in

Kelompok Masyarakat Maju Tani Sukses Tanam Bakau

pembuatan petak ukur

Teraju News Network, Kelang Jaya – Pemanfaatan kayu mangrove sebagai bahan baku arang dan untuk bahan bakar produksi arang sering digunakan masyarakat pesisir tepi pantai. Berdampak pada berkurangnya habitat mangrove di tempat asalnya. Sehingga luasan mangrove pun berkurang.

Desa Kubu di Kabupaten Kubu Raya melalui kelompok Masyarakat (KM) Maju Tani menyadari bahwa habitat mangrove mesti di jaga dan dipelihara.

Melalui BDPDAS Kapuas masyarakat Dusun Kelang dipercaya untuk melaksanakan penanaman RHL Mangrove 2021 di lokasi Hutan lindung pulau Beruan Simpang Cabai Blok Ginting Desa Kubu Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya seluas 25 Ha.

Geliat menanam kembali pun menggairahkan perekonomian penduduk sekitarnya (https://teraju.id/berita/geliat-mangrove-di-desa-kubu-19220/). Kegigihan menanam merawat pun terbayar dengan penilai yang memuaskan.
12 Petak Ukur (PU) penanaman dinilai diatas 90%.

12 petak ukur hanya di PU 1 yang mengalami kerusakan alami karena terbakar. Kebakaran terjadi masih di cari penyebab dan asal usulnya. melalui KM Maju Tani tak mau berkeluh kesah, prosedur laporan ke pihak BPDAS HL Kapuas sudah di buatkan berita acaranya termasuk ke perangkat Desa. Kalaupun memungkinkan masyakat akan melaporkan tindakan ini ke Polsek Kubu Raya.

Baca Juga:  Gula Semut "Raja Semut" Produksi Maju Tani Dusun Kelang Jaya

Terbakar sudah menjadi takdir, tapi geliat menanam tak mesti berhenti.
Melalui KM Maju Tani tak surut mundur kebelakang. Persiapan bibit penyulaman masih tersedia, ” Kami ini petani, bisa menanam kembali itu panggilan hati”, Kata Pak Parmo si raja gula semut menyampaikan.

Semut dengan komunitasnya selalu bersatu padu membentuk komunitasnya. Komunal atau berkelompok pun begerak Untuk menyulam kembali 0,25 Ha untuk ditanam kembali.

“Ini bagian dari kewajiban kami sebagai tanggung jawab berkontrak dengan BPDASHL Kapuas, Insya Allah apa yang kami lakukan adalah sesuatu kebaikan untuk alam, dan kami yakin bahwa tuhan tak akan tutup mata dengan apa yang kami lakukan.” pungkas ketua KM Maju Tani Pak Harno.

Penilaian oleh BPDASHL Kapuas tetap berjalan dan hasilnya melalui PT. Marisa Krida akan disampaikan dalam bentuk telly sheet penilaian.

“Hari ini kami membahas kegiatan hasil penilaian dilapangan melalui Petak Ukur pengamatan, 11 Petak Ukur memang luar biasa hasil penanaman mangrovenya, ada yang hanya 5 tanaman mati yang seharus 333 tanaman berarti persentase tumbuh 98%”. Kata Eko dengan mengembangkan lima jarinya sambil mengubah dengan angkat jempolnya Eko Puji Harmoko, S.Hut sendiri adalah Tenaga Ahli Penilaian di PT Marisa Krida. Saat berita ini diturunkan (13/10 2021) beserta team masih membuat rekap dan laporan akhir untuk Pekerjaan Penanaman Magrove KM Maju Tani.

Baca Juga:  Geliat Mangrove di Desa Kubu

Menanam tiada henti, demi menanam untuk kebaikan bersama.

Written by M Azdi Thahir

hijau bernas

Hijau – Bernas

bincang sore andre soe nur iskandar

Andri Soe, Aktivitis Selamanya