teraju.id, Aula SMKN 1 Mempawah– 150 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Mempawah tampak antusias mengikuti Workshop Revitalisasi Sastra Melayu Lewat PANTUNin AI untuk Gerakan Bijak Digital dan Finansial, Senin (27/7). Bagi sebagian peserta, ini bukan sekadar pelatihan. Mereka sedang menyaksikan cara baru merawat budaya Melayu di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Workshop yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat bersama Serumpun Berpantun dan Pagar Budaya Kalimantan Barat itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi. Hadir pula Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Bank Kalbar Cabang Mempawah, MABM Kabupaten Mempawah, hingga Kopi Pantun Mempawah. Kolaborasi itu memperlihatkan bahwa pelestarian budaya kini tidak lagi menjadi urusan satu lembaga semata, melainkan kerja bersama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Juli Suryadi mengaku bangga melihat para guru menjadi garda terdepan dalam menghidupkan kembali sastra Melayu di ruang kelas. Menurutnya, pantun bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pendidikan karakter yang telah diwariskan turun-temurun. “Di era digital, guru memiliki peran penting untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap dikenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Berbeda dari workshop sastra pada umumnya, kegiatan ini menghadirkan PANTUNin AI, sebuah inovasi yang mempertemukan kecerdasan buatan dengan kekayaan sastra Melayu. Teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan pola berpikir dan karya-karya maestro pantun Kalimantan Barat, Agus Muare. Melalui aplikasi itu, pengguna dapat membuat pantun dengan tetap memperhatikan kaidah rima Melayu, memanfaatkan bank pantun, hingga mengembangkan karya sastra menjadi konten visual yang lebih menarik.
