{"id":2418,"date":"2016-10-19T18:08:33","date_gmt":"2016-10-19T11:08:33","guid":{"rendered":"http:\/\/teraju.id\/?p=2418"},"modified":"2016-10-19T18:57:11","modified_gmt":"2016-10-19T11:57:11","slug":"fsbm-xi-singkawang-ribuan-peserta-berlomba-demi-menyambut-tuah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teraju.id\/berita\/fsbm-xi-singkawang-ribuan-peserta-berlomba-demi-menyambut-tuah-2418\/","title":{"rendered":"FSBM XI Singkawang, Ribuan Peserta Berlomba Menyambut Tuah"},"content":{"rendered":"

teraju.id, Singkawang<\/strong>— Saat memasuki Singkawang, jelas terasa aroma festival ini, Festival Seni Budaya Melayu XI. Beberapa spanduk berjejer rapi di jalan. Tak lupa pula hotel dan penginapan memajang spanduk selamat datang menyambut para peserta. Yang tak kalah menarik, pohon manggar menghiasi di setiap instansi pemerintahan. Mungkin tak semeriah bila\u00a0rencana semula nyata: memecahkan rekor pohon manggar terbanyak.<\/p>\n

Festival kali ini bertema besar, ‘Menjunjung Marwah, Menyambut Tuah’. Dulu festival ini berlangsung tahunan. Namun sejak tiga festival terakhir, agendanya menjadi dua tahunan. Festival ini merupakan gawean DPP Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat.<\/p>\n

Pukul tujuh malam, Senin (17\/10), mendung perlahan mulai sirna. Ribuan orang berduyun memasuki stadion Kridasana, Singkawang. Festival Seni Budaya Melayu<\/a> (FSBM) menjadi magnet yang menarik masyarakat di seluruh penjuru Singkawang.<\/p>\n

Sebagian ada yang menyaksikan prosesi pembukaan. Tertib dan khusuk.\u00a0Sebagian ada yang berkutat di samping stadion, mencicipi beragam mainan dan kuliner yang dijajakan. Berjejal meriah. Ribuan kendaraan terparkir rapi mengelilingi stadion.\u00a0Parkiran penuh. Juru parkir sumringah.<\/p>\n

\u201cSaya baru pertama kali melihat masyarakat Melayu berkumpul seramai ini,\u201d ujar OSO, sapaan karib Oesman Sapta Odang<\/a> dalam sambutannya. OSO juga mengajak masyarakat Melayu berperan aktif dalam membangun Indonesia.
\nUcapan OSO mendapat pembenaran dari Hendri Lamiri yang juga kali pertama diundang dalam perhelatan akbar ini.<\/p>\n

Ketua Umum MABM Kalimantan Barat, H. Chairil Effendy membuka sambutannya dengan mengajak hadirin bersedekah al fatihah bagi Dr. Gusti Suryansyah. Raja Landak yang baru beberapa hari lalu meninggal dunia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas keberhasilan OSO menginisiasi Sail Selat Karimata, yang mengangkat Kalimantan Barat ke pentas dunia.<\/p>\n

Sebagaimana acara pembukaan, apalagi festival seni budaya, maka puncak acaranya tak lain dan tak bukan ialah pagelaran seni kolosal. Tari hikayat Hang Tuah, tajuknya. Tarian indah yang diiringin gesekan maut dari senar violist kebanggaan Kalbar, Hendri Lamiri. Ribuan hadirin bergeming menikmati harmoni dari ratusan penari.<\/p>\n