in

Kerja Bersama Masjid Kapal Munzalan-HMI

Rintis Layanan Kesehatan Berbasis Masjid

teraju.id, Sungai Raya Dalam— Masjid Kapal Munzalan Indonesia dengan Haris Moejahid Indonesia (HMI) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman untuk merintis kerjabersama dalam pelayanan kesehatan masyarakat berbasis masjid, Senin (17/01).

“Lewat nota kesepahaman ini, kita akan kembangkan layanan kesehatan di masjid-masjid. Agar semua orang, dapat mengakses layanan kesehatan tanpa memandang latar belakang keyakinan dan strata sosial-ekonomi,” harap Beni Sulastiyo, salah satu pengasuh Pondok Modern Munzalan.

HMI adalah satu entitas dakwah yang konsern dalam aktivitas pengobatan alternatif dengan metode PAZ. Metode PAZ ini dikembangkan oleh seorang pakar dalam pengembangan rangka pesawat terbang. Namanya Almarhum Haris Moejahid.

Almarhum Haris Moejahid adalah seorang WNI asal Bandung yang bekerja sebagai seorang profesional dalam industri pesawat terbang di negeri Belanda. Beliau adalah seorang pembelajar yang teramat militan. Sebagian besar waktunya telah beliau alokasikan untuk mempelajari beragam metode pengobatan dari berbagai bangsa dunia dalam lintas-bentangan zaman. Hasil pembelajaran itu kemudian beliau disebarkan kepada sahabat-sahabatnya melalui metode pengobatan yang dinamai dengan PAZ.

Baca Juga:  Cendekiawan Selalu Mencerahkan

“Yang menarik, metode PAZ sangat mandiri, karena dapat melepaskan ketergantungan pada obat dan alat, sebagaimana yang menjadi karater dominan dari pengobatan barat.
Dengan kemandirian itu, masyarakat dari berbagai strata ekonomi dan sosial dapat mengakses hak untuk hidup sehat secara lebih berkeadilan,” ujar Beni Sulastiyo yang juga penggerak pertanian di Kubu Raya.

Metode pengobatan PAZ itu telah membantu pulihnya kesehatan teramat banyak orang. Puluhan ribu jumlahnya. Dan sebagian besar adalah orang-orang yang mengidap penyakit berat yang tak dapat diselesaikan oleh metode pengobatan ala barat.

Haryanto Bilal Zainul, perwakilan HMI menambahkan, “Insya Allah bersama Masjid Kapal Munzalan, kita akan segera mengisi kekosongan layanan kesehatan masjid yg saat ini kita namakan Griya Bimaristan. Untuk tahap awal akan dicoba di 10 masjid di Jogja, Jateng dan Jatim.”

Written by teraju.id

Hampir Membeli Buku Gramedia: Pengalaman Menulis Buku Sendiri

Ketum HIPMI Kalbar dan Kepala Bea Cukai PLBN Nanga Badau Bahas Potensi Kalbar Tembus Pasar Ekspor