in

Ngopi Borneo LP2M Bicarakan Gonde dan Hadrah

teraju.id, Pontianak– Kegiatan Ngobrol Pagi (Ngopi) Borneo yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak kali ini membicarakan tentang gonde dan hadrah, Jumat (4/3/22). Kegiatan yang berlangsung di ruang Pascasarjana IAIN Pontianak ini menghadirkan dua pembicara yang mempresentasikan hasil temuannya; masing-masing tentang gonde disampaikan oleh Farninda Aditya, M.Pd,; dan tentang hadrah oleh Dr. Ismail Ruslan.

Diskusi ini dipandu oleh Yusriadi. Diikuti sejumlah akademisi IAIN Pontianak dan staf LP2M. LP2M didukung oleh Pascasarjana IAIN Pontianak, Pusat Perpustakaan IAIN Pontianak, dan Asosiasi Dosen Linguistik dan Bahasa Indonesia (ADLIBI).

Ketua LP2M Sukardi, MH, saat menyampaikan kata sambutannya mengatakan, Ngopi Borneo merupakan kegiatan LP2M yang melibatkan para ilmuwan. LP2M membuka kesempatan kepada yang tertarik untuk berpartisipasi dalam diskusi dan membuat tulisan singkat dengan entri atau abjad tertentu. Agar rencana seminar dan penerbitan buku dapat dilaksanakan sesuai target, dia berharap setelah pertemuan Jumat ini, kegiatan Ngopi Borneo dapat dilaksanakan lebih sering, menjadi 2 minggu sekali.

Baca Juga:  ADLIBI Launching 180 Buku Mahasiswa: Rindu yang Tuntas

Dia berterima kasih atas kesediaan Pascasarjana, menjadi mitra LP2M dalam pelaksanaan kegiatan kali ini.

Saat presentasi tentang Gonde, Farninda menyampaikan bahwa permainan rakyat ini populer di kalangan anak-anak Melayu di kawasan pantai. Di Mempawah, Selakau, Jawai, permainan ini sempat dikenal. Sekarang, permainan ini jarang dijumpai.

Pada kesempatan itu selain ditunjukkan contoh gonde yang sudah siap digunakan untuk permainan, Farninda membawa daun kelapa dan mencontohkan bagaimana cara menganyam daun kelapa itu menjadi gonde. Menurutnya, cara menganyam tidak susah. Mendapatkan bahan untuk pembuatan juga mudah.

Sementara itu Ismail Ruslan yang mempresentasikan tentang hadrah mengatakan seni budaya Melayu ini masih tumbuh dan berkembang dalam masyarakat di Pontianak, dan banyak lagi di wilayah Kalbar. Hadrah dimainkan pada tiga momen, yaitu saat selamatan kelahiran anak, malam sebelum pernikahan, dan peringatan maulid nabi. Ada bacaan barzanji dalam seni ini.

Disebutkan juga, ada tiga jenis pukulan hadrah; yaitu pukulan 1 yang merupakan induk, pukulan 2 dan pukulan 3. Maka, katanya, umumnya ada tiga pemain hadrah. (/r).

Baca Juga:  Ngopi Borneo; Bahas Hantu Pontianak dan Sungkui Sanggau

Written by teraju.id

Penerapan Nilai Qurani

LPTQ Kalbar Laksanakan Babak Penyisihan KTIQ