in

Sinyal Anda Akan Kaya

Kim Jong-un; pemimpin Korea Utara sekarang, sebenarnya punya 2 kakak kandung lelaki; Kim Jong-nam dan Kim Jong-chul, namun bagi almarhum ayahnya; Kim Jong-il, kedua kakak kandungnya sama sekali tidak menarik hatinya untuk menggantikannya sebagai pemimpin Korea Utara, justru yang menarik hatinya adalah anak lelaki ketiganya yakni Kim Jong-un.

Almarhum Kim Jong-il pemimpin otoriter, fasis dan sangat tiranik, sehingga unsur-unsur mentalitas mafia sangat diperlukan; licik, kejam, tega, egois, serakah, ambisius, sangat diutamakan. Karena ini, Kim Jong-il sangat tertarik pada Kim Jong-un ketika anaknya ini di usia 8 tahun sudah mampu kendarai truk dengan kecepatan 80 km per jam, dan kalau mabuk dia sangat jago menenggak minuman keras.

Kim Jong-il pemimpin otoriter dan fasis, ia pun mengenali karakter orang yang bisa melanjutkan tahta kekuasaannya.

Teman saya, ia pengusaha toko material yang sukses. Awal dagang ia masih sangat miskin. Ia miskin tapi sangat digemari seorang pengusaha kaya kenalannya. Sampai akhirnya ia dipaksa untuk buka toko material. Ia alasan tidak punya modal, dijawab, “Sudah jangan alasan lagi, jual saja barang daganganku.” Ia alasan lagi, “Saya belum punya ruko,” dijawab, “Rumah reotmu kan di tepi jalan, bobol saja pagar depannya.” Kemudian benar-benar ia laksanakan.

Ia seperti sangat digemari oleh si pengusaha sukses seniornya, sangat menarik hati, walaupun di saat itu ia masih sangat miskin. Itulah, pengusaha sukses mengenali siapa yang akan jadi pengusaha sukses.

K.H. Maimun Zubair sangat tertarik pada Gus Baha saat Gus Baha masih nyantri di pesantren beliau. Lihat sosok santri bernama Bahauddin, K.H. Maimun Zubair terkagum-kagum, bahkan sampai beliau dawuh kepada para santrinya, “Kalau kalian mau menanyakan refrensi kitab, tanyakan pada Baha.”

Ulama besar pun mengenali siapa orang yang akan jadi ulama besar.

Jadi, sederhana untuk mengetahui sinyal Anda terkoneksi apa belum dengan kekayaan, itu sinyalnya Anda sudah digemari dan diminati orang kaya apa belum. Kalau di dalam hidup Anda sudah muncul orang kaya yang sangat tertarik kepada Anda, sangat menggemari dan terpikat kepada Anda, di situ sinyal koneksi kekayaan Anda sudah mulai on.

Bila orang-orang kaya yang Anda kenal hanya berikan sinyal belas kasihan kepada Anda yang ujung-ujungnya Anda diberi santunan, diberi bantuan materi, di situ malah si kaya hanya sedang memastikan kalau Anda pantas miskin.

Si kaya ada minat dan ketertarikan kuat kepada Anda, itu sinyalnya, apapun kondisi diri Anda saat itu.

Percaya, tidak? Mental kaya itu sangat benci pada mental miskin, sebenarnya si kaya tidak benci dengan keadaan miskinnya, namun pada mentalnya. Ada orang sedikit susah uang mengeluh, sedikit-sedikit minta bantuan, ini si mental kaya sama sekali tidak tertarik, bahkan jijik.

Maka ini di dimensi getaran energi, getarannya orang kaya itu bertolakan keras dengan getarannya orang miskin. Saling bertolakan dan tidak saling terpikat.

Anda kerap kan temui komentar sinis begini, “Hah rumah mewah-mewahan gitu, nggak punya hati nurani itu orang kaya.” Lihat ada orang pamer belanjaan di medsos, langsung komentar, “Daripada dipamerin gitu, seutama-utamanya harta buat sedekah,” padahal ia sendiri kalau infak ke masjid cuma 2 ribu. Ada orang kaya bekerja keras dengan motivasi hidup tinggi, muncul komentar, “Orang rakus, dikira harta mau dibawa mati,” dan seterusnya, pokoknya sirik dan sinis terus terhadap keberlimpahan dan kekayaan, dan kerennya kesinisannya itu kadang sampai dibalut dengan akhirat atau agama atau spiritualitas.

Kenapa si miskin sampai sesinis itu? Ya karena sebenarnya si miskin sama sekali tidak tertarik pada kekayaan, ia menolaknya, tidak terpikat, tidak jatuh hati, walaupun ia sendiri ya ingin kaya, ingin rezekinya lancar, dan ingin kecukupan.

Ya memang begitu, orang kaya tidak tertarik pada kemiskinan, orang miskin tidak tertarik pada kekayaan.

Di Youtube, misal di channel saya saja, kerap ada dislike padahal saya sedang bicara kesadaran uang dan tidak menyerang siapa pun. Nah, yang dislike itu memang hakikatnya sama sekali tidak tertarik dengan uang.

Percaya, tidak? Sesudah saya menjadi trainer spiritual prosperity, saya sangat menarik bagi orang kaya, bagi orang miskin saya itu musuh. Iya, orang miskin yang benci saya tidak sedikit, kecuali mereka yang saya uluri recehan.

Ya, karena ilmu saya ilmu spiritual prosperity, kadang sedang ngobrol, ilmu itu keluar dari mulut saya, eeh bagi mereka ilmu tersebut bikin perut mual. Hahaha.

Jadi begitulah getaran alam semesta, punya frekuensi masing-masing, maka Anda yang menjadi apapun, itu tanda sinyal koneksinya Anda diminati dan digemari oleh orang yang sama.

Itu yang dimaksud dengan hadits berikut ini,

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh itu brikade yang berbaris-baris. Yang saling mengenali akan saling bersepakat, dan yang saling mengingkari akan saling berpaling.” (H.R Bukhari & Muslim)

(M Nurul Banan, Pimpinan PP Darul Abror | Trainer-Writer-Speaker)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Written by teraju

PR Politisi Kalbar, Studi Kasus Pergantian Unsur Pimpinan DPRD Kubu Raya

Semua Isu Publik adalah Isu Masjid!