in

Coki, Sebuah Kisah Tentang Kesepian

Komika yang Tersandung Kasus Narkoba

masjid solusi pemuda kesepian

Jagad dunia sosmed diramaikan dengan berita tertangkapnya salah satu komika stand up, Bang Coki. Ramai beritanya di sana sini.

Saya memang tidak pernah mengulas, namun Saya cukup intens mengikuti konten Tretan Muslim dan Coki Pardede, karena kami di dunia Da’wah ini sangat perlu bangunan narasi dari dunia sebelah.

Coki terutama, dalam beberapa konten yang tak melibatkan Tretan, sangat apik membangun logika anti tuhan, anti agama, bahkan fikiran-fikiran yang kita gak kefikiran, Coki ya kefikiran. Nonton konten Coki itu jadi latihan untuk saya, untuk menjawab, siapa tahu objek dakwah ada yang berfikiran yang sama.

Tapi tulisan kali ini bukan tentang konten Coki, untuk Tretan bahkan sudah cukup ke kanan kontennya, walaupun mancing-mancing, tapi cukup hati-hati lah, paska masak kurma bareng sama anu.

Tulisan kali ini pengen membela Muslim, yang mengakui bahwa dia gak dekat dengan Coki. Dan ini memang sudah berulang di konten-konten sebelumnya. Jadi memang Coki dan Muslim itu gak deket.

Tretan Muslim ngasih tahu di podcast Om Ded, dan di podcast podcast sebelumnya, bahwa setelah shooting, ya Coki punya dunia sendiri. Menyendiri. Gak tau kemana. Bahkan teman-temannya siapa dia gak tahu.

Baca Juga:  Masjid Siap Bantu Negara...

Segitu deketnya bikin konten, Tretan cuma sekali ke kostnya Coki. Dan itupun maksa. Coki juga hampir gak pernah pulang, kalo rindu masakan mamanya, dia go send. Intinya ya Coki sendirian.


Saya gak perlu update apa yang terjadi pada Coki. Sudah banyak beritanya. Tapi kalo semua itu terkonfirmasi, permasalahan kejiwaan Coki sangat mendalam, rusak berat, dan itu juga dia ngaku pas ditangkap, “aku sakit …”

Walau netizen banyak yang gemes sama parahnya narasi becandaannya Coki, ya di sisi kemanusiaan, saya jadi kasihan sama Coki. Sorry. Jadi keingetan ke anak-anak muda yang senasib sama Coki.

Kita gak tahu ceritanya kayak apa, tapi banyak anak muda yang gak ada tempat pulang. Entah apa yang melatar belakangi, gak sedikit yang anti orang tua, dendam sama Ayah, marah sama ibu, anti pulang ke rumah.

Di titik pergaulan, juga banyak anak muda yang gak nyaman bergaul di lingkungan positif. Gak tau kenapa, di lingkungan rada mabok juga gak nyaman. Senengnya di kamar, main game, nonton, di kost an, akhirnya nge drugs.

Baca Juga:  Masjid Siap Bantu Negara...

Stress, depresi, tapi dicoba diolah sendiri. Masih mending yakin ada nya Tuhan, jadi ada tempat menumpahkan rasa dan bicara, lha ini adanya Tuhan saja gak percaya. Benar-benar sendirian.

Kesepian ini berbahaya. Seperti kalimat Nabi, kalo domba yang sendirian itu, mudah dimakan srigala. Gak berjamaah.

Kesepian membuat orang berfikir sendiri, merenung sendiri, mencari jawaban sendiri, dan akhirnya kebingungan. Lalu kebingungan ini ditangkap setan, diolah, jadi perilaku miring. Gawat.


Masjid BerkahBOX punya core value untuk melayani anak muda. Pokoknya gimana caranya anak muda bisa ngumpul, ya itu kita fikirkan.

Dua Imam Masjid BerkahBoX usianya delapan belas tahun. Selanjutnya dibawah dua puluh lima tahun semua. Itu cara kami agar bisa dekat dengan anak muda.

Kalo anak muda suka makan-makan, kami sediakan makanan.
Kalo anak muda suka tenis meja, kami sediakan tenis meja.
Kalo anak muda suka main voli, kami sediakan lapangan voli.

Apapun yang dapat menjangkau anak muda, pasti Ibu Direktur Masjid Kak Nirwana Tawil akan mengusahakannya.

Baca Juga:  Masjid Siap Bantu Negara...

Ini cara berfikir yang harus serius kita fikirkan, kita hari ini kebingungan ketika banyak anak muda kecanduan shabu, pakai shabu sampai disuntik lewat dubur, kita shock. Tapi akhirnya terlambat. Ngebaikinnya setengah mati.

Kita terkejut anak-anak muda disorientasi seksual. Demen sesama jenis. Kita shock. Ini otaknya kemasukan apa. Kita gak faham. Karena kita gak pernah temenin jiwanya selagi muda.

Ayolah masjid, pendekatan dakwah itu jangan cuma ceramah, ceramah bagus, harus ada, tapi kita perlu follow up konseling satu persatu.

Akan sangat dibutuhkan sumber daya konselor, akan sangat dibutuhkan pendanaan agar program konseling jalan terus. Perlu kerja bareng-bareng.

InsyaAllah Masjid BerkahBoX pelan-pelan bangun biro konseling untuk para remaja muslim sekitaran masjid. Bismillah.

Rendy Saputra, Pengasuh Masjid BerkahBOX

Written by teraju.id

KKL DR KH 2

Peserta KKL-DR KH 2 Ikut Berpartisipadi dalam Pelaksanaan Pembagian BPNT di Jongkong Kanan

Kamadjaja Logistics cloud microsoft

Cloud, Solusi Kamadjaja Logistics Tekan Biaya Operasional dan Tingkatkan Efektivitas Kerja