in

Saat Harus Vaksin

IMG 20210623 WA0008

Oleh: Ambaryani

“Katanya Bun hari ini WFH? Kok ke kantor?” tanya Abang Yanda.

“Hari ini memang WFH, tapi harus ke kantor. Ada beberapa hal yang harus diurus dan harus vaksin Bang”.

“Bunda vaksin? Yang dicucuk idongnya tu ke?” Dek Yura ikut nimbrung.

“Bukanlah Dek… Vaksin disuntik… Bla-bla-bla”.

Abang Yanda memberi penjelasan atas pertanyaan adeknya. Dia bicara panjang lebar soal vaksin. Dari A-Z. Saya yang bengong, kok ni anak fasih sekali menyebutkan 2 jenis vaksin tersebut.

“Bunda nanti pakai vaksin apa? Sinovac atau astrazeneca? Kalau …, jangan ya Bun… Itu ada….”.

Saya penasaran, saya kejar pernyataan si abang. Kok abang tahu nama-nama vaksinnya? Dari mana abang tahu itu ada mengandung… Saya balik bertanya ini itu ke Abang.

“Cemanelah Abang tak tau, tiap hari di TV ade itu terus,” enteng dia menjawab.

Apapun yang diungkapkan si Abang, sebenarnya banyak juga kekhawatiran kami yang harus divaksin. Banyak yang dikhawatirkan dan banyak pula pertanyaan. Pertanyaan itu sampai kami bawa ke petugas screening sebelum vaksin.

Baca Juga:  Jaga Mendu, Upaya Menjaga Otentitas Budaya Melayu

“Sebenarnya apa fungsinya vaksin? Kalau sudah divaksin, lalu kebal gitu, gak kenak covid?” tanya salah satu kawan siang tadi menjelang kami vaksin massal.

“Tidak Bu, bukan setelah divaksin lalu kebal dan tidak mungkin terpapar,” begitu jawaban petugas.

Pertanyaan itu masih menjadi tanda tanya besar hingga kami menyerahkan lengan kiri kami sebelum disuntik. Bismillah, tegang, dan akhirnya saat itu kami pasrah. Kami anggap ini menjadi salah satu ikhtiar, dan kami berdoa dijauhkan dari segala macam mara bahaya wabah dan segala macam yang menyertainya.

Kami ikuti alur dan prosedurnya. Hingga setelah 30 menit pasca penyuntikan tidak ada reaksi yang aneh-aneh dari kami. Secarik kertas identitas dengan tulisan sudah vaksin 1 dan tanggal kembali vaksin 2 diberikan kembali, kemudian kami diperbolehkan pulang oleh petugas. Semoga kondisi ini akan segera membaik. Amin… (*)

Written by Ambaryani

Ambaryani, Pegawai Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Buku berjudul; 1. Pesona Kubu Raya 2. Kubu 360 adalah buku yang ditulisnya selama menjadi ASN Kabupaten Kubu Raya

IMG 20210622 WA0013

Dajjal dari Tsunami Informasi

jalan menuju desa pakak

Indonesia Terang: Listrik Desa Pakak