in

Rike Rahayu dan Yoas Tirta Juarai Duta Bahasa Kalbar 2021

Duta Bahasa 2021 Provinsi Kalbar diabadikan di atas panggung. Foto Azizi
Duta Bahasa 2021 Provinsi Kalbar diabadikan di atas panggung. Foto Azizi

Teraju News Network – Mahasiswi Politeknik Negeri Pontianak yang juga aktivis Divisi Sending Bina Antarbudaya Chapter Pontianak serta Kampoeng English Poernama Rike Rahayu dan mahasiswa Untan, Yoas Tirta dinobatkan sebagai terbaik pertama Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021. Tahun sebelumnya, juara terbaik juga diraih aktivis Bina Antarbudaya dan Kampoeng English Poernama, Oren Rianto.

Gawe tahunan Balai Bahasa ini dimulai dengan masa pendaftaran sejak tanggal 9 Juni-31 Juli di tengah meruyaknya angka penyintas di masa pandemi Covid-19 di Tanah Air. Namun dengan standar prosedur kesehatan yang ketat, proses Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI) tetap dilaksanakan pada tanggal 5-13/8/21 dilanjutkan dengan tes Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI).

Peserta yang mewakili berbagai kabupaten maupun kota juga menjalani tes psikologi (7/8), wawancara (9-10/8), presentasi krida dan esai (12-13/8), dan tes unjuk bakat dan seni (14/8). Babak final digelar pada (15/8) dengan pengumuman resmi media sosial, kemarin (30/8).
Lokasi final dan unjuk bakat bertempat di Hotel Orchard kawasan Jalan Gajahmada, sisanya di Kantor Balai Bahasa yang berada di belakang gedung Hotel Ibis yang berhimpitan dengan Gedung Museum Negeri Pontianak.

Baca Juga:  Ekspansi Sawit Membahayakan: Pemerintah Gagal Melindungi Lingkungan dan Masyarakat Terdampak

Seleksi duta bahasa ini diikuti oleh 35 pemuda dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

Baik Rike Rahayu maupun Yoas Tirta akan mewakili Kalimantan Barat di ajang duta bahasa nasional yang akan diakan diseleksi pada Oktober mendatang.

Selain Rike Rahayu dan Yoas Tirta, posisi terbaik berikutnya adalah Lea Candra (Universitas Muhammadiyah Pontianak), Varenia Aldero Wong (Universitas Tanjungpura), Gegi Mampaut (Terang Bangsa Entrepreneurship Academy), Afiyah Sephi Marshand (Universitas Tanjungpura), Syarif Abid Haiqal Nazar (Universitas Tanjungpura), Vernanda Widya Pangestika (Universitas Muhammadiyah Pontianak), Muhammad Rizal Fahruji (Universitas Tanjungpura), Elva Alvita Genadisa (Universitas Tanjungpura), Ade Mesti Anugrah (Universitas Tanjungpura), Harry Pribadi Fitrian (Universitas Gajah Mada). (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

anak sekolah di pandemi.2

Debar-debar Anak Belajar di Sekolah

literasi berita

AMSI Kalbar Gelar Pelatihan Literasi Berita untuk Publik