in

Pengurus FKPT Terkesan pada Penanganan Napiter

Teraju News Network, Pontianak – Sejumlah pengurus Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar mengaku terkesan setelah melakukan kunjungan pada napiter dan mantan napiter, Minggu (19/12/2021). Penanganan yang dilakukan Lapas dan Densus 88 memperlihatkan sisi kemanusian.

Demikian disampaikan Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT, Friadani Aswin, MAP, Kabid Agama Wasilun, M.Pd, dan Kabid Humas, Media dan Hukum, Yusriadi.

Menurut Friadani, kunjungan lapangan memberikan wawasan mengenai penanganan napiter dan mantan napiter. Selama ini informasi hanya sebatas yang didengar, belum pernah melihatnya langsung.

“Sebagai Kabid Pemuda dan Pendidikan, sangat baik kegiatan kemarin. Adanya kolaborasi FKPT dengan Densus 88 untuk membuka wawasan tentang penanganan napiter,” katanya.
Napiter diperlakulan sangat baik di Lapas sehingga bisa mengubah mainset napiter ke arah yang lebih baik dengan pendekatan kemanusian, dengan perlakuan yang manusiawi.

Diharapkan ke depannya ada program kerja yang dapat dipadukan dengan duduk bersama untuk menyusunnya sehingga akan menjadi rencana kerja untuk pencegahan paham intoleransi dan radikalisme di level usia anak SMP dan SMA/SMK yang mudah sekali terpapar, selain melalui model workshop, lomba-lomba, dapat juga dengan kegiatan ke arah ekonominya yaitu memperkenalkan usaha yang bersifat inovatif.

Baca Juga:  FKUB Inisiasi Pertemuan Tokoh Agama dan Mantan Napiter

Hal senada disampaikan Wasilun. Dia mengatakan kunjungan FKPT ke Lapas singkawang sangat membantu untuk memperoleh informasi terkait dengan warga binaan, khususnya napiter. Dari pertemuan dengan napiter, pihak Lapas dan Densus 88 diperoleh banyak informasi, melengkapi pemahaman tentang pencegahan terorisme.

“FKPT mendapat informasi yang akurat terkait dengan keberdaan napiter,” tambah Wasilun.
Sementara itu, Yusriadi menambahkan, kesediaan Densus 88 membuka kesempatan bagi pengurus FKPT Kalbar untuk bertemu dengan napiter dan mantan napiter harus diberikan apresiasi. Dari pertemuan itu terlihat dan diperoleh informasi bahwa penanganan dan pendekatan yang manusiawi sudah dilakukan.

“Pola ini harus menjadi pilihan dalam mencegah berkembangnya terorisme dan radikalisasi merasuk dalam pikiran dan aksi anak bangsa,” ujarnya. (Rilis FKPT Kalbar)

Written by teraju.id

Fantastis! 10 Tahun Jur-Sastra dengan Mengukir 98 Prestasi

MABM Persembahkan Pantun untuk Bank Kalbar