teraju.id, Aston – Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan “Business Matching” bersama 200 pelaku ekonomi kreatif, Selasa, 17/4/18 bertempat di Hotel Aston, Pontianak. Business Matching ini melibatkan Bank Kalbar, BRI, BNI, Danamon, Permata dan Maybank serta Bank Commonwealth.
“Ekonomi kreatif Indonesia yang paling menonjol adalah kuliner,” ungkap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.
Makanan khas Indonesia, soto saja menurut Fadjar ada 75 jenis. “Bekraf sedang berjuang menjadikan soto sebagai ikon Indonesia di mancanegara,” tambahnya seraya mengatakan selain rasa, soto juga punya kearifan lokal.
Selain soto, kopi sangat terkenal dari Indonesia. Sebaran kopi dimulai dari Aceh sampai Papua. “Di Kota Pontianak pun kopi sangat terkenal. Dibutuhkan banyak SDM soal kopi. Sebut salah satunya adalah barista,” sambung Fadjar.
Bekraf meliputi bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi, vidio, fotografi, kriya, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, senirupa, telivisi dan radio. “Indonesia mempunyai ragam fashion dan kerajinan atau kraf yang luar biasa,” timpal Fadjar seraya menyebutkan film Indonesia sedang menemukan momentum.
“Pada tahun 2014 sudah naik jadi 14 juta penonton Indonesia. Di 2017 sudah 15 judul film menembus 1 juta penonton. Film Warkop mencapai 11 juta penonton. Produsernya meraih pendapatan 20 miliar.” Demikian Fadjar memotivasi.
