in

Program Studi Magister Ilmu Tanah (PS-MIT) Faperta Untan Terima Mahasiswa Baru TA 2022/2023

Teraju News Network, Untan Pontianak – Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak membuka beberapa program studi magister, diantaranya Program Studi Magister Ilmu Tanah (PS-MIT). Program Studi Magister Ilmu Tanah (PS-MIT) yang dibuka berdasarkan Surat Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Nomor: 2335/O.OA/KL/2018 tanggal 4 Juni 2018 dan Surat Rektor UNTAN Nomor: 4373/UN22/TU/2019 tanggal 10 April 2019 tentang Pembukaan Program Studi S2 dan S3 Fakultas Pertanian.

Kajian keilmuan pada PS-MIT menitik beratkan pada kajian teoritis aplikatif dalam pengelolaan tanah dan manajemen sumberdaya lahan. Lulusan PS-MIT diharapkan mampu memberikan solusi yang komprehensif dan inovatif dalam pengelolaan sumberdaya lahan dalam rangka mitigasi degradasi tanah dan masalah-masalah yang terkait dengan tanah.

“Semoga tahun 2025, program studi Magister (S2) Ilmu Tanah terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan IPTEK peningkatan produktivitas sumberdaya lahan dan pencegahan kerusakannya, serta peningkatan produktivitas sumberdaya lahan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat, sesuai misi dan visi dari Prodi S2 Magister Ilmu Tanah,” ujar Ir Sutarman Gafur MSc PhD selaku ketua Prodi Magister Ilmu Tanah.

Saat ini Prodi S2 Magister Ilmu Tanah, menerima mahasiswa baru, Tahun Akademik 2022-2023, mulai tanggal 1 April 2022 dan berahir 1 Juli 2022. Sekretariat Pendaftaran Program Pascasarjana Fakultas Pertanian UNTAN Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi no.1, Pontianak Telp. 0561-78124, 0853 8600 3880.

Baca Juga:  Hari Jadi Faperta ke-59 tahun, Sukses Digelar

Lulusan Prodi S2 Magister Ilmu Tanah akan menguasai lebih dalam ilmu Pemetaan, Identifikasi Lahan, Perencanaan dan Pengelolaan Lahan Pertanian, Degradasi dan Kualitas Tanah, Peningkatan Kesuburan Lahan Pertanian, Survei dan Evaluasi Lahan. Dan dilengkapi dengan laboratorium yang sangat memadai dan profesionalisme tim dosen.(r)

Written by teraju.id

Generasi Kelebihan Beban

Bukan Megawati, tapi Prabowolah yang Pegang Kunci!