in

Pohon Nangka

Pohon Nangka menjadi salah satu yang menarik saat Rapat Koordinasi Kecamatan Kuala Mandor B. Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam membahas pendapatan asli daerah, dan mengaitkannya dengan pendapatan asli dari desa-desa.

“Andai saja di sepanjang jalan desa-desa ditanami pohon Nangka, kalau sudah berbuah nanti BumDes tiap hari keliling ambil buahnya. Jual ke tukang es teler, hasilnya bisa jadi PAD desa”, kata Yusran Anizam.

Jika hal itu benar adanya tentu desa itu tidak hanya bisa menjadi pemasok nangka penjual es teler atau buah, tapi bisa menjadi pemasok buah nangka muda yang menjadi bahan dasar bermacam-macam aneka sayur. Bisa menjadi pemasok pasar ataupun rumah makan.

Dari satu jenis saja yang ditanam, bisa berbagai macam pintu yang bisa dimasuki. Jika dieksekusi tentu akan luar biasa. Hal ini membawa ingatan saya ke sepanjang jalan ujung Kota Baru. Perdamaian sampai Wak Gatak. Di kanan kiri jalan warga menanam serai, ubi, tebu, lengkuas, jeruk sambal, pisang. Dan setiap sore hari pick up tengkulak keliling mengambil hasil sayur-mayur dan berbagai macam jenis lainnya untuk didistribusikan ke pasar-pasar.

Baca Juga:  Arisan Jamban

Menanam pohon-pohon produktif, mendapat hasil yang plus-plus. Dapat asrinya, dapat juga hasil buahnya. Bisa menghemat pengeluaran beberapa bumbu ada dipekarangan dan menambah penghasilan. Membayangkannya saja sudah asyik, apa lagi kalau beneran semua desa bergerak bersama. “Kepong bakol” bahasa keren Pak Bupati Muda Mhendrawan.

Entah 202… berapa hal ini akan menjadi nyata. Yang penting sudah pernah dibayangkan, sudah pernah dituliskan niatnya. Saat hal itu jadi nyata, saya bisa kembali membaca tulisan ini lagi, yang saat ini baru menjadi andai-andai.. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Written by Ambaryani

Ambaryani, Pegawai Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Buku berjudul; 1. Pesona Kubu Raya 2. Kubu 360 adalah buku yang ditulisnya selama menjadi ASN Kabupaten Kubu Raya

Munsif: Tak Sabar ke Kawasan Konservasi karena Hobi Fotografi

Setiawan “Turun Gunung”, Buka Pelatihan Menulis Biografi