teraju.id, Purnama – Suasana guyub kental terasa dalam penutupan Agustusan tadi malam, Minggu, 23/8/26 malam. Seribuan warga tumpah ruah memenuhi kawasan perempatan jalan Purnama Agung VII dihadiri Forkompincam Pontianak Selatan.
Hiburan panggung paling maknyoss adalah pemutaran Film Pendek “Merdeka atau Mati” hasil rumah produksi AI yang melibatkan para tokoh warga, mulai dari Ketua RW, Ketua RT hingga para sepuh. Derai tawa tak bisa dirrrem ketika muncul wajah pejuang Tasril Djohan, Suratmo, “Habib” Abdurrahman hingga H Agus yang masih bau Mekah sebab baru saja pulang ibadah haji.
Rumah produksi AI ini benar-benar menarik perhatian karena memadukan kekuatan sejarah maupun konteks lokal sehingga mengena di haribaan penonton.

Decak kagum juga pantas dialamatkan kepada pantun berdendang TPA Jamiatush Sholihin asuhan Ibu Khafifah. Interaktif. Nyocol. Membangun gelak tawa hingga umpan balik pantun yang sopan dan santun.
Ketua Panpel yang juga Ketua RT VII H Irwan menggarisbawahi kekompakan dan rasa kekeluargaan warga. Multietnis dan agama, namun kompak.
Begitupula Ketua RW Siswadi, SE, lantang meneriakkan semboyan harmonis, kompak, elegan. Motto yang menyemangati dan merawat kebersamaan daerah padat penduduk di Parit Tokya – Pontianak Selatan.

Camat yang turut hadir memuji kebersamaan warga Purnama Agung VII. Daerah yang maju dengan Bank Sampah Rosela bahkan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta rupiah dan diserahkan oleh Pak Lurah kepada Ketua Bank Sampah Rosela, Ibu Samiatun.
Daerah Purnama juga aktif dalam hal Posyandu, peribadatan dan kegotongroyongan. Menurut RW7, Siswadi, panggung hiburan rakyat Agustusan ini telah terselenggara lebih dari satu dasawarsa. Ini bukti kekompakan kewargaan dalam memaknai hari jadi Republik Indonesia.
