepon. Dan sore itu, saya membayar tagihan Ibu Tlaha. Dan tagihan hutang itu, terbayar dan dengan rasa takjub saat menyaksikan senja di ujung sungai Kubu. (*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Ambaryani

Ambaryani, Pranata Humas, staf Kemasyarakatan (Kemasy) Kecamatan Kubu. Menyukai dunia kepenulisan, dan telah menulis beberapa buku fiksi dan true story, sebagai penulis bersama. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa dan Club Menulis STAIN Pontianak, serta pernah magang di Harian Borneo Tribune Pontianak.

Check Also

WhatsApp Image 2018-10-13 at 18.35.05

Langkah Pertama Menjadi Penulis

Oleh: Saripaini Sabtu, 13 Oktober 2018 anggota Club Menulis IAIN Pontianak menulis bersama. Hari ini …