in

MABM Persembahkan Pantun untuk Bank Kalbar

pd Audiensi MABM ATL Serumpun Berpantun di Bank Kalbar

Teraju News Network, Pontianak – Majelis Adat Budaya Melayu dan Asosiasi Tradisi Lisan menyambut serta mengisi setahun ditetapkannya pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) level dunia melalui kegiatan “Pantun Mendunia”. Bank Kalbar sebagai “Bank Kite” turut “Banjir Rizki” dengan pantun-pantun istimewa.

“Bunga delima indah tersebar// Tumbuh bersemi di kala subuh// Dengan adanya Bank Kalbar// Ekonomi daerah makin bertumbuh,” ungkap Ketua MABM Kalbar Prof Dr H Chairil Effendy, MS saat memulai pembicaraannya di forum audiensi bersama Dirut Bank Kalbar H Rokidi, SE, MM, di ruang rapat direksi, Selasa, 21/12/21 siang.

“Sungguh indah jahitan baju// Bergambar melati sungguh serasi//Jika usaha Anda ingin maju// Bank Kalbar menjadi solusi,” tambah Chairil yang juga Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Provinsi Kalbar menambahkan.

“Jala ditebar darilah biduk// Jala belida ikan gurami// Bank Kalbar banyak produk// Silahkan Anda kunjungi kami,” timpal Chairil semakin membuncahkan senyum Dirut yang didampingi sejumlah stafnya.

pd Ketua MABM Prof Dr H Chairil Effendy MS dan Dirut Bank Kalbar H Rokidi SE MM
Ketua MABM Prof Dr H Chairil Effendy, MS dan Dirut Bank Kalbar H Rokidi, SE, MM

“Pantun adalah kekuatan budaya yang kita miliki dan perlu terus dirawat serta ditumbuhkembangkan sebagai modal sosial,” imbuh Chairil yang juga mantan Rektor Universitas Tanjungpura seraya menjelaskan melalui badan dunia Unesco pantun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Baca Juga:  Trio Volare di Forum Sosialisasi Juklak Perda RZWP

Chairil kemudian menyodorkan sejumlah pantun tambahan untuk Bank Kalbar sekaligus mengajak kerjasama merawat sastra lisan yang petuh etiket, sopan dan santun tersebut. Sejumlah program jangka pendek, menengah dan panjang pun didederkan secara gamblang.
Dalam kesempatan itu Dirut Bank Kalbar menyambut baik kegiatan MABM dan ATL serta Serumpun Berpantun yang telah sukses mencatatkan rekor WBTB di badan dunia PBB setahun yang lalu.

Rokidi bersyukur ada aktivitas yang sudah dikenal mendunia dengan nama Serumpun Berpantun yang bisa berperan sebagai klinik pantun dan bisa melayani pesanan pantun-pantun khusus. Termasuk dirinya yang ingin berbuat sesuatu bagi kemajuan Bank Kalbar.

pd Pewara pantun Agus Muare Rahman menyerahkan buku 1001 Pantun karyanya.
Pewara pantun Agus Muare Rahman menyerahkan buku 1001 Pantun karyanya.

Kini dalam mengisi dan mengembangkan pantun agar terus mendunia, Bank Kalbar mendukung dan berpartisipasi, termasuk menggunakan metode pantun dalam menarik minat nasabah maupun investor. Beberapa slot di lokasi strategis milik Bank Kalbar dapat dihiasi dengan pantun-pantun bermutu sebagai nasihat atau menghibur.

Kegiatan menyambut dan mengisi 1 tahun WBTB di Unesco juga dikaitkan dengan hari jadi Pemprov Kalbar yang jatuh pada bulan Januari. “Kita akan banjiri dunia maya dengan twibbon pantun,” tutur Chairil dengan memperkenalkan tim pantun yang ikut serta bersamanya.

Baca Juga:  ADLIBI, Penguat Literasi dari Ruang Kelas

Audiensi yang penuh semangat kebersamaan itu ditutup dengan foto bersama dan akrobat pantun yang menghibur semua. “Jala ditebar darilah biduk// Disangka gulama rupanya belida// Di Bank Kalbar ada sembilan produk// Di antaranya Taserna dan Simpeda,” ungkap pemantun Agus Muare sambil menyerahkan sebuah buku pantun karyanya kepada Rokidi.

Rokidi pun mengingat sebuah pantun Gubernur Kalbar H Sutarmidji, SH, M.Hum kepadanya. “Gang Srikaya menjual sukun// Di sebelahnya ada Gang Mengkudu//Berpantun silekan berpantun// Pantun Pak Rokidi nih tak tentu rudu,” ungkap Rokidi membuncahkan tawa hadirin. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Pengurus FKPT Terkesan pada Penanganan Napiter

Pengurus FKPT Terkesan pada Penanganan Napiter

pks fh um pontianak pa k1 a.3

Perjanjian Kerjasama Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A dengan FH UM Pontianak