Buku Membuat Perjalanan Lebih Bermakna - teraju.id
Home > Berita > Buku Membuat Perjalanan Lebih Bermakna
IMG_20170904_184545_629

Buku Membuat Perjalanan Lebih Bermakna

Oleh: Yusriadi

Wajah-wajah cerah diperlihatkan. Senyum mekar ditunjukkan.
Itulah pantauan saya pada Minggu malam (27/8/2017). Malam itu saya menghadiri launching buku “Mengintip Indonesia dari Jiran”. Buku itu karya bersama 13 Relawan Kampoeng English Poernama (KEP) diterbitkan Top Indonesia.
13 penulis itu Nur Iskandar, Huntung Dwiyani, Asfiyah R, Amelia Arnold, Azizah Arsy, Dwi Syafriyanti, Mia Islamidewi, Melly Meliantha, Septia Putri, Luna Pujianto, Luvitha Audita, Elva Alvita, Elna Saafa.
Bagi beberapa relawan, buku ini adalah tulisan pertama yang diterbitkan. Oleh karena itu perjalanan kali ini memberikan kesan mendalam.
Nur Iskandar, penggagas, penulis dan editor buku itu mengatakan penerbitan buku itu dilakukan untuk menumbuhkembangkam budaya menulis. Dia ingin budaya literasi tumbuh di kalangan relawan dan orang-orang di KEP. Menulis adalah bagian dari cara belajar bahasa dan mengasah kemampuan.
Ya, selain itu menulis juga mengikat kenangan. Ingatan orang tentang orang lain dan tentang tempat, terbatas. Dalam jangka waktu tertentu ingatan akan kabur.
Menulis perlu pengamatan. Dengan menulis, orang juga menjadi lebih awas mengamati apa yang ada di sekitarnya dan apa yang dialaminya.
Setiap kesempatan menjadi penting. Setiap hal menjadi menarik.
Seseorang yang berjalan dan menulis, menjadi lebih aktif untuk berkomunikasi karena menginginkan data untuk bahan tulisan. Hal itu juga berarti dia akan lebih hangat dalam berinteraksi dengan orang lain. Dia akan berkenalan dan berteman dengan banyak orang.
Semua itu jelas membuat perjalanan lebih bermakna.
Selamat untuk para penulis dan KEP. (y).

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Yusriadi

Dosen pengampu Bahasa Indonesia. Ia juga pernah mengampu mata kuliah Jurnalistik dan sejenisnya. Gelar doktor ia peroleh di Universiti Kebangsaan Malaysia. Selain dosen, ia juga aktif di salah satu media online Kalimantan Barat sebagai Redaktur.

Check Also

Penulis,paling kanan bersama para wartawan yang mengikuti Indo Journalist Programe di Institute for Training and Development (ITD) Amherst, Massachussets, AS, tahun 2002.

Damai dengan Etika Jurnalisme dan Investigative Reporting

Oleh: Nur Iskandar * Saat itu Kalbar dilanda konflik berdarah-darah. Ada kerusuhan di wilayah pantai …