in

Khutbah Cinta yang Membara

IMG 20211019 WA0039

Tanggal 19 Oktober 2021 bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Disepakati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rasulullah sendiri memiliki perilaku terbaik di muka bumi dan dicintai umat Islam hingga akhir zaman.

Nabi Muhammad diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia.

Lintasan tentang cinta Rasullah dan 12 Rabiul Awal membuat saya teringat kembali dengan isi khutbah di Masjid Sirajul Islam, Jumat 15/10/2021. Masjid yang terkenal di jamannya sebagai Langgar Haji Hasan.

Khutbah yang disampaikan Ustd. Ariansyah Usman, S.Pd.I saya sadur kembali secara utuh.

(Abu Ihsan Ariansyah Usman)

***

Hadirin.

Manusia adalah hamba Allah yang dianugerahkan hati dan nafsu. Dari keduanya muncul hasrat yang bergelora yang disebut cinta.

Cinta kepada sesuatu, cinta kepada seseorang terutama cinta kepada lawan jenisnya dan pastinya dari cinta itu nanti akan muncul rindu kepada apa yang dicintainya.

Dalam surah Ali Imran : 14 Allah menegaskan.


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ


Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Cinta adalah bagian dari emosi yang berasal dari kasih sayang yang kuat dan rasa tertarik terhadap sesuatu atau seseorang dengan kecenderungan ingin berkorban, memiliki rasa empati, perhatian, kasih sayang, ingin membantu dan bahkan mau mengikuti apapun yang di inginkan oleh yg di cintainya.

Sebelum datangnya islam ditanah persia kita mengenal kisah cinta Qais dan Laila. Namun sayang cinta itu tidak didasari ilmu. Di Italia kita juga mengenal sebuah karya besar dari William Sheksepiere dengan kisah cinta Romeo dan Juliet-nya. Namun sayang cinta itu berlumur syahwat dan nafsu. Di Indonesia kita juga dikenalkan kisah cinta Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, namun syang kisah itu adalh legenda semu.

Islam mengajarkan kita cinta yang menuai pahala dan berkah karenanya. Cinta ayah dan ibu kepada anaknya. Cinta anak kepada orang tua yang diberikan pahala . Demikian pula cinta kepada saudara, anak istri keluarga dan sahabat. Semua cinta ini adalah cinta yang diberkahi, diberikan pahala, dan pastinya akan menuai banyak kebaikan selama tidak bertentangan dengan apa yang disyariatkan.

Namun hadirin… ketahuailah ada cinta kepada makhluk yang lebih hebat dari itu. Ada cinta yang harus kita persembahkan dengan porsi terbesar kepada seseorang lebih dari cinta kita kepada ayah, ibu, suami, istri, anak, saudara, kaluarga dan sahabat. Cinta itu adalah cinta yang luar biasa besar yang harus kita persembahkan kepada Rasulullah SAW. Karena mancintai baliau akan mengantarkan kita pada kedahsyatan cinta dan ampunan dari sang pencipta jagad raya.. ALLAH SWT..

Baca Juga:  Nabi Muhammad SAW dan Restrukturisasi Sastra

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu”. (QS. Ali Imran: 32).

Sahabat ‘Abdullah bin Hisyam Radhiyallahu anhu, ia berkata:
“Kami mengiringi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menggandeng tangan ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu. Kemudian ‘Umar berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Wahai Rasulullah, sungguh engkau sangat aku cintai melebihi apa pun selain diriku.’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku sangat engkau cintai melebihi dirimu.’ Lalu ‘Umar berkata kepada beliau: ‘Sungguh sekaranglah saatnya,

وَاللهِ، َلأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي

Demi Allah, engkau sangat aku cintai melebihi diriku.’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sekarang (engkau benar), wahai ‘Umar.’” (Hr.Bukhari/Shahih)

hadirin…Pernahkah mendengar bagaimana kecintaan terbesar Abu Bakar kepada Nabi kita Muhammad SAW. Saat mereka Di gua Tsur bersembunyi dari kejaran kafir Quraisy. Abu Bakar masuk ke dalam gua menduhului Nabi untuk menghindari bahaya binatang buas yang akan membahayakan beliau. Setelah masuk didapatinya dua buah lubang. Lubang pertama ia tutup dengan kainnya Kemudian lubang kedua ia tutup dengan telapak kakinya, kemudian ia mempersilahkan Nabi masuk, karena kelelahan akibat pengejaran kafir Quraisy Nabi pun tidur dan kepala mulia beliau berbantal paha Abu Bakar Assidiq RA .ini adalah kegembiraan yg luar biasa dan pastinya sangat didambakan siapapun yang beriman dan cinta kepada Rasulullah SAW.

Tak beberapa lama ternyata di lubang yang diinjak ada seekor ular yang akan keluar. Namun terhalang oleh kaki Abu Bakar, ular itupun mematuk telapak kakinya dengan racun bisanya yang mematikan. Abu Bakar menahan sakitnya bisa ular yang masuk keperedaran darahnya dengan tubuh bergetar ,berkeringat, bahkan air mata yang mengalir karena tangis menahan sakit. Beliau tetap mempertahankan diri agar tidak meganggu dan membangunkan Nabi yang sangat dicintai yang tidur dipangkuannya.

Namun.. akhirnya rasul tersadar karena tetsan air mata Abu Bakar yang jatuh diwajah beliau. Ma ‘alaika ya Aba Bakren……Ada apa dengan engkau wahai Abu Bakar. Dengan suara bergetar Abu Bakar pun bercerita tentang ular yang mematuknya dan ia tidak mau mengganggu nabi dalam tidur lelahnya. Rasulullah sangat terharu…..Dengan dalamnya Cinta sahabatnya itu, hanya agar beliau tidak terganggu, Abu Bakar memasrahkan nyawanya demi lelapnya tidur Rasulullah SAW. Kemudian Nabi pun memegang kaki Abu Bakar dan meludahinya. Dan dengan izin Allah bisa itupun sirna.( Arrahiq Al-makhtum : Shafiyurrahman Almubarak Fury/Shahih )

Baca Juga:  Nabi Muhammad SAW dan Restrukturisasi Sastra

Lihat pula kecintaan Bilal bin Rabah muadzin Nabi di masjid Nabawi. Yang selalu mengumandangkan azan di samping Rasulullah SAW di setiap shalat fardunya. Tatkala Nabi wafat di pagi senin 12 Rabiul awal 11 Hijriah. Siang harinya Bilal akan mengumandangkan azan zuhur, namun saat ia sampai pada kalimat asyhadu anna muhammadr rasulullah… semua sahabat menangis. Dan bilalpun tak mampu membendung tangisannya hingga pingsan karena pedihnya berpisah dengan Rasulullah SAW dan itu terjadi berhari-hari hingga beliau minta izin kepada khalifah Abu bakar untuk berdakwah ke Damaskus karena tak sanggup berdiri azan dan melihat makam Nabi yang sangat dicintainya.

Dan masih banyak kisah cinta yang luar biasa dari para sahabat mulia kepada Rasulullah SAW. Mereka adalah manusia pilihan yang dianugerahi hati dan perasaan cinta kepada Rasulnya.

Namun hadirin… Tidak hanya para sahabat mulia yang mencintai Nabi, bahkan makhluk lain juga memiliki kedahsyatan cinta yang luar biasa kepada Rasulullah SAW.

Dalam hadist shahih Bukhari no.2095 dikisahkan, dan kisah itu kami simpulkan dari keterangan ulama besar Makah Madinah yaitu syaikh Muhammad bin Salih Alusaimin dan syekh Muhammad bin Alwi Almaliki mereka menyatakan…

Ketika sahabat Anshar membuatkan mimbar yang baru untuk Nabi berkhutbah, maka batang pohon kurma yang biasa dipakai oleh Nabi sebagai mimbar berkhutbah menangis…..ya….batang pohon kurma itu menangis. Pohon tersebut kadang berteriak seperti rintihan anak kecil yang menangis. Pohon tersebut menangis karena tak rela ditinggalkan oleh nabi Muhammad saw, padahal jarak batang pohon kurma itu dengan mimbar nabi tidak lebih dari 2 meter saja…. Tapi ia merintih dan terus merintih karerna tak mau kehilangan atau berpisah Nabi yang dicintainya. Nabi SAW pun turun dari mimbar dan mendatangi pohon kurma tersebut. Nabi mendiamkannya seperti seorang ibu mendiamkan anaknya dan beliau menyampaikan apakah kau ingin bersamaku didunia yang fana ini atau ingin berkumpul bersamaku disyurga. Pohon kurma tadi memilih untuk bersama Nabi disyurga dan iapun diam selamanya.

Hadirin…. Lihatlah bagaimana pohon kurma tumbuhan yang tak berakal tersebut bisa mencintai dan merindukan rasul dengan hebatnya. Lalu..bagaimana dengan cinta dan rindu kita kepada beliau…? Sudah sepantasnya kita memberikah luapan cinta kita kepada manusia pilihan yang penuh keagungan. Manusia sempurna dengan tingginya keteladanan. Diantaraanya dengan cara memegang teguh syariat yang dibawanya. Menjaga kehormatannya. Menjaga wibawanya, tidak merendahkannnya walau hanya dalam gurauan saat bercengkrama, dan Melaksankan sunnahnya semampu yag kita bisa , sebagaiman tercantum dalam shahih bukhari muslim

Baca Juga:  Nabi Muhammad SAW dan Restrukturisasi Sastra

..وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Dan kemudian jangan lupa memperbanyak menyebut namanya dengan bersholawat kepadanya.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, Al-hakim dan disahihkan oleh ibnu hibban bahwa siapa saja yg ber shalawat kepada Rasulullah satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan.
Dan yang paling membahagiakan, bagi muslim yang bersholawat kpd beliau terutama dihari
jumat adalah sabda beliau


أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً


“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur laiin. Hadirin..
Diakhir khtbah ini sejenak kita mengingat sebuah hadist yang sanadnya bersumber dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

“Ada seseorang yang bertanya pada Nabi saw“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”Beliau bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”Orang tersebut menjawab, “tidaklah aku mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan hanyalah cinta kepada Allah dan cinta kepada engkau ya Rasullah.”
Rasulullah menjawab, anta ma’a man ahbabta “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Sahabat Anas terharu dan mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”Anas pun mengatakan, aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).Demikian khutbah ini kami sampaikan semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dan semoga kita semua nantinya dibangkitakan bersama Rasul tercinta Muhammad SAW dan dengan para sahabtnya berikut keluarga kita tercinta. Aaamiin.

***

Demikian saduran dari Khutbah Jumat oleh Abu Ihsan Ariansyah Usman. Sehari-hari beliau menjadi Kepala Sekolah SDN Muhammadiyah Pontianak dan Sekretaris Lazis-Mu Kalbar.

Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanallah dan bisa mengikuti apa yang menjadi petunjuk-Nya. “Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS An Nisa ayat 80).

Written by M Azdi Thahir

turiman

Ikuti Jejak Digital Ilahiah Siapa, Wahai Manusia?

IMG 20211019 WA0045

Moderasi Beragama di Batas Negara