in ,

Hari-hari Pertama Menjelajahi Pontianak

IMG 20180227 063058 320

Oleh: Leon Zoltan Benhard Waltermann

Pada hari Minggu ada acara car free day di Pontianak, jadi saya menemani kak Beng ke situ. Saya harus bangun awal, karena pada pagi cuaca di sini belum sangat panas. Kami berangkat jam 6. Di sana kami jalan-jalan dan lihat mesjid Mujahidin.

Di sekitar mesjid, suasana santai sekali. Tempat paling santai. Saya sudah pernah mengunjunginya. Di sana saya menjadi lapar, jadi saya beli pentol bakar dan jajan di jalan. Setelah itu kak Beng mengajak saya keliling hutan kota. Kami beli es jeruk yang sangat asam tapi segar.

Keesokan harinya saya pergi ke pasar Flamboyan dengan kak Meiry dan kak Vita. Mereka mengajar saya kosa kata baru. Kemudian kami pergi ke warung kopi papan atas di Pontianak Asiang untuk “ngopi”.

Ketika selesai, kami lewat sungai Kapuas dengan kapal fery. Di seberang kami pergi ke Tugu Khatulistiwa. Saya bisa menyeimbangkan telur di sini.

Hari Selasa saya sarapan di rumah bu Dwi. Saya bertemu dengan pak Azdi. Dia mengajak saya untuk jalan-jalan. Kami pergi ke acara di dekat mesjid Jami. Di situ saya naik kapal lewat sungai Kapuas dengan orang orang dari acara yang sedang ramai yakni Kampung Keluarga Berencana.

Kemudian saya ikut pak Azdi bertemu temannya di kampung Beting. Lalu kami pergi ke warung kopi yang sangat top di Pontianak, warkop Aming, untuk minum kopi. Satu bulan sebelumnya Presiden Jokowi minum kopi di sini juga.

Di Aming saya minum kopi di Pontianak pertama kali. Sesudahnya, kami pergi ke gereja katedral dan kelenteng. Keduanya menarik.

Ibu di kelenteng memberikan kami makanan dan minuman. Bersama sama kami menonton film tentang kelenteng itu. Saya belajar tentang sejarah kelenteng jaman dahulu yang sudah sangat tua. Setelah itu saya boleh ikut keluarga pak Azdi ke kantornya. Di situ saya makan cempedak pertama kali. Rasanya antara durian dan nangka, jadi enak sekali.

Pada hari Rabu siang, saya pergi ke tempat pangkas rambut dengan kak Beng. Rambut saya menjadi pendek sekali. Dulu itu rasanya berbeda dan tidak menyenangkan, tapi kemudian rasanya segar lagi.

Pada malam hari, giliran kak Febri menemani saya ke alun-alun Kapuas. Kami naik kapal selama satu jam dan lihat-lihat tepi sungai.

Hari Kamis, saya bertemu dengan kak Mia dan kak Milly. Kami pergi ke Arboretum Sylva Untan. Di situ ada banyak nyamuk, jadi saya punya banyak gigitan nyamuk. Kemudian kami makan mie tiaw yang sangat enak. Terakhir kami pergi ke rumah adat Dayak dan rumah adat Melayu.

Pada hari Jumat, kak Isma dan Vilda menemani saya ke museum. Tapi dulu kami pergi ke kantor pos, karena saya mau beli perangko untuk kirim surat ke Jerman.

Di museum saya belajar banyak tentang sejarah Melayu, Dayak dan Cina. Kak Isma dan kak Vilda mengajar saya kosa kata baru, misalnya “jaman dahulu”.

Karena kami merasa lapar, kami pergi ke restoran Sambal Jambal. Di situ makanannya enak, tapi pedas. Saya coba ikan asin, kangkung dan sambal yang sangat pedas.

Malam harinya, saya ikut kak Mia ke teater topeng. Kami menonton Pengabdi Mantan. Orang-orang selalu tertawa, tapi bicaranya cepat dan dalam bahasa Melayu, jadi saya tidak mengerti banyak. Meskipun begitu saya senang ikut kak Mia.

Pada hari Sabtu saya rapat evaluasi dengan bu Dwi. Dia mengajak saya ikut arisan. Arisan adalah isi penting dalam budaya Indonesia. Di arisan saya bertemu dengan ibu-ibu tetangga dan saya makan sayur nangka muda pertama kali.

Pada malam harinya saya ikut kak Febri ke cafe dekat sungai. Kami bertemu dengan kak Imam dan kak Agung. Di situ saya minum lidah buaya pertama kali, itu segar.

Pada hari Minggu saya menemani pak Nur dan bu Dwi ke acara aerobik. Di sana banyak orang meminta foto bersama dengan saya, tapi semua orang tersebut ramah-ramah.

Pada siang harinya saya ikut mereka acara arisan yang lain. Di situ ada makanan enak lagi. Pada sore hari barulah saya mengajar anak anak berbahasa Inggris di Kampoeng English Poernama besutan Pusdiklat TOP Indonesia dan Bina Antarbudaya Chapter Pontianak dengan para volunteers.

Kemudian kami jalan-jalan dan makan mie ayam yang sangat enak. Ini acara acara minggu pertama saya di Kota Pontianak untuk magang bahasa dan budaya dari Hamburg University. Dulu saya belum terbiasa dengan sikon, tapi sekarang saya datang dengan baik. Saya menikmati minggu ini karena semua membantu saya menjelajahi Pontianak. *

Written by teraju

IMG 20180227 063039 628

Impression of Indonesia, particularly of Pontianak

WhatsApp Image 2018 02 22 at 14.23.19

Sosialisasi AFS/YES 2018 Disambut Antusias Pelajar