in ,

Sisi Lain Hujan dan Banjir

Oleh: Ambaryani

Seminggu terakhir, seakan rindu dengan sinar matahari yang sudah agak lama tak muncul dengan gagah. Udara sejuk yang merajai. Guyuran hujan yang membawa banyak berkah, tak jarang mendapat umpatan. Nauzubillah…

Musim hujan yang berujung pada banjir di jalanan, memiliki sisi lain yang menarik dikulik. Tetangga saya pagi tadi berseloroh saat saya menjemur pakaian di teras rumah.

“Tak usah dijemur…ujan”, katanya.

Kemudian berlanjut pada gurauan kosong. Katanya, musim hujan begini orang jual mantel yang laris. Panen, begitu istilahnya.

Betul juga, hati saya mengiyakan. Musim hujan begini, tak melulu soal banjir dan dampaknya. Tapi, di musim begini, membawa berkah tersendiri bagi penjual gorengan, bakso, pentol kuah, dan aneka cemilan.

Cuaca dingin, perut sering lapar. Nafsu makan meningkat, cemilan dan kudapan panas, hangat yang banyak dicari. Tak hanya itu, rasanya penjual kuota internet juga omsetnya meningkat.

Kadang di musim begini membuat pikir-pikir hendak berpergian. Alhasil, waktu banyak dihabiskan dalam ruangan. Yang berdampak pada intensitas bersosial media melalui android. Kuota cepat habis.

Satu lagi sisi lain dari musim hujan dan banjir. Motor saya kotor penuh lumpur saat pulang dari Kubu Jum’at sore. Sekarang sudah bersih, sebelum dicuci.

Ya, motor bersih saat melintasi jalan yang tergenang banjir. Alhamdulillah, tidak perlu cuci motor lagi. (*)

Written by Ambaryani

Ambaryani, Pegawai Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Buku berjudul; 1. Pesona Kubu Raya 2. Kubu 360 adalah buku yang ditulisnya selama menjadi ASN Kabupaten Kubu Raya

Banjir dan Parit di Pontianak

Siji, Wowo, Tuwu, Wan, Tu, Ti