in ,

Sisi Lain Ekonomi Masyarakat

IMG 20171214 080826 405

Oleh: Yusriadi

Ekonomi sekarang membaik atau susah? Pak Man, seorang warga Pontianak yang mencari nafkah di Pasar Pontianak memiliki jawabannya.

“Hari ini, saya baru dapat dua pelanggan,” katanya.

“Pada hari lain, kadang tidak ada sama sekali, ” tambahnya.

Pak Man, lelaki paroh baya, saya kenal saat saya singgah di Seroja, Rabu (13/12/17). Saya mampir ke pasar itu karena mencari sesuatu. Dia bekerja di sana, sejak tahun 1990-an, atau sudah lebih 20 tahun.

Menurut Pak Man, situasi sekarang jauh berbeda dibandingkan tahun 1990, saat awal dia di sana. Pada masa itu dia merasa mendapatkan uang lebih mudah. Dengan pekerjaan yang sama, pada masa itu sehari bisa mendapat Rp300 ribu.

Selain itu, situasi pasar juga berbeda. Wilayah Seroja, tempatnya mencari nafkah, dahulunya sejak pagi hingga sore, ramai. Banyak orang yang datang ke pasar itu.

“Sekarang, pukul 9-10, pasar masih sepi,” imbuhnya.

Pedagang pasar merasakan betul dampaknya. Secara kasat mata perubahan itu terlihat.

Baca Juga:  Arwana, Band Spesialis Krisis?

“Dahulu di sini ada yang punya 3 pintu. Sekarang, satu pintu saja. Itu, sudah susah”.

“Itu dahulu toko tas, ramai. Barangnya sampai ke depan-depan. Sekarang, lihat…”

Pak Man menunjukkan sebuah toko di belakang kami, di samping plaza. Toko itu sepi. Bagian depannya longgar.

Contoh lain, toko di bangunan plaza. Dahulu ramai yang jualan, dan ramai juga pengunjung. Sekarang, pengunjung naik ke plaza berkurang. Pedagang juga berkurang.

“Dulu, kalau dekat Natal dan Tahun Baru seperti ini, ramai dah pasar. Sekarang, lihatlah”.

Pengangkutan oplet ke dan dari Seroja juga terlihat sepi. Mencari penumpang untuk mengisi kendaraan perlu waktu lama. Jumlah oplet juga sudah sangat berkurang.

Semua indikator itu menunjukkan keadaan ekonomi Pontianak di satu sisi. Perubahan telah membawa dampak yang dirasakan sebagian penduduk kota. Di saat ada sektor lain atau belahan lain dari Kota Pontianak yang berkembang dan maju –mengalami masa pasang, ada sektor dan belahan lain yang mengalami masa surut.

Saat inilah peran pemerintah ditunggu. Saat inilah janji politisi dinanti. (*)z

Baca Juga:  Kiick Off Rehabilitasi Mangrove Tahun 2021

Written by Yusriadi

Redaktur pada media online teraju.id dan dosen IAIN Pontianak. Direktur Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak. Lulusan Program Doktoral ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, pada bidang etnolinguistik.

IMG 20171213 200520 458

Buah Pinang

IMG 20171215 081710 055

Kisar Padi: Sesuatu yang Hilang di Pedalaman