in

Fantastis! 10 Tahun Jur-Sastra dengan Mengukir 98 Prestasi

fantastis.1
Ayi Maharyanti, S.Pd, M.Si saat menyampaikan laporan di webinar nasional, Sabtu, 18/12/21

Oleh: Nur Iskandar

” Assalamualaikum..izin bang update pendaftar yg ikut webinar besok.”

Pesan singkat itu saya terima pukul 23.02 hampir tengah malam via WhatsApp. Terasa sekali bahwa info ini menunjukkan bahwa panitia bekerja ekstra keras. Demi suksesnya webinar nasional bertajuk “How to be proffesional journalist” sebagai merayakan hari puncak ulang tahun Jur-Sastra ke-10, besok dimulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB.

Laporan saya terima dari Ayi Maharyanti, S.Pd, M.Si. Beliau adalah guru penggerak yang hebat. Dalam bimbingannya, Jur-Sastra lahir, tumbuh dan berkembang seperti sekarang ini.
Saya baca isi list peserta itu. Panjang sekali. Terdapat 130 peserta dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Ada dari Jakarta, Mentawai Sumbar, Semarang, Palembang, Amuntai, Serang, Palopo, Kalsel, Jambi, Samarinda, Malang, Bandung hingga Bengkulu! Sebagian besar pelajar, tetapi tidak sedikit pula mahasiswa dari berbagai kampus. Termasuk kalangan profesional dan akademisi.

Saya berdecak kagum sekaligus sedikit berdebar-debar, seperti apa kegiatan besok itu. Sambil matut-matut diri apakah saya mampu berbicara di depan publik yang sehebat itu?


fantastis.2
Panitia, Jursastra

Hari H jam H pun tiba. Saya membuka alamat Zoom Meeting yang dibagikan panitia pelaksana, Livia Nabila Rieqi sesuai schedule.

Ketika saya masuk ke ruang zoom, ternyata sudah penuh dengan peserta. Saya coba sapu kepesertaan itu di pojok “partisipants”. Ternyata ada banyak tokoh profesional dan akademisi yang saya kenal, di antaranya ada Ibu Herni Yamasitha, S.Pd, M.Pd yang juga Kepala SMAN 4 Pontianak serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Martono, M.Pd. Tampak pula nama Dr. Agus Wartiningsih, M.Pd, pakar di bidang literasi.

Saya menarik napas panjang, bahwa event hari ini bukanlah event siswa SMA abal-abal. “Ini giat yang bukan kaleng-kalegan.” Begitu desir darah mengalir.

Hingga acara dibuka dengan berbagai laporan, dimulai dari Ketua Panitia, guru pembimbing, Kepala Sekolah hingga Komite Sekolah peserta bertahan di angka 143. Itu artinya seluruh peserta sangat antusias dan benar-benar menikmati acara yang disuguhkan.

Saya juga larut dalam acara yang hebat ini. Dimulai dengan penampilan Master of Ceremony yang cantik lagi cerdas memindai rangkaian kegiatan satu per satu hingga selesai. Dia adalah Anisa Maharani.

Baca Juga:  Forum TBM Kubu Raya Terbentuk, Literasi di Kubu Raya Semakin Menanjak

Ternyata kekaguman saya tidak bertepuk sebelah tangan. Sebab pujian yang sama juga dilontarkan Prof. Dr. Martono, M.Pd. “SMAN 4 dulu kami kenal sebagai sekolah ‘pucuk ubi’ yang sepi. Sekitar gedung sekolah dipenuhi dengan kebun ubi dan jalanannya becek. Tidak banyak yang memilih SMAN 4 saat itu. Tetapi sekarang sudah sangat hebat sekali. SMAN 4 bonafide. Ia bersaing ketat dengan SMAN 1.”

Martono yang juga Ketua Komite dalam satu dasawarsa memuji siswa tetra juga hebat-hebat. Terlihat dengan penampilan MC. “Saya tidak tahu berapa hari saja dia berlatih. Penampilannya paripurna sekali.”

Begitupula ketika doa dipanjatkan Rehan Khaidir. Siswa yang saat tampil mengenakan peci hitam ini tak kalah dengan Prof. Dr. Abdul Somad, Lc, MA, dai sejuta umat. Pilihan diksinya bernas. Kesemua itu bisa terjadi karena siswa aktif di Jur-Sastra lantaran terbiasa memilih diksi dan merangkai kata serta kalimat. Juga sudah sering tampil ke pentas buat wawancara atau interview.

Apalagi Ketua Panitia Rezky Apriliantini. Selaku sosok yang memimpin gawai sebesar hari ulang tahun satu dekade Jur-Sastra, suaranya enak didengar dan data-fakta disampaikan sistematis. Tidak ada waktu terbuang percuma. Padat. Berisi.

Saya berdecak kagum. Bahwa kualifikasi kegiatan siswa Tetra ini tak kalah dengan gelaran mahasiswa aktivis di kampus-kampus papan atas. Nyaris sempurna, terkecuali saluran internet yang kadang terganggu signal akibat pengaruh hujan deras melanda Bumi Khatulistiwa di pagi itu. Itu pun tidaklah berlangsung lama karena tim teknis dipimpin Nabhan selaku operator cukup terampil dengan Plan A dan Plan B-nya. Jika terjadi hambatan di saluran internet sekolah, telah disiapkan gawai lain sebagai jalur alternatif.


fantastis.3
Moderator Webinar Nasional, alumni Jursastra, Elva

Bulu kuduk saya begidik ketika guru penggerak Kalbar dari SMAN 4 Ayi Maharyanti, S.Pd, M.Pd memberikan sambutannya. “Sepuluh tahun Jur-Sastra berdiri telah terukir 98 prestasi!” Suaranya tercekat. Namun saya paham, bahwa prestasi terukir nyaris setiap bulan non stop itu sangat lekat didampinginya sebagai founder atau pendiri Jur-Sastra. Oleh karena itu sangat emosional sekali.

Saya menjadi saksi konsistensi Ayi Maharyanti mendampigi siswa-siswinya dengan berbagai lika-liku tantangannya. Dan ini sungguh tidak mudah secara konsisten satu dasawarsa dengan pertukaran siswa saban 3 tahun sekali. Dibutuhkan spirit besi tak terperi. Diperlukan sistem kaderisasi yang konsisten dan konsekuen pula.

Baca Juga:  Forum TBM Kubu Raya Terbentuk, Literasi di Kubu Raya Semakin Menanjak

Di kalangan siswa tetra, sosok yang satu ini disapa dengan Bunda. Dia pula yang melahirkan tagline alias semboyan populis di Jur-Sastra, “Kami keluarga besar yang bahagia.”
Kebahagiaan Ayi terbaca nyata satu dasawarsa. Seperti terekam dalam isi laporannya.


“Jur-Sastra hebat. Kalian terus mempersembahkan prestasi di berbagai lini. Kalian adalah oksigennya sekolah tetra.” Begitu puji Wakil Kepala Sekolah, Neneng Riana Sari, M.Pd.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah, Herni Yamasitha, S.Pd, M.Pd. “Jur-Sastra adalah satu dari puluhan jenis kegiatan ekstra kurikuler di SMAN 4. Tujuan kegiatan ekstra tiada lain adalah untuk membentuk karakter siswa sehingga mereka bisa merdeka dalam belajar. Dengan kemerdekaan dalam belajar itu siswa bisa bebas berkreasi dan mengekspresikan kemampuannya,” tegasnya.

Ucapan selamat ulang tahun satu dekade Jur-Sastra juga disampaikan Wakil Guberur Kalbar H. Ria Norsan, MM, MH. Mantan Bupati Mempawah dua periode ini berharap siswa-siswi melalui Jur-Sastra dapat meneruskan kepak sayap prestasinya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Provinsi Kalbar Dian Islamiati selaku redaktur senior di surat kabar Tribun Pontianak turut mengucapkan selamat dan sukses dalam satu dekade SMAN 4 menekuni ilmu jurnalistik banjir prestasi.

Saya pun terbuai dengan ingatan 10 tahun silam ketika Ayi Maharyanti menghubungi Pusdiklat TOP Indonesia untuk melatih siswa-siswinya dalam menekuni keterampilan pers atau jurnalistik buat pertama kalinya. Buah dari pelatihan tahun 2011 itu berujung pada terbitnya sebuah majalah dengan nama Majalah Sastra. Sastra sendiri adalah akronim dari Saluran Aktivitas Siswa Tetra. Tetra dalam aksara latin berarti 4 yang merupakan penomoran dari SMAN 4.

Tak lekang dalam ingatan saya, dalam praktikum wawancara, para jurnalis sekolah menyasar Walikota Pontianak H Sutarmidji, SH, M.Hum di kantornya. Mereka telah duduk rapi di ruang tunggu pada pukul 07.00 karena biasanya Sang Walikota datang bekerja pagi sekali.

“Kami tak menyangka diterima Walikota lama sekali. Beliau geleng-geleng kepala. Kenapa? Sebab biasanya yang datang wawancara adalah wartawan surat kabar, tidak pernah datang dari siswa SMA,” ledak tawa Ayi Maharyanti mengenang peristiwa 2011 kepada sosok yang kini adalah Gubernur Kalbar.

Baca Juga:  Forum TBM Kubu Raya Terbentuk, Literasi di Kubu Raya Semakin Menanjak

fantastis.4
Prof. Dr. Martono, Dekan FKIP Universitas Tanjungpura cum Ketua Komite SMAN 4 Pontianak

“Assalamualaikum Kak Nuris. Kak nur mohon bantuannya, apakah bisa Jursastra meminta testimoni ucapan selamat milad 1 dekade dari Kak Nuris? Nanti videonya akan dikompilasi dengan ucapan2 dari tokoh lain oleh panitia.” Ini teks pesan dari alumni pertama pelatihan pada tahun 2011, Meiry Dintia Arini.

Saya kenal sangat baik dengan Meiry karena merupakan penggerak utama Kampoeng English Poernama. Bahkan bertindak selaku Direktur Eksekutif. Kini Meiry tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana Magister Manajemen Universitas Tanjungpura. Rekan seangkatan pelatihan jurnalistik sekolah bersamaan dengannya telah ada yang menjadi dokter dan dosen di kampus komunikasi pulau Jawa.

Sejak 2011 pelatihan setiap tahun bergandengan tangan antara SMAN 4 dengan Pusdiklat TOP Indonesia. Namun saya tidak menyangka, bahwa Jur-Sastra yang berdiri 10 tahun silam itu rajin mengukir prestasi nyaris setiap bulan di pelataran aksi akademis sekolah, kampus, komunitas, baik di lingkup lokal, nasional, bahkan internasional. Terbitannya pun meluas. Tidak hanya majalah dinding dan majalah, tapi juga berbagai gawai di dunia maya tak terkecuali di media sosial.

Tak pelak, dalam memberikan testimoni, saya hanya bisa berujar, “Teruskan. Lanjutkan. Tingkatkan terus prestasi yang kreatif, atraktif dan inspiratif, sehingga tidak hanya mewarnai Kalbar, tapi juga nasional dan internasional.”


Tanya jawab berlangsung seru sepanjang dua sesi presentasi. Pertanyaan pertama datang dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang bertanya tentang kode etik jurnalistik. Begitupula dengan kuiz yang dilontarkan panitia diikuti dengan penuh semangat oleh peserta dengan bertabur hadiah-hadiah menarik.

Keseluruhan acara berjalan sistematis dan bernas. Benar-benar terencana dengan baik sebagai buah kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Tak banyak dalam 30 tahun pengalaman profesional saya sebagai jurnalis mendapati konsistensi prestasi sebuah lembaga seperti dipersembahkan SMAN 4 dengan kegiatan ekstra kulikulernya bernama Jur-Sastra.

Semoga ke depan Jur-Sastra semakin tumbuh subur dengan melahirkan generasi emas yang akan mewarnai Indonesia Emas di penanggalan tahun 2045! Semoga kita semua masih dapat menjadi saksi sekaligus support system bagi Bumi Khatulistiwa Emas dan Indonesia Emas. Amiin. *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

kunjungan ke mantan napiter

FKPT – Densus 88 Kunjungi Mantan Napiter

Pengurus FKPT Terkesan pada Penanganan Napiter

Pengurus FKPT Terkesan pada Penanganan Napiter