in ,

2022, Anies-Ganjar: Kian Timbul atau Tenggelam?

Hitung-Hitungan Menuju 2024

Tahun 2022 adalah tahun krusial bagi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Demikian juga nama-nama lainnya: Erick Thohir, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, AHY, Puan Maharani, Airlangga Hartarto dan… Prabowo tentunya.

Tampak dari beberapa survei offline dan tracking online Ganjar dan Anies selalu muncul di papan atas capres pilihan voter.

Dari beberapa survei yang digelar, Ganjar tampaknya berhasil meraih massa loyalis Jokowi. Ganjar diuntungkan karena faktor Jokowi, PDIP dan Jawa tengah. Branding yang mirip Jokowi memudahkan Ganjar diterima, khususnya pemilih Jokowi pada pilpres sebelumnya. Ganjar unggul nyaris di semua survei sepanjang 2021. Tiada survei tanpa Ganjar di papan atas.

Anies sendiri memanfaatkan posisinya sebagai gubernur di ibukota negara. Program-programnya selalu menjadi magnet— buat lover dan haternya. Awal tahun ini saja, stadion Jakarta International Stadium viral di seantero maya. Pada pencarian google dan tracking elektabilitas digital di tahun 2021, Anies unggul.

Singkatnya, Ganjar jaya di darat, Anies unggul di udara.

Meski keduanya menjadi top of mind, saya mencermati belum tampak narasi besar yang diusung kedua bakal calon presiden: Pemberantasan korupsi, stagnasi ekonomi, reformasi birokrasi, penegakan hukum, climate change, SDM 4.0, dsb.

Baca Juga:  In Memoriam Dr Aswandi: Dari Buku ke Buku

Anies seolah menyadarinya. Ia mulai tampil di Youtube. Menabung popularitas. Anies begitu jeli saat hadir di podcast Dahlan Iskan. Argumentasinya tentang integrasi transportasi di Jakarta sangat humanis dan visioner.

Ganjar sendiri sudah lama aktif di Youtube. Lewat channel-nya, ia berusaha mengemas sosoknya identik dengan Jokowi: kerja, kerja, kerja. Belum ada wawancara mendalam tentang visi dan mimpinya untuk Indonesia. Tentu ini wajar, ia masih memimpin Jawa Tengah.

Sadar agak kedodoran di dunia maya, Ganjar tampaknya mulai mengoptimalkan promo berbayar via sosmed, terutama IG dan FB ads. Saat ini, ada beberapa akun pendukungnya yang aktif beriklan. Sedangkan Anies sendiri, 1 akun pendukungnya sejak Juni 2020 sudah menghentikan iklannya. Nyaris seluruh pergerakannya di sosmed organik, tanpa berbayar.

Tapi untuk urusan gerilya di sosmed, patut dicermati pergerakan Erick Thohir. 3 bulan terakhir, mesinnya mulai bergerak. Display di ATM, beranjangsana ke youtuber, hingga bergerilya via sosmed dilakukannya. Menarik untuk melihat pergerakan Erick Thohir di 2022 ini.

Gerilya sosmed Erick Thohir

Saya begitu yakin mengangkat kedua figur—Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo— karena rasa-rasanya capres tak jauh dari nama mereka. Ganjar tentu akan diusung PDIP, ditambah koalisi, meski ada nama Puan membayanginya. Tapi berkaca dari fenomena Jokowi, kemungkinan besar nama Ganjarlah yang akan keluar dari kantong Mega. Sedangkan Anies, prediksi saya Nasdem akan mengusungnya. Untuk mencapai 20%, Partai Demokrat dan PKS relatif mudah diajak bergabung. Dan calon ketiga, baik kita tunggu saja. Atau, anda punya calon lain?

Baca Juga:  PR Politisi Kalbar, Studi Kasus Pergantian Unsur Pimpinan DPRD Kubu Raya

Tak ada yang pasti dalam politik Indonesia. Anda tentu tak boleh percaya 100% tulisan ini. Cukuplah 20% saja.

YouTube player

    

Written by Yaser Ace

propertipreneur | digitalpreneur | kulinerian

Chauvinisme Sepak Bola Tanah Air

Road Show Perdana PC Pergunu Kota Pontianak Tentang Simas Pergunu