teraju.id, Singkawang (6-4-2021), sedianya bertemu di rumah ternyata mengubah janji di sebuah warung kopi yang berada di sebuah bilangan jalan di Kota Singkawang. Begitu secara implisit, isi obrolan japri dengan Abroorza A.Yusra, lengkapnya Abroorza Ahmad Yusra di kanal Whatsapp (WA), sejurus kemudian bertemu di tempat yang dijanjikan. Begitu yang menjadi ciri masyarakat Kalbar jika membikin janji bertemu selalu dipilih warung kopi, yang semacam ini bisa jadi tidak ditemui di tempat lain.
Pada gilirannya, duduk semeja mengelilinginya bersama Abroorza A.Yusra bersama temannya serta tim penelitian Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Khairul Fuad, Dewi Juliastuty, dan Muntihanah yang baru saja pindah dari Balai Bahasa Provinsi Papua. Tim penelitian ini tergabung dalam Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pengembangan Sastra, melakukan pengambilan data untuk kajian tematik penelitian sastra Indonesia di wilayah Kalimantan Barat dalam perspektif ekokritik.

Semeja pun kemudian asyik-masyuk bincang-bincang setengah wawancara dengan narasumber sebagai tujuan penelitian bersama sajian kopi sedu dan minuman lain sesuai selera masing-masing. Sejurus itu, Abroorza A.Yusra menceritakan pengalamannya melahirkan novel terbarunya berjudul Danum. Novel yang menceritakan sebuah komunitas masyarakat yang mendiami hulu sungai Pulau Kalimantan Barat dengan segala adat-istiadatnya dan problematikanya
