Ketika Rakyat Telah Menggunakan Hak Pilihnya dalam Pilkada - teraju.id
Home > Politik > Ketika Rakyat Telah Menggunakan Hak Pilihnya dalam Pilkada
IMG_20180627_102229_206

Ketika Rakyat Telah Menggunakan Hak Pilihnya dalam Pilkada

* Kita Berharap Kalbar Tetap Harmonis, Aman, Sejahtera

Hari ini rakyat Kalbar yang mempunyai hak pilih berduyun-duyun ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih gubernur baru. Dikatakan memilih gubernur baru, karena petahana dua periode Drs Cornelis, MH-Christiandy Sanjaya, SE, MM telah paripurna melaksanakan tugas. Sesuai dengan undang-undang, kepala daerah yang berkuasa selama dua periode berturut, tak lagi bisa mencalonkan diri pada level yang sama. Oleh karena itu kita akan memilih gubernur baru periode 2018-2023.

Ada tiga pasangan gubernur baru hasil kontestasi partai politik yang mempunyai hak suara seperti refresentasi di DPRD Kalbar buah pemilu 2014. Pasangan dengan nomor urut 1 Drs Milton Crosby, M.Si-Boyman, SH; nomor urut kedua dr Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, M.Pd dan nomor urut ketiga H Sutarmidji, SH, M.Hum-H Ria Norsan, MH, MM. Ketiga pasang tersebut menyingkirkan sejumlah nama yang semula juga santer akan maju serta proklamir siap memimpin menjadi Kalbar-1 sebagai provinsi yang harmonis, maju dan mandiri serta sejahtera. Oleh karena itu kita katakan, bahwa tiga pasangan tersebut di atas adalah putra-putri terbaik Kalbar hasil seleksi panjang menurut undang-undang.

Selayaknya pesta demokrasi, ketiga pasangan calon gubernur di atas telah menjalani banyak tahapan. Mulai dari syarat kesehatan, syarat pendidikan, syarat pelaporan keuangan hingga pajak alias laporan harta kekayaan–dan ini untuk mencegah terjadinya praktik korupsi bilamana menjabat berupa penyalahgunaan kekuasaan/abuse of power–mereka juga telah menjalani masa kampanye yang panjang, melelahkan, serta menguras waktu, tenaga maupun biaya. Hanya orang-orang “lebih” yang sanggup “bertempur” sedemikian rupa, siang-malam, tanpa jatuh tepar. Mereka juga telah berusaha meyakinkan publik bahwa merekalah yang terbaik. Kontestasi visi-misi dan program ditayangkan media elektronik dengan acara debat kandidat yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum.

Baca Juga:  Kekayaan Kalbar, Catatan untuk Gubernur Baru

Rakyat yang berduyun-duyun ke TPS hari ini sudah tahu mana pilihan terbaik. Pilihan mereka sampaikan secara langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber). Aparat kita berharap menegakkan azas jujur dan adil (Jurdil).
Kini, hari yang ditunggu-tunggu, yakni hari H pencoblosan. Warga telah punya pilihannya masing-masing. Kertas suara tinggal dihitung, dan pada pukul 1 siang, rerata setiap TPS telah merampungkan tugas pencoblosan. Lantas, suara akan dihitung satu per satu. Diturus.

Diperkirakan pada pukul 14.30 perhitungan sudah selesai. Petugas dan saksi-saksi akan menanda-tangani kesaksiannya. Blanko akan difoto di setiap TPS. Hasil foto ini sebagai ganda dokumen asli yang bakal mengalir ke KPU sebagai instansi resmi penabal kemenangan suatu kandidat.

Sebelum KPU memberikan keputusan lewat rapat pleno, rekap suara yang disaksikan per TPS sudah dapat dihitung sendiri oleh publik. Maka publik bisa mengetahui kemenangan salah satu calon pada hari yang sama, yakni sore atau malam hari. Tentu dengan catatan, seluruh TPS berjalan normal, tanpa ada praktik kecurangan sehingga tidak perlu pemilihan ulang.

Perhitungan real juga akan dilakukan tim sukses setiap pasangan calon. Tim tim ini biasanya juga akan expose di depan publik.

Untuk hal di atas, publik mesti mencermati dengan seksama, bahwa siapa pun yang telah memenangkan pemilihan, pantas kita ulurkan tangan sebagai ucapan selamat mengemban amanah membangun Kalbar. Bagi yang kalah, kita dukung dengan spirit bahwa membangun Kalbar bisa melalui lembaga atau organisasi manapun juga.

Baca Juga:  TPS 09 Sungai Bangkong Kota Pontianak Siap Gelar Pemilukada 2018

Terlebihseluruh calon adalah mantan kepala daerah, atau kepala daerah yang sedang bertugas di daerah kabupaten di Kalbar. Membangun daerah plural atau majemuk ini tidak mungkin sendiri-sendiri atau golongannya saja, melainkan mesti kebersamaan, kegotong-royongan. Sampai suara sah akhirnya diplenokan oleh KPU.

Pengumuman resmi KPU-lah yang absah. Dengan demikian perhitungan suara yang kita ketahui sore atau malam ini hanyalah referensi. Sekali lagi referensi sebagai penjawab dahaga ingin tahu, siapa cagub yang keluar sebagai pemenang.
Lebih lanjut, rakyat yang sudah berduyun-duyun ke TPS kembali bekerja. Kembali bergembira ria dalam suasana harmonis dan kerjasama. Mereka memberikan suara, ingin Gubernur baru memenuhi janji-janjinya membangun Kalbar sejahtera.

Elit politik diharapkan tidak memperkeruh suasana dengan hal yang tidak sportif. Walau menang dan kalah itu bisa mengekspresikan sesuatu yang berlebihan. Kita mengingatkan, menang jangan jumawa, kalah jangan memberontak.
Mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan bersama, katakanlah ketidak-puasan, kita minta sesama rakyat saling menyejukkan. Kemudian aparat kita ingatkan sigap siaga. Jika ada kriminalitas murni, mesti ditindak secara tegas. Bilamana ada pelaksanaan pilkada yang melanggar UU, kita kembalikan ke aturan UU dan PKPU atau Perbawaslu. Cukuplah polemik berjalan sesuai koridor hukum di negara yang demokratis. Bukannya main hukum sendiri. Sebab negara ini adalah negara hukum. Hukumlah sebagai panglima kita semua.

Yakinlah, Kalbar akan tetap aman. Jangan sampai dana ratusan miliar tercurah untuk Pilkada, kita rusak dengan sikap yang tidak cerdas, bijak dan kesatria. *

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

IMG_20180716_182744_906

Diiringi Tanjidor, Nasdem Daftar ke KPU Provinsin Kalbar

teraju.id, Pontianak-Diiringi dentuman Tanjidor, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Kalbar mendaftarkan Calon Legislatif ke KPU …

One comment

  1. Kawal terus proses penghitungan suara sampai pleno KPU. Insya Allah hasilnya tidak akan meleset jauh. Amin… #KalbarDamai #KalbarMemilih