in

Hampir Membeli Buku Gramedia: Pengalaman Menulis Buku Sendiri

Pengalaman Menulis Buku Sendiri

Oleh: Aurel Respa Fasya

Saat mendapat tugas menulis buk, awalnya saya pikir ini tidak akan selesai tepat waktu. Saya tidak punya pengalaman dalam hal membuat cerita apalagi membuat sebuah buku. Pada saat itu juga saya berpikir ingin membeli buku di Gramedia saja kan enak tinggal diambil saja kata-katanya. Tapi itu tidak mungkin bisa dilakukan karena itu sama saja kita mengambil hak cipta seseorang, mereka pun banyak rintangan untuk membuat sebuah buku tersebut. Akhirnya saya mengurungkan niat jelek tersebut dan memutuskan membuat cerita hasil sendiri.

Awalnya saya ingin membuat buku cerita seperti kata kata motivasi, dan saat di dalam tahap pengerjaan ternyata saya hanya menemukan kata-kata yang sedikit dan tidak akan bisa sampai untuk 70 Halaman, Saya pun memilih menceritakan tentang lika-liku kehidupan .

Ssaat mengerjakan buku tersebut, Kakak dan Mama saya selalu membantu dan ikut juga memberikan saran untuk menceritakan pengalaman apa saja yang pernah dialami. Mereka selalu memberikan semangat, apabila saat pengerjaan rasanya sudah kehabisan cerita dan binggung, Mama dan Kakak menyarankan menceritakan pengalaman dari sekolah sampai menuju perkuliahan.

Baca Juga:  Menulis Harian: Rindu yang Menjadi Buku

Banyak sekali lika-likunya apalagi menjelang memilih kampus. Banyak rintangan yang harus dihadapi, mulai dari tidak lulus di kampus yang diinginkan sampai akhirnya di terima dikampus yang memiliki jurusan yang diinginkan ini.

Setelah hampir setiap hari mengerjakan buku ini, akhirnya selesai juga. Saya membuat buku yang hampir saya pikir ini tidak bakalan selesai. Dan setelah dicetak, rasanya bangga sama diri sendiri sudah bisa membuat buku 70 halaman, walaupun masih banyak kurangnya tetapi bangga saja karena ini kali pertama saya menulis dan membikin buku.(*Penulis Mahasiswa PGMI 1D FTIK IAIN Pontianak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Written by teraju.id

menulis harian rindu yang menjadi buku

Menulis Harian: Rindu yang Menjadi Buku

paz munzalan

Kerja Bersama Masjid Kapal Munzalan-HMI