“Dayat” dan Penyelesaian Masalah Fundamental - teraju.id
Home > Terajuk Rencana > “Dayat” dan Penyelesaian Masalah Fundamental
images1

“Dayat” dan Penyelesaian Masalah Fundamental

Dayat, warga Beting sudah dimakamkan. Doa banyak orang sudah dipanjatkan untuknya. Masalah yang timbul setelah kematiannya juga sudah diselesaikan. Api yang sempat membumbung, sudah padam. Ada komunikasi antar pihak dan kesepakatan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dengan baik. Petinggi Kepolisian sudah menjelaskan duduk perkara, dan keluarga Dayat juga sudah rela pada suratan takdir.

Kita mengapresiasi sikap-sikap yang ditunjukkan semua pihak. Kita melihat betapa seriusnya kepolisian menyelesaikan masalah ini. Kita juga melihat betapa sabarnya pihak keluarga menerima kenyataan ini. Pihak-pihak lain juga sudah ikut bersama menyelesaikan masalah, sehingga penyelesaiannya menjadi lebih mudah dan cepat.
Kita berharap sikap-sikap kepedulian dan cepat bertindak, serta sikap kesabaran dan rela pada suratan takdir tetap dipertahankan. Kita berharap sikap-sikap ini dimiliki oleh semua pemegang kekuasaan dan rakyat yang berada di bawah kekuasaan itu.

Dahulu, beberapa tahun lalu kita ingat ada pejabat kepolisian daerah ini pernah menggesa sikap “peduli” kepolisian. Beliau mau polisi peduli terhadap masalah warga. Polisi peduli untuk menyelesaikan laporan warga. Polisi peduli pada tugas pokok dan fungsinya.

Katanya, jika polisi masih peduli, rakyat akan terlindungi dan hukum akan tegak. Kejahatan dan pelanggaran hukum tidak akan meraja lela. Pelaku tidak akan berbuat semena-mena. Ujung-ujungnya polisi akan merasakan dampak positifnya. Mereka dihargai dan dihormati.

Sebaliknya, jika polisi sudah tidak peduli, rakyat tertentu akan terzhalimi dan hukum yang ada menjadi tumpul. Siapa yang kuat dialah yang berkuasa menekan orang-orang lemah di sekitar mereka. Pelaku akan berbuat semena-mena. Hukum dan aparat penegak hukum dipandang sebelah mata. Polisi jugalah yang akan menangguk dampak negatifnya.  Mereka dijadikan alat dan bumper. Mereka bertungkus lumus menyelesaikan masalah yang tak mungkin pernah selesai.

Baca Juga:  Sekcam Resmikan Rumah Batik Beting

Kita berharap kehadiran polisi yang peduli dan kemudian menjadi polisi yang dihargai dan dihormati. Kita pun mengharapkan banyak hal pada mereka untuk berbagai situasi yang diperlukan terutama berkaitan dengan menjaga rasa aman dan nyaman.

Kini, persoalan mengemuka telah selesai. Kita berharap polisi dan berbagai pihak memikirkan soal lain: evaluasi seputar peristiwa ini. Mereka harus mencari lebih dalam tentang latar belakang situasi, setting dan tokoh. Mudah-mudahan informasi tentang semua hal itu akan membantu menemukan jalan keluar yang lebih fundamental atas peristiwa seperti ini. Jika jalan keluar fundamental sudah ditemukan, peristiwa serupa takkan terulang lagi –kecuali dengan sengaja. Insyaallah. (*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About Yusriadi

Dosen pengampu Bahasa Indonesia. Ia juga pernah mengampu mata kuliah Jurnalistik dan sejenisnya. Gelar doktor ia peroleh di Universiti Kebangsaan Malaysia. Selain dosen, ia juga aktif di salah satu media online Kalimantan Barat sebagai Redaktur.

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-25 at 14.13.31

Pribumi, Kita dan Agenda Besar

Oleh: Yusriadi Saya membaca judul-judul berita yang terasa provokatif tentang Anies Baswedan dan pidatonya. Kata …