in

“Bkunjong ke TBM”, Inovasi Bersilaturahmi dan Asa Berliterasi

Rayakan Hari Dongeng Nasional 28 November

Teraju News Network, Kubu Raya – Bkunjong, dalam bahasa Indonesia adalah ‘berkunjung’. Bkunjong, menjadi kegiatan yang dihelat para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kubu Raya. Untuk saling mengunjungi, saling membantu, membuat kegiatan di TBM-TBM yang ada di seantero Kabupaten Kubu Raya.

Tercatat setidaknya ada 22 TBM yang tersebar di Kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini. Para pengelola TBM, direncanakan akan turun bkunjong pada minggu ketiga atw keempat setiap bulannya.

Tidak hanya pengelola TBM semata. Dalam kegiatan ini juga mengajak para pegiat literasi, relawan, pihak-pihak lain yang memiliki kesempatan untuk ikut bersama-sama.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan aksi membacakan buku, bercerita, mendongeng dan games interaktif untuk anak-anak. Membantu pengelolaan TBM, beres-beres bahan bacaan, katalogisasi bagi pengelola TBM dan lainnya. Tak ketinggalan penyampaian infomasi tentang literasi, dan pelatihan bagi remaja maupun masyarakat sekitar nantinya.

“Kegiatan seperti ini walau pun sederhana nampaknya, namun sesunguhnya akan berdampak besar. Antara sesama pengelola TBM dan lainnya bisa saling bersilaturahmi, saling bantu dan menjaga semangat untuk berkegiatan literasi bersama. Ini juga sebagai upaya meningkatkan ukhuwah literasi. Mengubah aku menjadi kita dalam berliterasi,” ujar Ahmad Sofian.

Baca Juga:  Ngabuburit Sambil 'Nga Book Read'

Pada kesempatan pertama, di bulan November. Kegiatan bkunjong menyambangi TBM Khadijah di jalan Wonodadi 2 no.22 Desa Arang Limbung, Sungai Raya. Sejumlah pengelola TBM, pegiat literasi nampak bersemangat. Tak kalah antusias anak-anak dari usia PAUD hingga sekolah dasar.

Setelah acara dibuka oleh Fery Adinata, sebagai pengelola TBM dan tuan rumah. Kemudian anak-anak diajak berinteraksi oleh Agus Wahyudi, pengelola Pengelola TBM Merdeka Desa Sungai Radak Dua, Terentang, yang juga Ketua Pengurus Daerah Forum TBM Kubu Raya.

Dilanjutkan dengan menyampaikan cerita. Awalnya ada beberapa pilihan cerita yang akan dibacakan atau didongengkan. Sebagai upaya berinteraksi, anak-anak diberi pilihan untuk memilih bahan yang telah disediakan. Terbukti, antusias dan semangat mereka bertambah. Bahkan gaduh seketika. Ada yang memilih ini, tak sedikit yang memilih itu.

Selain meningkatkan partisipasi dan menjaga antusias. Ajakan memilih bahan cerita juga sebagai pelajaran sederhana bagi anak-anak. Akhirnya cerita yang disampaikan dari pilihan terbanyak.

Cerita rakyat yang berjudul Anak Antu menjadi pilihan. Walau sejatinya ini merupakan sebuah cerita rakyat. Namun, penyampaian diupayakan dengan gaya seolah mendongeng, dengan cara yang sederhana, baik intonasi, gaya bicara, mimik, gerakan tubuh dan sedikit tambahan aksesoris. Agar anak-anak bisa memahami.

Baca Juga:  Ngabuburit Sambil 'Nga Book Read'

Hal ini juga disesuaikan dengan momen hari Dongeng Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 November. Peringatan ini dideklarasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2015. Tanggal 28 November dipilih sebagai Hari Dongeng Nasional bertepatan dengan hari lahir Drs. Suyadi (28 November 1932 – 30 Oktober 2015). Seorang yang sangat berjasa menghidupkan dunia dongeng di Indonesia. Kita mengenal beliau dengan karakter Pak Raden yang melegenda.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bincang tentang literasi dan keberadaan TBM Khadijah. Diakhiri dengan santap siang bersama. Yang menarik, beberapa menu yang disajikan merupakan hasil budidaya di lingkungan TBM yang juga berada di bawah naungan PKBM dengan nama yang sama.

“Makaseh selonggok kepade abang kakak yang telah hadir. Suke dan bahagia kamek menjamu dan mendapat ilmu. Asam Kandes si Asam berangan. Beragam Buah nak di sajikan. Besak telapak tangan. Nyiruk kame ka tadahkan,” pungkas Fery. (/r)

Written by teraju.id

Konsep Pembiayaan Pembangunan Daerah dengan Pendekatan Instrumen Ekonomi Lingkungan

Pengalaman “Culture Sharing” di Depan Satu Sekolah