in

Saprahan Muharram, Cara Unik Memperingati Tahun Baru Islam di Munzalan


Oleh: Nur Iskandar

Kebiasaan peringatan hari besar Islam di berbagai mesjid dengan ceramah panjang. Apalagi ditambah berbagai kata sambutan. Terasa melelahkan. Bagi anak muda bahkan membosankan.

Berbeda sekali dengan Mesjid Munzalan yang terkenal dengan sebutan Mesjid Kapal. Mesjidnya anak muda ini memang memanjakan berbagai ide kreatif ala kampus yang penuh dengan idealisme.

Lihat saja tikar panjang digelar di atas badan jalan yang membelah kompleks Jalan Imaduddin. Di atasnya diberikan alas daun pisang.

Apa fungsi daun pisang tersebut? Tiada lain untuk alas nasi serta lauk pauknya. Penganan pun diatur takmir mesjid sedemikian rupa sehingga menggoda selera. Apalagi di waktu zuhur di mana perut sedang kosong keroncong.

Alunan musik khas Melayu, Tanjidor membahana di teras kantor Baitul Munzalan Indonesia, hari itu Sabtu, tanggal 30/7/22. Rentak lagu lawas seperti Sungai Kapuas dan Pontianak yang Cantek segera mengundang anak-anak kecil untuk menyemut serta menyaksikannya dari jarak dekat. Maka tampaklah alat musik yang ditabuh dan ditiup oleh pemusik yang berpeci dan berseragam baju kurung warna oranye cerah menyala. Sangat menandakan sedang ada gawean spesial tahun baru Islam.

Pengasuh Mesjid Kapal Munzalan Ashabul Yamin, KH Lukmanul Hakim, SE, MM dan para imam juga tampil dengan kain setengah tiang. Alumni pondok pesantren Gontor yang juga penulis buku best seller Mustahil Miskin itu tampil memberikan sepatah dua buah kata yang tak lebih dari 10 menit. Almukarram hanya memberikan tausiah singkat yang pada intinya menguraikan agenda bertajuk Saprahan Muharram 1444 Hijriyah dan sebuah hadits Nabi SAW yang terpajang di backdrop.

Baca Juga:  Bukan Megawati, tapi Prabowolah yang Pegang Kunci!

Hadits itu berbunyi, “Wahai sekalian manusia sebarkan salam, berikan makan, sambunglah silaturahmi, sholatlah di waktu ketika orang-orang tertidur, maka kalian akan masuk surga dengan selamat.” Hadits Riwayat Imam Tirmidzi.

“Mau masuk surga dengan selamat ndak?” Bertanya Kyai Lukman di hadapan dua saprah terpisah antara akhwat dan ikhwan. Jumlah mereka lebih kurang 200-an orang.
“Mauuuuu….” Koor jamaah menjawab dengan langgam Melayu Pontianak.
“Ingat hadits Nabi ini. Ucapkan salam. Lalu, bagikan makan…Persis kelakuan para orang tue kite dolok. Kalo’ dah bejumpe mengucapkan salam, lalu mereke betanya’ ape? Udah makan belom?”

Hadirin pun diliputi senyum dan tawa. Mengingat perilaku tetua ‘tempo doloe’ di Bumi Khatulistiwa pun telah menerapkan hadits Nabi yang futuristik tersebut. Kita tinggal melanjutkan adab yang sudah mulia, apalagi ditambah dengan merajut silaturahmi, bangun shalat Tahajjud di tengah malam. Insya Allah masuk surga pun dengan selamat sejahtera.

Di hadapan tokoh masyarakat yang juga datang dari Badan Wakaf, BAZNAS, tokoh parpol, militer dan kepolisian, Kyai Lukmanul Hakim yang sukses membentuk Pasukan Amal Sholeh (Paskas) di seluruh Indonesia melalui Gerakan Infak Beras untuk yatim sekaligus penghapal Quran melahirkan ide baru untuk program TNI Masuk Surga, hal ini dilatarbelakangi program serupa yang sukes di Polri yakni Santri Bhayangkara Indonesia. Ide ini dicatat untuk terus digulirkan sebagaimana tradisi Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin yakni menjalankan ide dengan small step (langkah kecil), step easy (langkah mudah), dan akhirnya sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

Baca Juga:  Mengenang Sang Sultan, Di Tengah Kesulitan

Sementara jalan masuk dari pertigaan Sungai Raya Dalam dan MIS Imaduddin dipasang kerucut lalu lintas. Dari jauh sudah tampak arsitektur mesjid mirip kapal. Di belakangnya berdiri gedung Tower Munzalan, enam lantai. Ini pertanda bahwa ada gawe di Mesjid Kapal Munzalan. Peringatan 1 Muharram: tahun baru Islam 1444 hijriyah.

Kebiasaan setempat telah diketahui oleh warga yang bermukim di sekitar Mesjid Kapal Munzalan. Ada sekitar 250 KK di sana. “Alhamdulillah kita sudah melakukan pendataan, dan di sekitar Munzalan tidak ada orang yang kelaparan. Kita bagikan makanan termasuk kepada keluarga non muslim sebab hadits Nabi SAW menyebutkan wahai manusia sebarkan salam, bagikan makan!”

Memang di atas badan jalan di waktu-waktu khusus kerap kali dititup untuk kebutuhan ibadah atau peringatan hari-hari besar Islam. Termasuk ibadah shalat Jumat. Hal ini sudah lumrah sejak mesjid kapal berdiri lebih dari satu dasawarsa. Tepatnya tahun 2012. Apalagi sebagian besar jalur kompleks telah pula dibebaskan oleh mesjid idola kawula muda yang tidak hanya di Kalbar ini tapi juga Indonesia untuk Baitul Munzalan Indonesia, Munzalan Store hingga Rumah Sehat Munzalan. Tidak terkecuali lahan parkir serta asrama para santri. Lalu lintas warga tetapmaksimal dengan jalur yang seluruhnya punya akses masuk maupun keluar.

Baca Juga:  PR Politisi Kalbar, Studi Kasus Pergantian Unsur Pimpinan DPRD Kubu Raya

Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin terus tumbuh dan berkembang dengan ide-ide kreatif.
Ide kreatif itu digeber sejak pagi. Ada event lomba masak yang dibesut sejak pagi hingga menjelang Zuhur. Sementara seusai shalat berjamaah, jamah dan para undangan membaca Quran dengan tartil “One Day One Juz” yang mana saat itu telah memasuki QS 47 (Muhammad).

Demi mengikuti bacaan yang tartil dan khusuk, tanpa terasa air mata pun tumpah. Sebab betapa indahnya gema wahyu ilahi dibalut silaturahmi penuh tradisi.

Mesjid Kapal ini terus berlayar, mengharu biru dan begitu dekat di hati kawula muda Nusantara. Mesjid yang terus bercahaya dengan syiar dakwah makan-makan yang menginspirasi. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Blokir Paypal, Tagar #BlokirKominfo Menggema

Mahasiswa Rancang Kota Polnep belajar Smart City ke Diskominfo Kota Pontianak