in

Gelar Lomba Membacakan, Bukti Literasi Kubu Raya Selalu Menanjak

Rangkaian Gerakan Literasi di Kubu Raya

juri gelar lomba membacakab
Juri sedang melakukan penilaian tahap final penentuan juara lomba mem-bacakan. Obyektifitas dan ketentuan kriteria menjadi pijakan dalam memberi skor nilai. (foto : Yeni Setiati)

Teraju News Network, Kubu Raya – Di tengah segala keterbatasan dari kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Tidak menyurutkan kegiatan literasi di Kabupaten Kubu Raya. Untuk kali kedua, lomba membacakan dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah mencanangkan dan memiliki innovasi Gerakan Literasi Membacakan.

Tema ‘Pengalaman Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19’ pun diambil sebagai tema lomba membacakan. Sebagai kata dan kekuatan kunci dalam pelaksanaannya. Kegiatan lomba dihelat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar.

“Pada akhir-akhir tahun, kami baru bisa melaksanakan kegiatan lomba ini. Dengan segala kondisi yang ada, tentu kami berupaya semaksimal mungkin menyukseskannya. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan program pembinaan minat, bakat dan kreatifitas siswa SD selama masa pandemi covid-19 dan penguatan gerakan membacakan,” kata M. Zaini. Z, S.Pd, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya.

Dalam pelaksanaan lomba membacakan, ada lima kriteria yang dianalisa dan dinilai dari setiap video peserta. Mulai dari kesesuaian tema, isi yang meliputi ide/gagasan/harapan, keaslian ide dan harapan, ketepatan penggunaan pilihan kata serta intonasi.

Penilaian melewati dua tahapan. Pertama, babak penyisihan. Pada babak ini, juri memilih 15 video terbaik di masing-masing kategori. Kedua, babak final. Pada babak ini, para juri menilai ulang 15 video terpilih pada babak penyisihan untuk menentukan para pemenang.

Baca Juga:  Prof Yusril Menguji AD/ART sebagai Konstitusi Partai Politik

Peserta dalam lomba membacakan kali ini adalah para siswa Sekolah Dasar (SD) negeri, maupun swasta yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Sama seperti lomba tahun sebelumnya. Untuk jenjang SD kemudian dibagi dalam 2 kategori. Yakni kategori kelas rendah, untuk para siswa yang ada di kelas 1,2 dan 3. Kemudian kategori kelas tinggi untuk para siswa di kelas 4,5 dan 6.

Tata cara lomba telah ditentukan sebagai acuan para peserta dan proses lomba. Mulai dari isi video membacakan tentang pengalaman peserta saat melaksanakan pembelajaran di masa pandemi covid-19. Durasi video tidak boleh lebih dari 5 menit. Lokasi pembuatan video dapat dilaksanakan di rumah atau di sekolah. Pakaian yang digunakan saat membuat video lomba harus mengenakan pakaian seragam sekolah. Di bagian akhir video, peserta memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, kelas dan asal sekolah.

Pada hari Kamis, 2 Desember 2021, bertempat di ruang rapat kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya telah dilakukan penjurian babak final untuk menentukan juara 1,2 dan 3 serta Juara Harapan 1,2 dan 3 di masing-masing kategori. Para Juri sangat beragam. Ada dari unsur pengawas sekolah, ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta sejumlah pegiat literasi di Kabupaten Kubu raya. Obyektifitas dan kriteria yang telah ditentukan menjadi pijakan dasar juri dalam menentukan skor nilai.

Baca Juga:  MABM Persembahkan Pantun untuk Bank Kalbar

Berbagai macam hal, karakter, gaya, intonasi, ciri khas dan lainnya muncul dari setiap peserta melalui video yang dikirim ke panitia. “Bangga menyaksikan video-video lomba. Terlihat antusias, semangat tinggi melatih dan mengasah literasi nya untuk menjadi yang terbaik. Tentu ini akan meningkatkan kemampuan anak-anak dalam berliterasi.” Ujar M. Ayub, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya.

“Sebagai bentuk apresiasi, semua peserta yang telah mendaftar akan kami beri piagam penghargaan. Tak lupa tentunya kami ucapkan terima kasih dan bangga kepada kepala sekolah dan guru di sela-sela kesibukannya masih tetap mendampingi siswa-siswi dalam lomba ini.”

Literasi Membacakan hanya ada di Kubu Raya yang dituangkan dalam Peraturan Bupati No 3 tahun 2020. Kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa yang berperan aktif dalam lomba ini berarti telah ikut kepong bakol dalam menyukseskan gerakan membacakan,” tambahnya.

Selain penentuan juara hasil penilaian para juri. Untuk menjaga semangat, menguatkan interaksi serta keterlibatan berbagai pihak. Dalam lomba ini juga ditentukan pemenang kategori pilihan pemirsa. Penentuan berdasarkan jumlah like, subscriber serta view di akun media sosial youtube.

Baca Juga:  Amel, Anak Millenial yang Berani Melangkah

Gerakan Membacakan, salah satu inovasi gerakan literasi di Kabupaten Kubu Raya. Guna menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing unggul di Kabupaten Kubu Raya. Dengan melibatkan seluruh masyarakat serta pemangku kepentingan dalam kegiatan literasi.

“Melalui lomba ini, tentu menjadi upaya kita dalam menggelorakan gerakan literasi di Kabupaten Kubu Raya. Bukti nyata literasi di Kubu Raya selalu menanjak,” ujar Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya.

“Sesungguhnya melalui rangkaian kegiatan lomba ini ada spirit dari merdeka belajar. Siswa-siswi di Kabupaten Kubu Raya sudah terbiasa dan diajak berlari-menanjak dalam merdeka belajar, semuanya sudah ada di konsep membacakan. Pembangunan karakter melalui lomba dan dalam gerakan membacakan ini sudah sangat jelas. Ini benar-benar inovasi. Karena seluruh syarat inovasi ada di dalamnya.”

Bupati yang terkenal dengan salam menanjaknya ini juga menegaskan bahwa pelaksanaan lomba kali ini bukanlah satu hal yang berdiri sendiri, ia tidak muncul tiba-tiba. Namun juga bagian tidak terpisahkan dari gerakan literasi membacakan. Lanjutan dari lomba menulis surat kepada bupati dan membacakannya, kemudian pengukuhan duta new normal.

“Kegiatan ini belum berakhir. Tunggu saja inovasi dan kegiatan-kegiatan berikutnya. Yang penting semua harus selalu semangat dan siap-siap,” pungkasnya. (/r)

One Comment

Written by teraju.id

IMG 20211208 WA0003

Sosialisasi Terbuka di Penghujung Tahun

meta facebook mark zuckerberg

Metaverse, Cara Mark Zuckerberg Menciptakan Planet Baru