in

Muhammad Isnaeni: Nama Saya Dicatut

Muhammad Isnaeni, ST merasa nama baiknya telah dicemarkan

teraju.id, Pontianak—Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalbar Muhammad Isnaeni, ST mengaku namanya dicatut oleh akun InstaGram Politik Khatulistiwa yang menyebutkan bahwa dirinya adalah “orangnya” Anies Baswedan.

“Nama saya dicatut itu jelas. Sebab saya adalah pedagang murni di bidang perumahan. Saya bukan orang politik dan tidak berkubu pada calon-calon tertentu,” ungkap Isnaeni ditemui di kawasan Jalan S Parman, Pontianak, Selasa, 3/1/23.

Sebelumnya akun IG Politik Khatulistiwa mengaitkan nama Isnaeni dengan Ketua Timsel Bawaslu Kalbar, Dr. Jumadi, S.Sos, M.Si dengan tuduhan ber-kongkalikong memuluskan “orang-orang Anies Baswedan” agar pengawasan pemilu menguntungkan kubu tersebut.

Tangkapan layar dari akun IG Politik Khatulistiwa yang memuat foto Muhammad Isnaeni, ST

Isnaeni mengetahui namanya dicatut dari rekan-rekan kolegialnya. “Saya cek ada foto saya di akun IG Politik Khatulistiwa yang viral dalam masa proses seleksi Bawaslu Kalbar akhir Desember 2022. Tapi saya lacak, bahwa koordinator Anies Baswedan memang ada nama Muhammad Isnaeni, tapi bukan saya,” ungkapnya seraya senyum sambil menimpali, “Nama sama, orangnya berbeda.”

Isnaini merasa nama baiknya telah dicemarkan. Kini dia sedang mencermati pelanggaran hukum yang telah dilakukan akun Politik Khatulistiwa dan dijatuhkan kepadanya, dan akan melakukan langkah terbaik dalam mendidik publik bermedia sosial secara sehat. (kan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Dituding “Wan Abud” Timsel Bawaslu Kalbar Santai

Pengalaman BWI Studi Banding ke Pengembangan Aset Wakaf Produktif Mesjid Jogokariyan