in

Surat Terbuka kepada Ibu Bupati Mempawah

Yth, Bupati Mempawah

Membaca berita media tentang APBD Perubahan 2020 yang juga diperkuat pernyataan salah satu pimpinan DPRD membuktikan bahwa ada mata anggaran belanja pengadaan mobil dinas bernilai milyaran. Tentu bagi saya sebagai warga Mempawah (rumah dan KTP Mempawah) mengelus dada bukan karena iri, dengki terhadap fasilitas seorang pejabat, tetapi dimana letak mata hati / nurani di saat bangsa ini berperang melawan pandemi.

Mata anggaran itu jika dilihat perspektif hukum tidak ada yg dilanggar walaupun masih butuh kajian lagi (bagaimana prosesnya tercantum tidak di KUA/PPAS dan RKPD). Tapi saya memaklumi itu, namun jangan juga hanya semata-mata berdalih aturan (UU, PP, dan Permendagri ttg penyusunan APBD), karena saya juga belajar ttg hal itu apalagi konsentrasi ilmu saya adalah keuangan daerah. (Maaf bukan sok pintar).

Maksud saya kendati tidak ada aturan yg dilanggar tetapi sekali lagi saya sampaikan mari kita lihat fakta di lapangan dampak ekonomi keluarga di era pandemi covid 19 ini. (Makin baik atau menurun). Karena data secara nasional maupun regional ekonomi kita sedang mengalami kontraksi, indikator nya secara makro ekonomi tumbuh minus.

Maka dari itu saya mohon kiranya Ibu Bupati Mempawah yg saya yakin punya empati (sense of crisis) bisa menunda atau membatalkan semua belanja kendaraan dinas, tanpa terkecuali. Belajar lah dr KPK yg juga melakukan hal yg sama dengan membatalkan belanja mobil operasional dengan dialihkan utk kegiatan lain. KPK akan melakukan ini karena mendengar kritikan dan saran dari publik.

Sayangilah anak-anak kita ibu, yang hingga kini belum bisa sekolah atau belajar tatap muka. Padahal ancaman hilang generasi (lost generation) akan menjadi kenyataan jika pendidikan anak sekolah seperti ini. Mengapa tidak ibu Bupati gunakan untuk belanja alat pelindung diri (APD) bagi anak-anak didik kita biar bisa belajar di sekolah? Kasihan mereka bu…

Belum lagi masyarakat golongan menengah ke bawah yg menerima dampak ekonomi akibat pandemi. Ibu bisa tanya kepada pedagang pasar pagi, kepada pedagang kuliner bagaimana mereka omsetnya turun atau naik.

Saya belum mendengar APBD Mempawah membantu kelompok rentan seperti ini. Semua masih bersumber dari APBN.

Untuk Ibu Bupati Mempawah mari kita dengar kan mata hati kita. Semoga surat terbuka ini menjadi pertimbangan untuk melakukan sesuatu yg bijak. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum.
Ttd,

SUSANTO

Berbagi itu indah:

Jembatan Sambas Besar

Pontianak 249