in

Dr Sumar’in Nahkodai BWI Sambas 2022-2025

Ketua BWI Kalbar Prof Kamarullah saat melantik BWI Kabupaten Sambas, Jumat, 4/3/22


teraju.id, Sambas – Akademisi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas Dr Sumar’in resmi dilantik sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada wilayah paling utara Kalbar, Jumat, 4/3/22 oleh Ketua BWI Provinsi Kalimantan Barat, Prof Dr H Kamarullah, SH, MH bertempat di Gedung Aula Kementerian Agama Kota Sambas. Sumar’in yang sebelumnya merupakan anggota pengurus BWI Sambas periode 2018-2021 akan menahkodai BWI hingga 2025. Pelantikan ini menurut Prof Kamarullah bagaikan resepsi dalam sebuah ikatan pernikahan. “Makin banyak yang datang semakin bagus karena isinya adalah sosialisasi. Ijab qabulnya adalah Surat Keputusan seperti dibacakan di awal acara,” ungkapnya.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut 50 undangan antara lain dari unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Sambas, Kantor ATR/BPN, Kepala Cabang Bank Kalbar Syariah, para nadzir, pengurus mesjid dan tokoh masyarakat.

Dr Sumar’in

Dikemukakan Prof Kamarullah yang juga pakar hukum tata negara dari Universitas Tanjungpura, bahwa BWI menjalankan amanah manajerial wakaf agar produktif di seluruh Indonesia sesuai UU Wakaf No 41 tahun 2004. “Selama ini kita disibukkan dengan berbagai masalah konflik lahan wakaf yang tidak bersertifikat akibat wakif hanya berwakaf secara lisan,” imbuhnya. Menurut pria yang akrab disapa dengan Prof Kam ini, BWI Kalbar bersama BWI Kabupaten maupun Kota terus menggalakkan sosialisasi di mana memberikan penyadaran pentingnya sub organisasi yang lain tentang wakaf meliputi peningkatan pengetahuan di kalangan wakif atau orang yang berwakaf agar tidak hanya berwakaf secara lisan tetapi ada akta ikrar wakafnya, juga pemberdayaan nadzir (orang atau lembaga yang diamanahkan mengelola wakaf), pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW), hingga BPN/ATR. Menurutnya, jika sub sistem tersebut semua berjalan dengan baik, maka aset wakaf akan aman secara administratif, tinggal bagaimana wakaf dikelola secara produktif, tidak hanya menyangkut tanah untuk mesjid, kuburan maupun madrasah.

Baca Juga:  Ana Karyani Nahkodai Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Melawi

Sebagai nahkoda BWI Kabupaten Sambas masa khidmat tiga tahun ke depan, Dr Sumar’in dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa telah banyak program pemberdayaan wakaf yang diketahui umat dewasa ini. Salah satu yang menjadi prioritasnya adalah wakaf uang sebagaimana telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo, Wapres Makruf Amin bersama Menteri Keuangan serta Ketua BWI Pusat Prof Dr H Muhammad Nuh tahun lalu (2021).
“Kita di BWI Sambas juga sudah bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah Pelaksana Wakaf Uang (LKS-PWU) Bank Kalbar Syariah. Semoga berhasil kita galakkan wakaf uang ini untuk Kabupaten Sambas sehingga banyak maukuf alaih bisa disentuh,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Cabang Bank Kalbar Syariah Kabupaten Sambas, Shinta Dewiyana dalam sambutannya menyambut baik kerjasama LKS-PWU untuk gerakan wakaf uang. “Kita akan jalankan kesepakatan sesuai nota MoU yang telah ditanda-tangani,” tuturnya.

Acara yang dimulai pukul 08.50 WIB itu diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dr Sumar’in dan seluruh anggota pengurus tampil mengenakan seragam batik berwarna biru dan mengikuti pelantikan dengan khidmat.

Baca Juga:  My First Step as An Exchange Student to Japan; Flavors of June

Di sela acara pelantikan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas menggarisbawahi bahwa BWI di awal masa pembentukannya belum begitu dikenal masyarakat, kini BWI sudah semakin populer akibat banyaknya program yang dapat langsung dirasakan seperti rumah sakit mata yang dibangun BWI Pusat. “Semoga dengan manajerial kuat di pundak Dr Sumar’in yang memang pakar di bidang ekonomi syariah, perwakafan produktif di Sambas semakin berkembang. Apalagi di BWI Provinsi dan Pusat pun dipimpin para guru-guru besar yang pakar di bidangnya,” imbuhnya. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Ketua Hipmi Kalbar: Pengusaha Harus Saling Membangun dan Jaga Integritas

Pontianak: Parit dan Manuskrip