in

ADLIBI IAIN Pontianak Sukses Launching 180 Buku Karya Mahasiswa PGMI, PIAUD, dan PAI

Oleh: Septian Utut Sugiatno

Asosiasi Dosen Linguistik Bahasa Indonesia (ADLIBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaunching 180 buku karya Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Launching ini sekaligus dirangkai dengan pertemuan konsorsium ADLIBI, Kamis (20/01/2022) di Ruang Teater Fakutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua ADLIBI, Yusriadi beserta jajaran, Ketua Program Studi PGMI, Kartini, Sekretaris Program Studi PGMI, Saumi Setyaningrum, Ketua Program Studi PIAUD, Rahnang.

Dalam sambutannya, Ketua ADLIBI, Yusriadi meminta seluruh mahasiswa yang sukses menerbitkan buku untuk menelepon kedua orang tuanya memberitahukan prestasinya tersebut. Sebab menurutnya, buku mendatangkan keajaiban bagi penulisnya. “Saya yakin bapak dan ibu anda akan bangga anaknya sudah menulis buku,” katanya.

“Kalau anda ingin membahagiakan orang tua, maka buatlah buku sebanyak-banyaknya. Insyaallah kalian akan mendapat keajaiban sesuatu yang tidak pernah duga sebelumnya. Contohnya tadi ada mahasiswa yang berhasil terbang ke Labuan Bajo karena buku yang ditulisnya. Kepentingan berkarya itu kepentingan diri sendiri dan masa depan anda,” tambahnya.

Baca Juga:  ADLIBI Dampingi Siswa Menulis

Ia berharap semoga upaya dan ikhtiar positif ini dapat didukung penuh oleh lembaga, sehingga dapat berkembang dan berkelanjutan.

Farninda Aditya selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia, yang mewujudkan kegiatan itu mengungkapkan tradisi menulis di kelas bahasa Indonesia sudah sejak lama dilaksanakan. Contohnya di tahun 2018 pernah menerbitkan 200 buku yang dilaksanakan di Gazebo IAIN Pontianak.

“Pertama saya ingin mengatakan bahwa menulis buku itu sulit. Sampai berdarah-darah. Karena kalian tahu sulit maka kalian tidak ingin mengambil tulisan orang lain. Semoga dengan usaha itu kalian tidak mudah mengambil tulisan orang lain,” ungkapnya.
Ketua Program Studi PGMI, Kartini, mengaku sangat setuju dengan stressing yang disampaikan oleh Dosen Bahasa Indonesia, Farninda Aditya tadi tentang plagiasi. Menurutnya, sebaiknya plagiasi harus dihindari. “Kita harus memiliki kepercayaan diri dalam menulis. Alhamdulillah dengan momen ini saya yakin dosen anda dapat membangun mental kalian dalam menulis. Ke depan saya harap kegiatan ini terus berlanjut,” terangnya.

Ketua Program Studi PIAUD, Rahnang memberikan apresiasinya kepada dosen-dosen hebat yang telah memotivasi mahasiswanya dalam berkarya. “Tingkatkan ilmu itu dengan tulisan. Tulislah apa yang kalian ingat. Jangan berhenti sampai di sini, teruslah berkarya,” ujarnya.
(Anggota ADLIBI)

Baca Juga:  ADLIBI Dampingi Siswa Menulis

Written by teraju.id

Gegara Sastra Kalbar, Gegara Mas Fu

estimasi inflasi indonesia Statista

Jika Indonesia Ingin Jadi Negara Maju, Ini Shortcut-nya!