in

Hijau – Bernas

hijau bernas

Saya mesti bersyukur bisa bersaksi. Menyaksikan perbincangan dua orang ini.

Satunya penulis handal. Satunya lagi teknokrat mumpuni.

H. Nur Iskandar, SP. Aktivitis mahasiswa dulunya. Mantan jurnalis di group Jawa Post.
Hingga kini aktif di dunia tulis-menulis. teraju.id hasil sentuhannya hingga kini. Dunia waqafpun ditekuni, hingga tak kira diangkat sebagai anggota Badan Waqaf Indonesia (BWI) Kalbar periode 2020-2023.

Satunya lagi: Dr. H. Abdul Haris Fakhmi, ST., MT. Mendapatkan gelar Doktor Ilmu Lingkungan pada Program Studi S3 di Universitas Brawijaya. Malang melintang di lingkungan hidup hingga ke bidang ESDM di kabupaten Tanah Laut. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Semenjak covid balik kampung dan sekarang di posisi Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi di Bappeda Provinsi Kalbar.

Perbincangan “HIJAU” adalah kesepakatan yang mereka ambil untuk disinergikan. Nur Is sapaan akrabnya mendapat undangan Abah Fahmi (panggilan teman-temannya di bangku sekolah). Berbincang-bincang tentang hijau. Hijau Indonesia di Kalimantan Barat.
Mulai dari perbincangan perubahan iklim hingga energi baru terbarukan (EBT). Ini sudah menjadi isu internasional.

Banyak program-program yang bisa direalisasikan di tingkat tapak. Artinya menyentuh langsung ke masyakarat atau pelaku usaha.

Selama ada kemauan, di situ ada jalan. Ini starting pointnya.

Menurut Fahmi, “Kalbar memiliki 17 sektor berdasarkan Lapangan Usaha dan 52 jenis industri, dimana apabila semua bisa disinergikan akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk kemajuan dan kemakmuran Provinsi Kalbar. Karena sudah menjadi salah satu gerbang ekspor Indonesia.”

“Ini salah satu kelebihan Kalbar dibandingkan provinsi lain di Kalimantan. Kalbar bisa jadi lokomotif kemajuan. Hingga Kalbar pun bisa mewujudkan visinya: Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Barat Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan.”

Sinergi percakapan mengerucut hingga program apa yang bisa disegerakan. Tapi kajian dan analisa tetap dikedepankan.

Berbagai data dan fakta terungkap. Tak ada yang disembunyikan. Langkah awal harus disegerakan.

Ini masih awal, tapi garis edar khatulistiwa sudah kembali pada tempatnya. Tawaf pembangunan berkelanjutan untuk Kalimantan Barat selalu bergerak.

Bergerak untuk kebaikan Kalbar. Secangkir kopi sorepun kami nikmati bersama.

Senang melihatnya. Bahagia mendengarkan perbincangan bernas dari dua sosok yang tekun di bidangnya masing-masing. Berbeda profesi tapi serasi dalam bersinergi

Saya saksinya, energi kebaikan selalu mengalir tanpa putus.

Written by M Azdi Thahir

raja anak sultan

Raja, Anak Sultan yang Jadi “Resepsionis” Masjid

pembuatan petak ukur

Kelompok Masyarakat Maju Tani Sukses Tanam Bakau